10 Pantangan Sakit Campak yang Harus Dihindari (Anak & Dewasa)

pantangan-sakit-campak-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat Anda atau anggota keluarga mengalami penyakit campak, selain obat untuk mengobati campak, pertanyaan yang sudah pasti muncul adalah “apa saja pantangan sakit campak yang harus dihindari?”. Sama seperti jenis penyakit lainnya, memang ada sejumlah hal yang hendaknya tidak boleh dilakukan saat terkena campak agar kondisi campak tidak semakin parah.

Apa Itu Campak?

Campak adalah penyakit endemik yang disebabkan oleh infeksi virus dari famili paramyxovirus. Campak (Rubeola) adalah penyakit menular dan salah satu penyumbang angka kematian terbesar setiap tahunnya, meski jumlahnya kini terpantau mengalami penurunan semenjak program imunisasi campak mendapat perhatian khusus.

Penyakit campak ditandai oleh munculnya bercak kemerahan di sekujur tubuh. Penyakit ini mempunyai masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan sejak virus campak masuk ke dalam tubuh hingga dapat memunculkan gejala klinis) sekitar 1-2 minggu. Campak paling sering menyerang balita, meskipun tak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa. Campak bisa menyebabkan komplikasi yang parah apabila penyakit ini tidak segera ditangani.

Pantangan Penyakit Campak pada Dewasa

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami sakit campak, ada beberapa pantangan yang harus dihindari demi mencegah kondisi campak bertambah parah, pun mempercepat proses penyembuhannya. Berikut ini pantangan sakit campak yang perlu Anda ketahui:

1. Dilarang mandi apabila terkena campak

Mitos yang selama ini dipercaya yakni penderita campak sangat tidak disarankan untuk mandi agar kondisi campak yang dialami tidak bertambah parah. Mitos lainnya mengatakan bahwa mandi dapat membuat ruam menyebar dan menjadi bertambah banyak. Faktanya, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa mandi mempunyai dampak langsung terhadap perjalanan penyakit campak.

Campak memerlukan waktu 5-7 hari sampai ruam sembuh dan apabila dalam jangka waktu tersebut Anda tidak mandi, kulit dapat menjadi rentan terhadap infeksi.

Meskipun sedang mengalami sakit campak, Anda tetap dianjurkan untuk mandi agar tubuh tetap bersih dan bebas dari kuman. Apabila demam masih berlangsung, Anda dapat membasuh menggunakan handuk hangat tetapi jangan digosok terlalu keras.

2. Berada di tempat keramaian

Menghindari keramaian adalah pantangan sakit campak berikutnya yang sebaiknya Anda hindari. Apabila terkena campak, lebih baik Anda beristirahat di rumah dan tidak melakukan aktivitas yang berat karena selain untuk kembali meningkatkan daya tahan tubuh, berada di tengah keramaian berpotensi menyebabkan tubuh terpapar virus dan bakteri lainnya yang akan semakin memperparah kondisi campak yang sedang diderita.

Tak hanya itu, mengingat campak adalah penyakit menular, maka dengan menghindari keramaian, orang lain tidak harus menghadapi kemungkinan tertular penyakit campak yang tengah Anda alami. Penularan virus campak sangat mudah, yaitu melalui droplet infection saat penderita campak batuk dan bersin.

3. Menggunakan pakaian tebal

Menggunakan pakaian tebal saat terkena sakit campak dapat membuat tubuh menjadi semakin tidak nyaman. Karena pantangan penyakit campak pada dewasa untuk tidak memakai pakaian tebal, pilihlah jenis pakaian yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat. Selain lebih nyaman, mengenakan pakaian tipis dan mudah menyerap keringat dinilai cukup efektif dalam mengurangi rasa gatal yang lazim dirasakan saat campak.

4. Dehidrasi

Banyak-banyaklah minum air putih selama terserang campak agar membuat tubuh Anda tetap terhidrasi. Kekurangan cairan (dehidrasi) saat campak adalah pantangan sakit campak yang harus dihindari karena dehidrasi hanya akan memperparah kondisi campak, terutama rasa gatal yang semakin menjadi-jadi akibat kulit kering.

5. Menggaruk bagian tubuh yang gatal

Ruam kemerahan pada campak dapat disertai dengan gatal yang mendera tubuh saat campak memang sangat mengganggu. Namun, menggaruk tubuh yang terasa gatal pantangan penyakit campak pada dewasa, sangat tidak dianjurkan dan sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan luka pada kulit sehingga rentan terkena infeksi.

Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan obat anti-histamin sesuai dengan resep dokter untuk mengurangi gatal, menggunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

6. Mengonsumsi makanan tertentu

Campak adalah suatu infeksi virus yang menyerang penderita terutama dengan kekebalan tubuh yang rendah. Oleh karena itu, penting sekali untuk memerhatikan jumlah asupan gizi yang dikonsumsi untuk dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam memerangi campak.

Tidak ada larangan makanan khusus untuk penderita campak. Penyakit infeksi virus sering disertai dengan kurangnya nafsu makan. Pembatasan atau larangan makanan yang berlebihan dapat membuat Anda semakin tidak berselera untuk makan.

Walaupun demikian, Anda harus hindari makanan yang menambah iritasi tenggorokan. Salah satu gejala campak adalah batuk dan radang tenggorokan. Makanan yang digoreng dan makanan pedas dapat memperparah peradangan sehingga dapat memperlambat proses penyembuhan. Berikut ini adalah tips pola makanan yang dianjurkan untuk penderita campak:

  • Banyak minum air putih hangat untuk mencegah dehidrasi
  • Kebutuhan cairan juga dapat dicukupi dengan banyak mengonsumsi banyak jus buah-buahan segar
  • Makan makanan dengan gizi seimbang untuk mempercepat proses penyembuhan
  • Hindari makanan yang berminyak dan daging yang mengandung banyak lemak
  • Batasi konsumsi minuman soft drinks dan minuman yang mengandung kafein
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C dan vitamin A
  • Konsumsi suplemen yang mengandung Zinc untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh

Pantangan Penyakit Campak pada Anak

Meskipun orang dewasa juga sangat mungkin terkena campak, akan tetapi kasus campak lebih sering terjadi pada anak-anak. Khusus untuk anak yang mengalami campak, berikut ini ada beberapa pantangan penyakit campak pada anak yang perlu dihindari:

7. Hindari kontak dengan orang lain

Menghindari kontak dengan orang lain, terutama dengan anak lainnya yang rentan, karena dapat berisiko menularkan penyakit ini.

8. Hindari mandi air dingin

Pantangan penyakit campak pada anak selanjutnya adalah hindari air dingin. Usahakan mandi menggunakan air hangat terutama apabila demam pada anak belum kunjung turun.

9. Hindari minum susu

Sebaiknya susu dihindari saat anak mengalami campak. Namun, pengecualian pada penderita dalam tahap pemulihan.

Kenapa harus menghindari susu? Susu dapat meningkatkan cairan lendir pada saluran pernapasan. Ini dapat menyebabkan sulit bernapas, flu, batuk. Sebagai penggantinya, anak Anda bisa diberi jus buah yang tidak diberi pemanis tambahan atau gula.

10. Tetap di rumah

Saat anak mengalami campak sebaiknya dirumah saja, jangan dibawa keluar karena selain untuk menjaga kebersihan juga untuk menghindari penularan pada orang lain. Dan hindari pula terkena paparan cahaya yang terlalu silau.

Kenali Gejala Campak

Gejala campak tidak langsung muncul begitu virus berhasil menginfeksi tubuh, melainkan beberapa hari setelahnya (sekitar 1-2 minggu). Sakit campak ditandai oleh sejumlah ciri atau gejala awal yang meliputi:

  • Demam tinggi, dapat mencapai >40 derajat celcius
  • Flu (bersin, batuk)
  • Mata memerah dan berair
  • Mata sensitif terhadap paparan cahaya
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri pada otot dan persendian
  • Terasa lesu dan mudah lelah

Setelah gejala awal, maka yang terjadi selanjutnya adalah gejala lanjutan, berupa:

  • Muncul bintik putih pada mulut dan tenggorokan, yang disebut sebagai Koplik spot, merupakan tanda khas penyakit ini.
  • Muncul ruam berwarna kemerahan di sekitar kepala, telinga, leher, dan menyebar ke seluruh anggota tubuh lainnya
  • Pembesaran kelenjar getah bening

Selain gejala-gejala di atas, mungkin saja ada gejala lainnya yang menjadi pertanda serangan campak. Segera kunjungi dokter terkait manakala mengalami gejala-gejala tersebut agar dapat segera dilakukan penanganan medis.

Pengobatan Sakit Campak

Selain menghindari pantangan sakit campak, penderita campak juga akan diberikan sejumlah obat-obatan tertentu oleh dokter yang menangani. Umumnya, dokter akan memberikan obat berupa ibuprofen dan paracetamol untuk meredak demam dan nyeri. Terkecuali, anak di bawah 16 tahun yang tidak bisa diberikan paracetamol guna menghindari Reye’s Syndrome.

Apabila ditemukan infeksi lain yang menyertai campak, pemberian obat antibiotik juga mungkin dilakukan oleh dokter. Terakhir, pasien akan diberikan vitamin A dengan dosis sesuai umur untuk mempercepat proses penyembuhan campak.

  • 000 IU/hari PO 2 dosis (bayi <6 bulan)
  • 000 IU/hari PO 2 dosis (bayi 6-11 bulan)
  • 000/hari PO 2 dosis (anak usia >1 tahun)

Itu dia informasi seputar pantangan penyakit campak pada anak dan dewasa yang perlu Anda ketahui. Pencegahan campak berupa imunisasi campak kiranya mutlak untuk Anda lakukan guna melindungi buah hati tercinta dari serangan penyakit mematikan ini. Semoga bermanfaat ya, Teman Sehat!

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia.