Terbit: 21 Desember 2020 | Diperbarui: 22 Desember 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada beberapa pantangan makanan autoimun seperti makanan manis, produk susu, makanan gluten, telur, nasi, dan lainnya. Ketahui apa saja pantangan makanan penderita autoimun dalam pembahasan ini. 

10 Pantangan Makanan Autoimun, Panduan Lengkap!

Pantangan Makanan Autoimun

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh (imun) yang seharusnya bekerja untuk menyerang infeksi malah menyerang sel-sel sehat tubuh. Akibatnya, penderita autoimun akan mengalami gejala umum seperti nyeri sendi, kerusakan jaringan, masalah saraf, diare, dan gangguan lainnya tergantung pada jenis autoimun yang diderita. 

Maka dari itu, penderita autoimun harus menjaga pola makan yang benar agar tidak memicu serangan autoimun atau mengurangi peradangan akibat penyakit autoimun tersebut. Protokol kesehatan ini disebut dengan istilah diet autoimmune protocol (AIP). Pasien autoimun harus membatasi jenis makanan tertentu untuk mengontrol respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. 

Berikut ini jenis makanan yang tidak boleh dimakan penderita autoimun: 

1. Sayuran Nightshade 

Contoh sayuran nightshade adalah terong, tomat, kentang, paprika, tomatillo, dan lainnya. Jenis sayuran ini memang tinggi vitamin, namun juga mengandung alkaloid, lektin, dan solanin yang dicurigai dapat memperburuk gejala peradangan akibat kondisi autoimun. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Berdasarkan penelitian tahun 2010 yang dilakukan pada tikus dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau gangguan pencernaan akibat kondisi autoimun, konsumsi alkaloid di dalam kentang meningkatkan peradangan usus. Maka dari itu, pasien autoimun sebaiknya mengurangi konsumsi jenis sayuran nightshade.

2. Makanan dan Minuman Manis 

Makanan tinggi gula atau makanan manis dapat memperburuk gejala penyakit autoimun seperti penyakit Crohn, berdasarkan penelitian tahun 2019 yang dilakukan pada tikus. Gula yang terlalu banyak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan gejala peradangan, dan memicu serangan autoimun. 

Pasien autoimun sebaiknya membatasi atau tidak makan olahan yang mengandung banyak gula, termasuk gula tebu, sirup jagung, permen, soda, manisan, kue manis, dan sebagainya. Makanan dengan pemanis seperti seperti stevia, manitol, dan xylitol juga sebaiknya dibatasi. Anda mungkin harus konsultasi dengan dokter untuk memastikan batas toleransi gula dalam tubuh Anda yang aman. 

Baca Juga: Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

3. Susu dan Produk Olahan Susu 

Dalam beberapa kasus, pasien autoimun memiliki sistem pencernaan yang sensitif terhadap produk susu atau olahan susu. Setelah mengonsumsi susu, mereka memiliki risiko masalah usus, sendi, kulit, dan ketidakseimbangan sistem kekebalan.  

Bila Anda memiliki kondisi intoleransi laktosa dan autoimun juga, sebaiknya sama sekali tidak mengonsumsi susu dan produk olahan susu termasuk keju, yogurt, mentega, butter, atau krim susu. Cari produk pengganti yang aman untuk penderita intoleransi laktosa. 

4. Makanan Tinggi Kolesterol dan Lemak Jenuh 

Lupus adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang cukup berbahaya. Pasien lupus memiliki risiko penyakit jantung 50 kali lipat lebih tinggi, sehingga mereka harus membatasi dan bahkan tidak mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh yang merupakan pemicu penyakit jantung. 

Makanan tinggi kolesterol adalah gorengan, daging merah, produk susu, dan ketahui lebih banyak di sini. Pasien lupus harus mengonsumsi makanan sehat yang mengikuti aturan diet autoimmune protocol (AIP). 

5. Makanan Mengandung Gluten 

Pantangan makanan penderita autoimun selanjutnya adalah makanan gluten seperti pasta, roti, donat, pizza, dan lainnya. Gluten adalah protein yang terdapat di makanan yang mengandung tepung dan gula. 

Pasien penyakit celiac —salah satu jenis penyakit autoimun— tidak boleh mengonsumsi makanan gluten. Pasien celiac akan mengalami gejala sakit perut, diare, ruam kulit, dan masalah saraf bila mengonsumsi makanan gluten. 

6. Alergen Seperti Telur atau Kacang-kacangan

Penderita autoimun juga sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi makanan alergan seperti, telur, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Apabila Anda memiliki alergi tersebut, reaksi alergi bisa memicu respon imun dan serangan autoimun. 

Jadi, sebaiknya berhati-hati bila ingin makan nasi, gandum, oat, barley, gandum hitam, lentil, buncis, kacang polong, kacang tanah, tahu, tempe, atau makanan lain yang terbuat dari bahan makanan tersebut. 

Baca Juga: 16 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi dan Patut Diwaspadai!

7. Bawang Putih 

Salah satu pantangan makanan autoimun lupus adalah bawang putih. Bawang putih mengandung zat aktif seperti allicin, ajoene, dan thiosulfinates yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh (sel darah putih) untuk melawan penyakit. 

Kandungan tersebut sangat bagus untuk orang sehat, namun bisa berbahaya bagi penderita lupus. Peningkatan sistem kekebalan tubuh pada pasien lupus bisa menyebabkan serangan autoimun. Pada beberapa kasus pasien lupus, konsumsi bawang putih sedikit saja dapat menyebabkan masalah kesehatan. 

8. Alfalfa 

Alfalfa adalah tanaman herbal yang mengandung asam amino jenis L-canavanine. Manfaat alfalfa adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada pasien autoimun, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat herbal atau vitamin lain yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh karena ada kehkawatiran bahwa vitamin tersebut malah akan meningkatkan gejala serangan autoimun. 

9. Echinacea 

Echinacea adalah bahan herbal yang banyak terkandung dalam suplemen peningkat sistem imun. Pada pasien autoimun, kandungan ini mungkin akan menyebabkan peradangan dan serangan autoimun. 

Baca Juga: 10 Manfaat Bunga Echinacea untuk Kesehatan, Bisa Cegah Kanker Payudara!

10. Makanan Lainnya 

Berikut ini pantangan makanan autoimun lainnya: 

  • Makanan dengan zat aditif dan pewarna buatan.
  • Lemak trans seperti junk food atau makanan dalam kemasan. 
  • Minuman tertentu seperti kopi dan alkohol. 
  • Makanan dengan bahan pengawet.

Itulah pembahasan tentang pantangan makanan autoimun. Pasien autoimun harus konsumsi makanan sehat dan seimbang sesuai dengan kondisinya. Konsultasi pada dokter untuk pola makan yang tepat untuk pasien autoimun agar tidak memicu peradangan dan gejala serangan autoimun. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Alternative DrMCare. 2020. 5 Foods to Avoid If You Have Autoimmune Disease. https://www.alternativedrmcare.com/foods-avoid-autoimmune-disease/. (Diakses pada 21 Desember 2020). 
  2. Infusion Associates. 2020. The Best Diet for Lupus: What to Eat & Foods to Avoid. https://infusionassociates.com/lupus-diet/. (Diakses pada 21 Desember 2020). 
  3. Petre, Alina, MS, RD (NL). 2020. AIP (Autoimmune Protocol) Diet: Overview, Food List, and Guide. https://www.healthline.com/nutrition/aip-diet-autoimmune-protocol-diet. (Diakses pada 21 Desember 2020). 
  4. Younghans, Samantha Faragalli. 2020. The Foods To Eat and Avoid If You Have an Autoimmune Disease. https://www.eatthis.com/autoimmune-disease-diet-foods/. (Diakses pada 21 Desember 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi