Terbit: 31 Agustus 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pantangan makanan agar cepat hamil penting diketahui bagi pasangan yang ingin segera memiliki momongan. Selain makanan, terdapat juga minuman yang sebaiknya dihindari jika Anda ingin hamil. Simak penjelasan mengenai pantangan makanan dan minuman agar cepat hamil, selengkapnya di bawah ini.

Pantangan Makanan agar Cepat Hamil yang Harus Diketahui Pria & Wanita

Pantangan Makanan agar Cepat Hamil

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah melakukan banyak penelitian tentang pola diet dan makanan tertentu yang harus dipertimbangkan oleh calon orang tua untuk meningkatkan peluang pembuahan. Berikut adalah beberapa pantangan makanan dan minuman agar cepat hamil yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Daging Merah dan Daging Olahan

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan olahan yang tinggi, seperti daging sapi, bacon, dan sosis, kemungkinan merupakan kontributor makanan penyebab infertilitas pada semua jenis kelamin.

Sebuah studi meneliti informasi kesehatan dari 141 pria yang menjalani fertilisasi in vitro dengan pasangan wanitanya, khususnya prosedur yang disebut intracytoplasmic sperm injection (ICSI). Hasilnya mengungkapkan, seringnya asupan daging olahan terkait dengan rendahnya proses pembuahan.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa asupan protein hewani yang tinggi juga dapat dikaitkan dengan hasil menurunnya tingkat kesuburan. Satu studi lain menemukan bahwa wanita yang memenuhi skor ‘diet kesuburan’ tinggi, yang mencakup lebih banyak protein nabati daripada protein hewani, memiliki tingkat infertilitas yang lebih rendah karena gangguan ovulasi.

2. Makanan Ultra Proses

Beberapa penelitian mengaitkan diet tinggi karbohidrat ultra proses (termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi) dengan sedikit penurunan kesuburan pada beberapa orang. Tingkat kesuburan juga bisa bertambah turun jika dibarengi dengan diet rendah serat dan gula tambahan.

Jika makanan memiliki indeks glikemik (IG) tinggi, itu berarti bisa memicu lonjakan gula darah yang lebih signifikan setelah Anda memakannya, dibandingkan dengan makanan yang memiliki indeks glikemik lebih rendah.

Beberapa contoh makanan IG tinggi termasuk roti putih, pasta, kerupuk putih, makanan penutup, makanan yang dipanggang, dan makanan ringan kemasan lainnya yang diproses.

Meski begitu, makanan dengan IG tinggi tidak secara otomatis menjadi penyebab penurunan kesuburan. Sifat rendah serat dan tinggi gula tambahan dari makanan ini lebih cenderung memengaruhi kesuburan secara negatif.

Baca Juga: 10 Makanan untuk Kesuburan Pria (Meningkatkan Kualitas Sperma)

3. Makanan yang Dipanggang

Pantangan makanan agar cepat hamil berikutnya yang harus dihindari adalah berbagai makanan yang diolah dengan cara dipanggang. Makanan yang dipanggang seperti pastry, donat, kue, terutama yang digoreng atau mengandung margarin, mungkin mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang tinggi. Mengonsumsi jenis lemak ini dikaitkan dengan masalah kesuburan yang lebih tinggi.

Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi lemak trans daripada makanan yang mengandung karbohidrat sehat, dikaitkan dengan risiko gangguan ovulasi 73 % lebih tinggi, kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas.

Secara keseluruhan, diet yang menekankan lemak tak jenuh tunggal daripada lemak trans dikaitkan dengan hasil kesuburan yang lebih baik.

4. Ikan yang Mengandung Tinggi Merkuri

Beberapa jenis ikan ternyata termasuk ke dalam pantangan makanan agar cepat hamil. Ikan jenis air dingin seperti salmon dan sarden adalah sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik karena membantu perkembangan otak janin.

Akan tetapi, ikan ini juga bisa mengandung merkuri, senyawa kimia yang dapat mengganggu perkembangan otak janin yang sedang berkembang. Bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan, merkuri akan menurunkan peluang Anda untuk hamil. Selain itu, hindari konsumsi ikan dengan tingkat racun yang tinggi seperti seperti ikan todak, tilefish, king mackerel, dan hiu.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Minuman Berkafein

Meski minuman berkafein termasuk dalam pantangan, Anda tidak harus berhenti untuk mengonsumsinya. Mengurangi jumlah cangkir yang dikonsumsi per hari adalah langkah yang tepat. Batas aman mengonsumsinya adalah maksimal dua cangkir setiap hari.

Sebuah penelitian dari American Society for Reproductive Medicine menunjukkan bahwa, minum lebih dari lima cangkir kopi sehari dikaitkan dengan penurunan kesuburan. Sedangkan jika Anda sudah hamil, minum lebih dari 200 mg kafein sehari (setara dengan dua cangkir kopi) dapat meningkatkan risiko keguguran.

6. Konsumsi Alkohol Terlalu Banyak

Jika Anda berencana hamil, sebaiknya hindari konsumsi minuman beralkohol. Meskipun tidak jelas secara pasti bagaimana alkohol memengaruhi kesuburan, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari dua minuman sehari dapat menurunkan tingkat kesuburan dan meningkatkan waktu yang dibutuhkan pasangan untuk hamil.

Jadi, jika Anda sedang mencoba untuk memiliki bayi, minumlah hanya sesekali. Namun saat Anda hamil, minuman beralkohol harus dihindari sama sekali, tidak ada jumlah yang dianggap aman ketika ada janin di dalam rahim.

Baca Juga: 11 Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita

7. Konsumsi Minuman Pemanis Buatan Berlebih

Para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita yang secara teratur mengonsumsi minuman manis (konsumsi setidaknya 7 kali per minggu) membuat tingkat kesuburannya mengalami penurunan.

Soda manis dan minuman energi memiliki efek terburuk, dibandingkan dengan soda diet dan jus buah, yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan kesuburan. Studi lain menemukan bahwa konsumsi minuman manis yang lebih tinggi dikaitkan dengan jumlah total sel telur matang dan dibuahi yang lebih rendah.

8. Produk Olahan Susu Tertentu

Kandungan lemak produk olahan susu tampaknya memiliki efek kesuburan pada jenis kelamin tertentu. Seperti produk susu rendah lemak dan skim dapat mendukung kesuburan di kalangan pria, sedangkan produk susu penuh lemak dikaitkan dengan efek sebaliknya.

Sementara itu, konsumsi produk olahan susu yang tinggi, seperti keju dan susu, telah dikaitkan dengan kualitas air mani yang lebih rendah dalam beberapa penelitian. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk olahan susu rendah lemak dapat mendukung kesuburan pria, sementara susu murni dapat dikaitkan dengan peningkatan kesuburan wanita.

Meski begitu, diperlukan lebih banyak penelitian tentang efek konsumsi susu dan kesuburan, tetapi penelitian observasional saat ini menunjukkan bahwa beberapa produk susu penuh lemak dapat bermanfaat bagi kesuburan wanita, sementara produk susu rendah lemak mungkin lebih baik untuk kesuburan pria.

Nah, itulah berbagai pantangan makanan dan minuman agar cepat hamil yang harus Anda perhatikan. Sejauh ini, tidak ada bukti konklusif bahwa makanan atau minuman tertentu dapat membuat Anda lebih subur, akan tetapi mempertahankan berat badan dan gaya hidup yang sehat dapat membantu meningkatkan peluang untuk hamil.

 

  1. Panoff, Lauren. 2021. 5 Foods to Avoid When Trying to Get Pregnant. https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-avoid-when-trying-to-get-pregnant. (Diakses pada 31 Agustus 2021).
  2. Zore, Temeka. 2020. 10 Things to Avoid When Trying to Conceive. https://www.thebump.com/a/what-to-avoid-when-trying-to-conceive. (Diakses pada 31 Agustus 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi