Terbit: 17 Juni 2021 | Diperbarui: 18 Juni 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cara merawat tali pusar bayi yang baik dan benar peluk Bunda ketahui agar tidak menimbulkan iritasi atau infeksi. Yuk lebih lanjut simak penjelasannya di bawah ini!

7 Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Benar (Cegah Iritasi dan Infeksi)

Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Selama kehamilan, tali pusar berperan penting untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Setelah bayi lahir, tali pusar tidak dibutuhkan lagi sehingga harus dipotong dan disimpan. Untuk bayi yang baru lahir, tali pusar lama kelamaan akan mengering. Sebelum tali pusar terlepas, perlu perawatan dengan baik dan benar untuk mencegah infeksi.

Berikut ini beberapa cara merawat tali pusar bayi:

1. Menjaga Tali Pusar Tetap Bersih

Tali pusat sebaiknya dijaga agar tetap bersih. Untuk merawat tali pusat yang masih lengket dan kotor, bersihkan menggunakan kain berbahan lembut yang sudah dibasahi dengan air hangat. Bunda juga bisa menggunakan alkohol swab yang lebih praktis. Jika terdapat kotoran di tali pusat yang sulit dijangkau, Bunda bisa menggunakan bantuan cotton buds.

Selama tali pusar belum lepas, Bunda bisa menggunakan lap yang sudah diperas agar air tidak mengenai tali pusar. Namun setelah tali pusar lepas, Bunda bisa memandikan bayi dengan berendam.

2. Mandi Menggunakan Spons

Cara merawat tali pusar bayi dengan mandi spons paling baik dilakukan saat menunggunya terlepas dengan sendirinya, karena Bunda dapat dengan mudah menghindari terkena air di sekitar tali pusar.

Meski boleh mandi spons, sebaiknya tanyakan kepada dokter tentang seberapa sering harus memandikan bayi yang masih belum kering tali pusarnya. Ini karena kulit bayi sensitif dan tidak perlu dibersihkan setiap hari.

3. Pastikan Tali Pusar Tetap Kering

Tali pusar yang selalu kering akan lebih cepat terlepas. Oleh karena itu, selalu menjaga kondisinya tetap kering dan biarkan tali pusatnya tidak terbungkus apa pun.

Jika tali pusatnya tampak basah, bersihkan perlahan hingga kering dengan kain lap bayi yang bersih. Bunda juga dapat mencoba menggunakan cotton buds, tetapi jangan terlalu kuat ketika menyeka tali pusar. Membiarkan tali pusar terpapar udara juga sangat membantu mengeringkan tali pusar yang masih basah. 

4. Mengenakan Pakaian Katun dan Longgar

Gunakanlah pakaian katun bersih dan longgar untuk bayi yang baru lahir dan sedang proses penyembuhan tali pusarnya. Tidak masalah mengenakan pakaian tipis dan longgar karena tidak akan mengganggu tali pusar yang belum mengering, tetapi hindari pakaian yang terlalu ketat, atau kain yang tidak bernapas dengan baik.

Baca Juga: Bahaya Bayi Terlilit Tali Pusar dan Cara Mengatasinya!

5. Jangan Sampai Popok Menutupi Tali Pusar

Ketika bayi menggunakan popok, pastikan popok tidak sampai menutupi tali pusar bayi. Sebaiknya lipat popok sampai berada di bawah tali pusar untuk melindunginya dari kencing si kecil.

Bunda dapat menggunakan popok bayi yang memiliki celah untuk tali pusarnya atau tidak ada bagian yang dipotong dari popok biasa. Cukup letakkan selotip di sekelilingnya untuk menutup ujungnya.

6. Biarkan Tali Pusar Terlepas Sendiri

Bunda, usahakan jangan mencoba untuk menarik atau memotong tali pusar sendiri. Cara merawat tali pusar bayi yang benar adalah membiarkan tali pusar terlepas dengan sendirinya. Tali pusar yang terlepas sebelum waktunya dapat mengakibatkan pendarahan di bagian tersebut dan dapat membuat bayi kesakitan. Biasanya, tali pusar akan lepas dengan sendirinya pada usia bayi 10-21 hari.

7. Periksa Tanda-Tanda Infeksi

Cairan bening yang keluar dari tali pusar, tetesan darah, dan keropeng atau kerak yang mengering adalah kondisi yang normal. Namun, jika Bunda melihat tanda-tanda tali pusat yang terinfeksi atau jika bayi demam, segera beri tahu dokter.

Perawatan Setelah Tali Pusat Terlepas

Ketika tali pusat terlepas, mungkin Bunda melihat bercak kecil, jaringan parut merah muda, sedikit cairan kuning bening, atau sedikit pendarahan. Kondisi ini termasuk wajar dan tidak perlu mengkhawatirkannya. Meski begitu, perlu perawatan lanjutan sampai tali pusat sembuh dan benar-benar bersih.

Berikut beberapa parawatan tali pusar yang sudah terlepas:

  • Mencuci tangan sebelum mulai membersihkan area tali pusar bayi.
  • Bersihkan sisa kotoran atau cairan dengan menggunakan lap atau kapas basah, kemudian keringkan dengan hati-hati.
  • Mandi dengan spons agar tidak membasahi tali pusar, ini cukup 2-3 kali seminggu.
  • Pastikan untuk tidak menutup tali pusar bayi, karena dapat mencegahnya tetap kering.   
  • Tetap pakai baju tipis dan longgar agar tali pusar cepat mengering.
  • Lipat popok bayi bagian atas agar tidak menutupi tali pusar. Ini untuk mencegah iritasi dan infeksi.  

Baca Juga: Cara Memandikan Bayi yang Benar (Orang Tua Baru Wajib Tahu)

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika Bunda melihat tanda-tanda infeksi pada tali pusar bayi. Berikut tanda dan gejala yang perlu Bunda kenali:

  • Nanah (cairan kekuningan) yang terdapat di sekitar pangkal tali pusar dan berbau tidak sedap.
  • Kulit merah dan lembut di sekitar pangkal tali pusar.
  • Bayi menangis ketika Anda menyentuh tali pusar atau kulit di sekitarnya.
  • Demam.

Hubungi juga dokter jika Bunda melihat ada masalah lain pada area tali pusar, meliputi:

  • Benjolan merah lembap di pusar bayi yang berlangsung lebih dari 2 minggu setelah tali pusar terlepas. Ini mungkin sedikit jaringan berlebih yang disebut granuloma umbilikalis. Dokter dapat menangani masalah kecil ini.
  • Jaringan yang menggembung di sekitar pusar, biasanya terlihat setelah tali pusar terlepas. Ini mungkin hernia umbilikalis, yang biasanya akan hilang dengan sendirinya. Tetapi harus dipantau oleh dokter.

Berapa Lama Tali Pusar Sembuh?

Pusar batu akan sembuh total dalam beberapa hari. Setelah terlepas, area pusar mungkin berdarah atau sedikit mengeluarkan cairan. Namun, jika terasa lengket atau cairan keluar terus-menerus, itu mungkin terinfeksi dan harus memberi tahu dokter atau perawat.

Terkadang pusar tidak sembuh sepenuhnya dan jaringan merah lembap terbentuk di atas lokasi pusar, seringkali disertai adanya benjolan (granuloma). Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi harus meminta dokter atau perawat anak dan keluarga Anda untuk pemeriksaan.

 

  1. Anonim. 2020. Umbilical Cord Care. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-umbilical-cord#1 (Diakses pada 17 Juni 2021)
  2. Lewis, Rhona. 2020. The Umbilical Cord Fell Off, What Should I Do?. https://www.healthline.com/health/baby/umbilical-cord-fell-off (Diakses pada 17 Juni 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Infant and toddler health. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/umbilical-cord/art-20048250 (Diakses pada 17 Juni 2021)
  4. Norris, Taylor. 2018. Everything You Need to Know About Baby Belly Buttons. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-belly-button (Diakses pada 17 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi