Pasien ini Membuat Tato dari Dokter yang Menyelamatkan Nyawanya

Doktersehat-tato

DokterSehat.Com– Seorang pria bernama Nano Salguero yang berasal dari Alejo Ledesma, Cordoba, Argentina, melakukan sebuah tindakan yang sangat unik. Jika kebanyakan orang memilih untuk membuat tato berdasarkan momen-momen yang penting atau orang-orang yang penting bagi dirinya, Nano justru memilih untuk membuat tato dari seorang dokter lengkap dengan rumah sakit tempatnya bekerja. Apa alasan dari tindakan ini?

Ternyata, sang dokter menyelamatkan nyawa Nano saat terkena kanker usus besar, salah satu penyakit yang cukup mematikan. Merasa telah berhutang nyawa, Nano pun memilih untuk membuat tato di tubuhnya sebagai salah satu cara untuk berterima kasih sekaligus mengingat jasa sang dokter.

Sebagai informasi, lokasi Alejo Ledesma sangatlah jauh dari ibukota Cordoba, tepatnya sekitar 333 km. Alejo yang sudah menderita kanker usus besar cukup parah harus dilarikan ke Rumah Sakit Clinicas di Cordoba. Di sana, Nano mendapatkan operasi darurat yang dipimpin oleh dr. Paul Lada, dokter yang sudah berpengalaman di dunia bedah selama 42 tahun.

“Dr. Paul menyelamatkanku dari penyakit kanker usus besar. Saat aku datang ke rumah sakit, kondisiku sangat buruk dan bisa jadi akan kehilangan nyawa kapan saja, namun saat keluar rumah sakit aku sudah berada dalam kondisi terbaik. Seumur hidupku aku berhutang nyawa kepadanya,” ungkap Nano.

Saat ditanya tentang tato yang ada di punggungnya ini, Nano menyebut hal ini sebagai wujud kekaguman pada apa yang telah dilakukan sang dokter kepadanya.

Awalnya, Nano tidak ingin menunjukkan tato tersebut kepada sang dokter, namun saat tahu bahwa dr. Paul sedang berulang tahun, ia pun memutuskan untuk mengirimkan foto tentang tatonya kepada sang dokter.

Dr. Paul terkejut dengan kiriman foto ini. Menurutnya, ia baru pertama kali mendapatkan apresiasi dari pasiennya dengan cara yang ekstrim seperti ini, apalagi sampai mengabadikan wajahnya sebagai rajahan tato di punggung. Meskipun senang dengan apresiasi ini, dr. Paul menyebut kesembuhan Nano tidak hanya karena kemampuannya, melainkan karena peran dari banyak pihak, termasuk tim yang ikut melakukan proses bedah, dokter umum, dan para perawat.