6 Pantangan Sakit Campak yang Harus Dihindari (Anak & Dewasa)

pantangan-sakit-campak-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat Anda atau anggota keluarga mengalami penyakit campak, selain obat untuk mengobati campak, pertanyaan yang sudah pasti muncul adalah “apa saja pantangan sakit campak yang harus dihindari?”. Sama seperti jenis penyakit lainnya, memang ada sejumlah hal yang hendaknya tidak boleh dilakukan saat terkena campak agar kondisi campak tidak semakin parah.

Apa Itu Campak?

Campak adalah penyakit endemik yang disebabkan oleh infeksi virus dari famili paramyxovirus. Campak (Rubeola) adalah penyakit menular dan salah satu penyumbang angka kematian terbesar setiap tahunnya, meski jumlahnya kini terpantau mengalami penurunan semenjak program imunisasi campak mendapat perhatian khusus.

Penyakit campak ditandai oleh munculnya bercak kemerahan di sekujur tubuh. Akan tetapi, gejala ini tidak langsung muncul begitu tubuh terinfeksi virus campak, melainkan sekitar 1-2 minggu setelahnya dan terjadi maksimal 10 hari. Campak utamanya menyerang balita, meskipun tak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa. Campak bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Pantangan Sakit Campak yang Harus Dihindari

Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami sakit campak, ada beberapa pantangan yang harus dihindari demi mencegah kondisi campak bertambah parah, pun mempercepat proses penyembuhannya. Berikut ini pantangan sakit campak yang perlu Anda ketahui.

1. Mandi Menggunakan Air Dingin

Mitos yang selama ini dipercaya yakni penderita campak sangat tidak disarankan untuk mandi agar kondisi campak yang dialami tidak bertambah parah. Faktanya, mandi bukanlah pantangan sakit campak yang harus dihindari.

Namun, disarankan agar mandi menggunakan air hangat alih-alih air dingin. Mandi menggunakan air dingin inilah yang mungkin menjadi pantangan sakit campak, baik pantangan penyakit campak pada anak, maupun pantangan penyakit campak dewasa.

Meskipun sedang mengalami sakit campak, Anda tetap harus mandi agar tubuh tetap bersih dan bebas dari kuman. Cara mandinya pun sebaiknya hanya sebatas membasuh badan dan jangan digosok terlalu keras.

2. Berada di Tempat Keramaian

Menghindari keramaian adalah pantangan sakit campak berikutnya yang sebaiknya Anda hindari. Berada di tengah keramaian berpotensi menyebabkan tubuh terpapar virus dan bakteri lainnya yang akan semakin memperparah kondisi campak yang sedang diderita.

Tak hanya itu, mengingat campak adalah penyakit menular, maka dengan menghindari keramaian, orang lain tidak harus menghadapi kemungkinan tertular penyakit campak yang tengah Anda alami. Penularan virus campak sangat mudah, bisa melalui sentuhan fisik atau bahkan saat batuk dan bersin.

3. Menggunakan Pakaian Tebal

Menggunakan pakaian tebal saat terkena sakit campak dapat membuat tubuh menjadi semakin tidak nyaman. Alih-alih memakai pakaian tebal, pilihlah jenis pakaian yang berbahan tipis dan mudah menyerap keringat. Selain lebih nyaman, mengenakan pakaian tipis dan mudah menyerap keringat dinilai cukup efektif dalam mengurangi rasa gatal yang lazim dirasakan saat campak.

4. Dehidrasi

Banyak-banyaklah minum air putih selama terserang campak agar membuat tubuh Anda tetap terhidrasi. Kekurangan cairan (dehidrasi) saat campak adalah pantangan sakit campak yang harus dihindari karena dehidrasi hanya akan memperparah kondisi campak, terutama rasa gatal yang semakin menjadi-jadi akibat kulit kering.

5. Menggaruk Bagian Tubuh yang Gatal

Rasa gatal yang mendera tubuh saat campak memang sangat mengganggu. Namun, menggaruk tubuh yang terasa gatal juga bukan keputusan yang tepat, bahkan aktivitas ini dapat dikategorikan sebagai pantangan penyakit campak dewasa dan anak yang sebaiknya dihindari.

Guna meredakan rasa gatal saat campak, gunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat dan jaga tubuh tetap terhidrasi.

6. Mengonsumsi Makanan Tertentu

Ada sejumlah golongan makanan yang menjadi pantangan penyakit campak untuk Anda hindari sebisa mungkin agar kondisi campak tidak semakin parah. Makanan-makan tersebut di antaranya:

  • Makanan Asin

Makanan yang mengandung kadar garam tinggi juga alangkah baiknya tidak dikonsumsi selama menderita sakit campak. Makanan asin menjadi salah satu pantangan sakit campak, baik pantangan penyakit campak pada anak dan pantangan penyakit campak dewasa karena garam ditengarai dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, pun merusak keseimbangan kadar elektrolit sehingga periode inkubasi virus jadi lebih lama.

  • Makanan yang Digoreng

Campak berdampak pada pembengkakan saluran pernapasan, pun radang tenggorokan. Mengonsumsi makanan yang digoreng hanya akan melukai tenggorokan. Terlebih lagi, jika campak disertai dengan gejala batuk, maka segala bentuk makanan goreng tidak boleh dikonsumsi jika tak ingin keadaan bertambah parah.

  • Susu

Kecuali penderita campak sudah memasuki tahap pemulihan, mengonsumsi susu saat campak sebaiknya tidak dilakukan. Susu disinyalir justru akan meningkatkan konsentrasi cairan lendir pada tenggorokan sehingga membuat penderitanya jadi lebih sulit untuk bernapas, pun menimbulkan gejala batuk yang semakin parah.

Alih-alih susu, Anda bisa mengganti dengan minuman sehat lainnya seperti jus buah, dengan catatan jus buah tidak diberi gula atau kental manis untuk menambah cita rasanya.

  • Telur

Sensasi gatal dan timbulnya ruam pada kulit penderita campak ditengarai akan semakin parah jika mengonsumsi telur. Hal ini karena saat penderita campak mengalami periode inkubasi, sistem imun cenderung jadi lebih sensitif sehingga berpotensi memicu terjadinya reaksi alergi telur.

Selain gatal dan ruam yang semakin parah, penderita campak yang mengonsumsi telur juga kemungkinan akan mengalami gangguan pernapasan akibat reaksi alergi telur ini.

Pantangan Penyakit Campak pada Anak

Meskipun orang dewasa juga sangat mungkin terkena campak, akan tetapi kasus campak lebih sering terjadi pada anak-anak. Khusus untuk anak yang mengalami campak, berikut ini ada beberapa pantangan penyakit campak pada anak yang perlu dihindari:

  • Keluar rumah
  • Terkena paparan cahaya yang terlalu silau
  • Kontak langsung dengan orang lain
  • Mandi dengan air dingin
  • Mengonsumsi makanan mengandung pemanis buatan

Kenali Gejala Campak

Gejala campak tidak langsung muncul begitu virus berhasil menginfeksi tubuh, melainkan beberapa hari setelahnya (sekitar 1-2 minggu). Sakit campak ditandai oleh sejumlah ciri atau gejala awal yang meliputi:

  • Demam tinggi >40 derajat celcius
  • Flu (bersin, batuk)
  • Mata memerah dan berair
  • Nafsu makan menurun
  • Sensitif terhadap paparan cahaya

Setelah gejala awal, maka yang terjadi selanjutnya adalah gejala lanjutan, berupa:

  • Muncul bintik putih pada mulut dan tenggorokan
  • Muncul ruam berwarna kemerahan di sekitar kepala, telinga, leher, dan menyebar ke seluruh anggota tubuh lainnya

Selain gejala-gejala di atas, mungkin saja ada gejala lainnya yang menjadi pertanda serangan campak. Segera kunjungi dokter terkait manakala mengalami gejala-gejala tersebut agar dapat segera dilakukan penanganan medis.

Pengobatan Sakit Campak

Selain menghindarai pantangan sakit campak, penderita campak juga akan diberikan sejumlah obat-obatan tertentu oleh dokter yang menangani. Umumnya, dokter akan memberikan obat berupa ibuprofen dan paracetamol untuk meredak demam dan nyeri. Terkecuali, anak di bawah 16 tahun yang tidak bisa diberikan paracetamol guna menghindari Reye’s Syndrome.

Apabila ditemukan infeksi lain yang menyertai campak, pemberian obat antibiotik juga mungkin dilakukan oleh dokter. Terakhir, pasien akan diberikan vitamin A dengan dosis sesuai umur untuk mempercepat proses penyembuhan campak.

  • 50.000 IU/hari PO 2 dosis (bayi <6 bulan)
  • 100.000 IU/hari PO 2 dosis (bayi 6-11 bulan)
  • 200.000/hari PO 2 dosis (anak usia >1 tahun)

Itu dia informasi seputar pantangan campak yang perlu Anda ketahui. Pencegahan campak berupa imunisasi campak kiranya mutlak untuk Anda lakukan guna melindungi buah hati tercinta dari serangan penyakit mematikan ini. Semoga bermanfaat!