Terbit: 29 Juli 2021 | Diperbarui: 30 Juli 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada pantangan makanan setelah kemoterapi yang harus pasien patuhi agar pengobatan kanker berjalan efektif. Jika tidak mematuhinya, pengobatan hanya akan sia-sia. Lantas apa saja makanan yang harus pasien kemo hindari? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

10 Pantangan Makanan setelah Kemoterapi yang Harus Dipatuhi!

Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan untuk kanker dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Ada berbagai jenis obat untuk kemoterapi, tetapi semuanya bekerja dengan cara yang sama. Obat-obatan ini berfungsi menghentikan reproduksi sel kanker, yang mencegahnya tumbuh dan menyebar di dalam tubuh.

Pantangan Makanan setelah Kemoterapi

Ahli onkologi atau perawat onkologi mungkin akan memberi tahu pasien tentang makanan tertentu yang menjadi pantangan selama menjalani kemoterapi. Ini terutama makanan yang berisiko mengandung bakteri penyebab keracunan makanan, di sisi lain pasien kemo biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Imun lemah berisiko tinggi terserang berbagai penyakit.

Berikut ini beberapa pantangan makanan setelah kemoterapi:

1. Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Menghindari produk susu yang tidak melalui pasteurisasi penting untuk pasien kemo agar terhindar dari bakteri. Pasteurisasi adalah teknik sterilisasi makanan untuk membunuh organisme penyebab penyakit, termasuk bakteri, virus, protozoa, kapang, dan khamir.

Produk susu yang yang harus pasien kemo hindari seperti yoghurt susu mentah, keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi, seperti blue-veined (sejenis blue cheese), Brie, Camembert, feta, keju kambing, dan queso fresco/blanco.

2. Telur Setengah Matang

Jika masak telur dan kuning telurnya masih setengah matang, jangan memakannya! Sebaiknya masak kembali hingga matang. Begitu pun ketika di restoran dan telur yang Anda pesan masih kurang matang. Kuning telur mentah berisiko mengandung bakteri salmonella yang menyebabkan keracunan makanan.

3. Makanan Laut yang Mentah

Beberapa makanan laut mentah misalnya tiram (kerang), sebagian besar jenis sushi dan sashimi, dan jenis makanan laut mentah atau setengah matang lainnya menjadi pantangan makanan setelah kemoterapi. Hal ini karena makan ikan mentah berisiko mengalami keracunan makanan akibat bakteri, termasuk listeria, salmonella, vibrio, dan clostridium. Kerang juga dapat membawa virus hepatitis A.

Beberapa jenis ikan laut, baik mentah maupun matang, karena mungkin mengandung kadar merkuri yang tinggi. Paparan merkuri yang tinggi menyebabkan kerusakan saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

4. Daging Mentah

Tidak hanya daging ikan laut, daging sapi mentah atau setengah matang (terutama daging giling). Makan daging mentah berisiko tertular penyakit bawaan makanan dengan kata lain keracunan makanan. Hal ini karena daging mentah rentan terkontaminasi bakteri, virus, racun, dan parasit.

5. Buah dan Sayuran Segar yang Tidak Dicuci

Buah-buahan dan dan sayuran berdaun seperti melon, selada, atau mentimun terkait dengan wabah penyakit bawaan makanan akibat bakteri Escherichia Coli (E. Coli) dan salmonella. Bahkan campuran salad dan sayuran siap makan harus kembali dicuci dan mengupasnya dengan hati-hati, jika memungkinkan.

Seperti yang sudah kita ketahui bakteri tersebut berbahaya bagi kesehatan, sehingga menjadi pantangan makanan setelah kemoterapi!

Baca Juga: Manfaat Kemoterapi & Efek Sampingnya (Tidak Hanya untuk Kanker)

6. Madu Mentah dan Produk Terkait

Produk madu mentah juga dapat membawa racun botulisme yang membuat Anda sakit. Botulisme adalah keracunan serius akibat racun dari bakteri Clostridium botulinum. Ini juga menjadi alasan yang sama mengapa bayi tidak boleh mengonsumsi madu.

7. Keju Berjamur

Jenis keju yang berjamur putih di bagian luarnya adalah keju brie, dan juga keju biru dengan bintik jamur yang berwarna biru di bagian luarnya sehingga dinamakan blue cheese. Jamur ini memberi rasa dan warna pada keju. Oleh karenanya, pasien kemo dengan imun yang lemah harus menghindari kedua jenis keju ini karena kandungan jamur tersebut.

8. Makanan dari Kaleng Penyok

Meskipun kaleng makanan sedikit penyok tampak terlihat masih aman, tetapi penyok pada kaleng sebenarnya dapat membahayakan keutuhan isi makanan kaleng dan memungkinkan bakteri terbentuk di dalamnya. Untuk itu, ini menjadi salah satu pantangan bagi pasien kemo.

9. Kacang Mentah dan Selai Kacang

Kacang mentah, terutama kacang tanah, bisa terkontaminasi bakteri yang berisiko membahayakan kesehatan, seperti E. Coli dan Salmonella. Selai kacang juga bisa terkontaminasi bakteri Salmonella, yang menyebabkan beberapa gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Oleh karena itu, pasien kemo harus menghindarinya.

10. Makanan Lainnya

Selain makanan dan minuman yang telah disebutkan di atas, ada jenis makanan lainnya yang menjadi pantangan makanan setelah kemoterapi. Makanan ini antara lain ikan asap, salami mentah yang diawetkan kering, hot dog dingin, jus atau sari buah yang tidak dipasteurisasi, kecambah mentah, dan makanan cepat saji.

Baca Juga: 13 Efek Kemoterapi yang Harus Diwaspadai

Mengapa Beberapa Makanan Dilarang Setelah Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Inilah alasan mengapa harus menghindari makanan tertentu sampai kekebalan tubuh kembali berfungsi dengan baik dan kembali meningkat.

Kebanyakan orang mengalami neutropenia terkait dengan kemoterapi. Neutropenia kondisi di mana berkurangnya jumlah sel darah putih (neutrofil). Ini adalah sel darah putih untuk melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Ketika makan makanan yang mengandung bakteri berbahaya, bisanya sel darah putih melawannya bekteri barbahaya dan Anda mungkin tidak menyadari keberadaannya.

Makanan tertentu seperti makanan mentah atau kurang matang, benar-benar berisiko membuat membuat seseorang sakit. Jika sistem kekebalan tubuh sudah berjuang mengatasi kondisi lain, penyakitnya bisa menjadi lebih serius daripada diare atau sakit perut.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, berisiko mengalami penyakit parah, rawat inap, dan bahkan kematian meningkat dengan salah satu penyakit bawaan makanan.

Kondisinya tidak hanya infeksi biasa yang lebih buruk daripada yang seharusnya, tetapi pasien lebih cenderung mengembangkan infeksi yang bahkan jika sistem kekebalan dalam keadaan baik.

paket obat isolasi mandiri doktersehat

 

  1. Anonim. 2020. Chemotherapy. https://www.nhs.uk/conditions/chemotherapy/what-happens/ (Diakses pada 29 Juli 2021)
  2. Bauer, Amber. 2014. Foods to Avoid During Cancer Treatment. https://www.cancer.net/blog/2014-04/foods-avoid-during-cancer-treatment (Diakses pada 29 Juli 2021)
  3. Wilkinson, Julie. 2020. Foods to Avoid During Chemotherapy. https://www.verywellhealth.com/what-not-to-eat-during-chemo-797403 (Diakses pada 29 Juli 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi