Terbit: 18 Juni 2021 | Diperbarui: 22 Juni 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Penyakit pada kelenjar getah bening (KGB) umumnya disebabkan oleh limfadenitis dan limfadenopati. Kedua kondisi tersebut umumnya disebabkan karena peradangan atau respon terhadap infeksi bakteri sehingga tidak memiliki pantangan, khususnya dalam hal makanan. Namun, jika gangguan kelenjar getah bening disebabkan oleh keganasan kelanjar getah bening semisal limfoma maligna ataupun keganasan lain yang menyebar ke kelenjar getah bening (metastase), terdapat sejumlah pantangan kelenjar getah bening yang harus Anda patuhi.

Pantangan Penyakit Kelenjar Getah Bening yang Wajib Anda Tahu

Memahami Fungsi Kelenjar Getah Bening

Sebelum membahas mengenai apa pantangan kelenjar getah bening, penting untuk dipahami bahwa kelenjar ini merupakan bagian dari sistem limfatik yang mempunyai peran penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh. Kelenjar ini terdapat di beberapa bagian tubuh seperti selangkangan, ketiak, dan leher.

Sementara, pembengkakan pada kelenjar getah bening adalah kondisi di mana kelenjar mengalami pembesaran karena reaksi terhadap banyaknya sel imun yang dihasilkan kelenjar getah bening untuk melawan berbagai zat yang membahayakan tubuh.

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah kanker darah yang dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Limfoma bermula saat sel kanker menyerang salah satu sel darah putih (limfosit) yang berfungsi melawan infeksi.

Limfosit adalah sel darah putih yang berfungsi untuk membunuh virus dan bakteri. Saat limfosit berubah, berkembang, dan menyebar secara tidak normal, hal ini dapat menyebabkan terjadinya limfoma maligna.

Limfoma sendiri dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Perbedaan utamanya terletak pada jenis sel limfosit yang diserang kanker.

Limfoma dan Kaitannya dengan Pantangan Kelenjar Getah Bening

Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi selama dan setelah perawatan limfoma dapat membantu Anda merasa lebih baik, menjaga kekuatan, dan mempercepat pemulihan. Beberapa pantangan kelenjar getah bening umum yang perlu Anda ketahui, di antaraya:

  • Menghindari makanan yang diawetkan, menggunakan pewarna, perasa buatan, atau zat kimia tambahan lainnya.
  • Hindari daging yang mengandung hormon.
  • Menghindari sayur yang menggunakan pestisida.
  • Hindari konsumsi makanan yang tidak segar atau yang dipanaskan berulang kali.

Selama menjalani perawatan limfoma, tubuh Anda mungkin lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi yang ditularkan melalui makanan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu mengurangi risiko infeksi, antara lain:

  • Sering mencuci tangan dan membersihkan semua peralatan yang digunakan untuk memasak.
  • Hindari makan daging mentah, telur, kecambah, dan sushi.
  • Hindari susu, keju, dan jus yang tidak dipasteurisasi.
  • Rajin memeriksa makanan untuk melihat tanggal kedaluwarsa.

Pilihan Asupan yang Baik untuk Kelenjar Getah Bening

Setelah Anda mengetahui berbagai pantangan kelenjar getah bening seperti di atas, hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah meningkatkan asupan makanan sehat untuk membantu menjaga tubuh tetap kuat, menjaga tingkat energi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Beberapa opsi  makanan yang baik untuk dikonsumsi saat Anda memiliki limfoma, di antaranya:

Konsumsi Makanan yang Kaya Protein

Protein membantu tubuh memperbaiki sel, jaringan, sekaligus membantu sistem kekebalan tubuh pulih dari penyakit. Sumber protein tanpa lemak yang baik meliputi:

  • Daging tanpa lemak seperti ayam, ikan, atau kalkun.
  • Telur.
  • Produk olahan susu rendah lemak.
  • Kacang atau selai kacang.
  • Kedelai.

Whole Grain

Selain makanan kaya protein, Anda juga bisa menyertakan biji-bijian utuh yang menyediakan sumber karbohidrat dan serat yang membantu menjaga tingkat energi tetap tinggi, seperti:

  • Oatmeal.
  • Roti gandum utuh.
  • Beras merah.
  • Whole grain pasta.

Buah dan Sayuran

Makanlah berbagai buah dan sayuran setiap hari. Buah-buahan dan sayuran menawarkan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan kanker. Pilih berbagai buah dan sayuran berwarna-warni untuk mendapatkan manfaat terbesar. Usahakan untuk makan minimal 5 porsi buah dan sayuran setiap hari.

Konsumsi Lemak Sehat

Pilihlah sumber lemak sehat dengan menghindari makanan yang digoreng dan berlemak. Beberapa lemak sehat itu, antara lain:

  • Minyak zaitun.
  • Alpukat.
  • Kacang.
  • Biji-bijian.

Cobalah untuk membatasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans kurang dari 10 persen asupan kalori harian Anda.

Membatasi Asupan Gula dan Garam

Makanan tinggi gula tambahan seperti desserts dan permen hanya memberikan sedikit manfaat dan sering kali menggantikan makanan lain yang lebih baik untuk Anda. Selain itu, batasi asupan garam kurang dari 2.300 miligram (mg) per hari.

Tetap Terhidrasi

Konsumsi cukup cairan selama perawatan kanker penting untuk mencegah dehidrasi. Hindari minuman berkafein dalam jumlah besar. Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan efek samping pada pencernaan.

Baca Juga: 7 Obat Kelenjar Getah Bening yang Membengkak (Efektif)

Asupan Selama Kemoterapi

Jika Anda sedang menjalani kemoterapi, Anda mungkin mengalami efek samping gastrointestinal seperti mual dan diare, yang dapat mempersulit tubuh untuk tetap ternutrisi dengan baik. Padahal, selama tahap pemulihan penting untuk menjaga pola makan yang memberi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Jika Anda kesulitan mengonsumsi makanan-makanan padat, pilihlah makanan yang lebih lunak. Konsumsi makanan lunak adalah cara untuk meminimalkan rasa sakit saat menelan.

Jika Anda merasa kesulitan untuk menyelesaikan makanan, cobalah untuk membaginya menjadi beberapa porsi kecil, empat sampai enam kali sepanjang hari. Cobalah untuk tidak melewatkan waktu makan meskipun Anda merasa sulit untuk makan.

Usahakan untuk tetap terhidrasi bahkan jika Anda tidak merasa haus. Cairan dapat membantu meringankan gejala seperti kelelahan dan sembelit yang menyebabkan hilangnya nafsu makan.

Pada akhirnya, kebutuhan nutrisi orang dengan limfoma bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti usia, riwayat medis, diagnosis, dan tahap pengobatan. Jadi, penting untuk bekerja sama dengan dokter untuk merencanakan perawatan yang tepat. Dokter juga dapat memberikan saran tentang kebutuhan diet atau mungkin merujuk Anda ke ahli gizi.

 

  1. Anonim. Lymphoma. https://pearlpoint.org/i-have-lymphoma-what-should-i-eat/. (Diakses pada 14 Juni 2021).
  2. Murphy, Shane. 2019. Diet and Exercise with Hodgkin’s Lymphoma: Does Lifestyle Make a Difference?. https://www.healthline.com/health/thriving-with-hodgkin-lymphoma/diet-exercise-with-hodgkin-lymphoma. (Diakses pada 14 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi