Terbit: 28 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Parafimosis adalah gangguan kesehatan yang terjadi pada kulup penis pria yang tidak disunat. Kondisi ini merupakan kondisi serius yang harus mendapatkan penanganan segera. Ketahui selengkapnya tentang penyebab, gejala, diagnosis, hingga penanganan untuk kondisi ini!

parafimosis-doktersehat

Apa Itu Parafimosis?

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup penis tidak bisa ditarik kembali ke depan melewati ujung penis. Hal ini membuat kulup menjadi bengkak dan terperangkap sehingga memperlambat atau bahkan menghentikan aliran darah ke ujung penis.

Kondisi ini hanya terjadi pada penis pria yang tidak disirkumsisi atau tidak disunat. Pada individu yang sudah disunat dokter dapat langsung menyingkirkan kemungkinan parafimosis meskipun gejalanya mirip.

Kondisi ini paling umum terjadi akibat petugas medis tidak mengembalikan kulup ke posisi normal setelah melakukan pemeriksaan fisik atau prosedur medis tertentu. Selain itu, kurangnya menjaga kebersihan penis dengan baik juga dapat menyebabkan infeksi yang kemudian dapat menyebabkan kondisi ini.

Parafimosis berbeda dengan fimosis yang merupakan kondisi di mana kulup tidak dapat ditarik ke pangkal penis. Fimosis umum terjadi pada anak kecil yang belum disunat dan biasanya bukan merupakan kondisi serius, sedangkan parafimosis adalah kondisi darurat medis yang harus segera ditangani.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Penyebab Parafimosis

Parafimosis dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi.

Penyebab parafimosis adalah sebagai berikut ini:

  • Petugas kesehatan lupa untuk menarik kulup ke posisi normal setelah pemeriksaan atau prosedur medis
  • Infeksi
  • Trauma fisik pada area genital
  • Menarik kulup terlalu kuat hingga menyebabkan pembengkakan
  • Aktivitas seksual yang kuat
  • Tindik penis
  • Pembengkakan pada penis dan kulup akibat gigitan serangga
  • Peradangan kronis pada penis dan kulup akibat diabetes

Faktor Risiko

Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan seorang pria mengalami parafimosis:

  • Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, tapi paling umum terjadi pada usia remaja
  • Diabetes
  • Individu yang membutuhkan kateterisasi
  • Memiliki riwayat infeksi bakteri

Gejala Parafimosis

Gejala parafimosis meliputi:

  • Ketidakmampuan untuk menarik kulup kembali ke atas kepala penis
  • Pembengkakan di ujung penis
  • Ketidaknyamanan dan rasa sakit
  • Kemerahan dan rasa sakit ketika disentuh
  • Ketidaknyamanan ketika buang air kecil
  • Muncul jaringan kebiruan atau hitam di ujung penis

Gejala yang muncul pada setiap orang dapat berbeda-beda dan bergantung pada tingkat keparahan gejala.

Parafimosis adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Apabila Anda mengalami beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Komplikasi Parafimosis

Parafimosis yang tidak diatasi dengan cepat akan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini terjadi karena aliran darah di penis terhambat dan aliran oksigen juga jadi terhambat.

Berikut adalah beberapa kondisi yang mungkin terjadi bila parafimosis tidak ditangani:

  • Kerusakan pada ujung penis
  • Kematian jaringan yang mengakibatkan hilangnya ujung penis
  • Infeksi parah

Diagnosis Parafimosis

Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik pada pasien untuk memastikan diagnosis parafimosis. Kedua pemeriksaan ini saja biasanya cukup dan tidak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut lainnya.

Parafimosis ditandai dengan pita ketat kulup yang terperangkap di belakang kepala penis. Dalam beberapa kasus, pita ini dapat tersembunyi sepenuhnya akibat pembengkakan jaringan di sekitarnya.

Selain memeriksa kondisi fisik penis secara langsung, dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan. Dokter akan menanyakan tentang gejala, masalah, atau kegiatan yang belakangan pernah Anda lakukan yang berkaitan dengan penis atau kulup.

Pemeriksaan tambahan sangat jarang untuk dilakukan. Terkadang sampel swab dapat diambil untuk mendeteksi jenis infeksi yang menyebabkan parafimosis.

Jika individu sudah pernah disunat, maka dipastikan kondisi yang dialami bukan merupakan parafimosis.

Baca Juga: Kanker Penis: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Penanganan

Pengobatan Parafimosis

Pengobatan parafimosis bergantung pada usia dan tingkat keparahan kondisi. Langkah pertama yang dilakukan biasanya adalah mengurangi pembengkakan akibat kondisi ini. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi pembengkakan:

  • Mengompres dengan es
  • Membalut perban erat di sekitar penis
  • Menyuntikkan hyaluronidase yang merupakan enzim yang membantu mengurangi pembengkakan
  • Pada kasus yang parah, dokter bisa membuat sayatan untuk meredakan ketegangan

Setelah pembengkakan reda, dokter akan mengembalikan kulup ke posisi semua. Langkah ini dapat sangat menyakitkan sehingga dokter akan memberikan penghilang rasa sakit sebelum prosedur dimulai.

Dokter akan melumasi penis dan kulup terlebih dahulu. Setelah itu, dokter akan menekan ujung penis dengan lembut sambil menarik kulup.

Jika kasusnya parah, sunat atau pengangkatan kulup mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi ini. Sunat juga akan menjadi pencegahan agar kondisi ini tidak terjadi lagi.

Setelah prosedur dilakukan, dokter akan meresepkan obat untuk dikonsumsi selama pemulihan. Anda juga diharuskan untuk menjaga merawat dan membersihkan ujung penis dengan baik untuk mencegah infeksi.

Apabila setelah perawatan Anda mengalami demam tinggi dan merasa sakit, kemungkinan Anda mengalami infeksi. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan dengan antibiotik.

Pencegahan Parafimosis

Kondisi ini pada dasarnya sangat mudah untuk dicegah. Sunat atau sirkumsisi adalah cara yang paling tepat untuk mencegah kondisi ini. Apabila Anda tidak disunat, berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah gangguan ini:

  • Menjaga kebersihan dengan baik dan membersihkan ujung penis secara teratur.
  • Selalu tempatkan kembali kulup ke ujung penis setelah ditarik untuk membersihkan, saat berhubungan seksual, atau buang air kecil.
  • Setelah melakukan prosedur atau pemeriksaan kesehatan tertentu, pastikan petugas medis mengembalikan kulup ke posisi semula dan tidak membiarkan kulup tidak berada di ujung penis untuk waktu yang lama.

 

  1. Anonim. 2019. 2 Penis Disorders: Phimosis and Paraphimosis. https://www.webmd.com/men/phimosis-paraphimosis#2. (Diakses 28 Januari 2020).
  2. Ellis, Mary Ellen dan Jacquelyn Cafasso. 2016. Paraphimosis. https://www.healthline.com/health/paraphimosis. (Diakses 28 Januari 2020).
  3. Ingleson, Kanna. 2017. What to know about paraphimosis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318833.php#how-is-paraphimosis-caused. (Diakses 28 Januari 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi