Terbit: 6 Maret 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Pantangan asam lambung harus dihindari oleh penderita penyakit asam lambung. Memiliki gangguan kesehatan tertentu memang terkadang membuat kita harus menghindari jenis makanan tertentu. Apalagi jika gangguan tersebut terkait dengan gangguan pencernaan, Anda tentunya harus lebih berhati-hati lagi dalam memilih makanan. Nah, jika Anda memiliki keluhan penyakit asam lambung, berikut adalah pantangan asam lambung yang perlu diperhatikan!

pantangan-asam-lambung-doktersehat

– Iklan –
Iklan DokterSehat Augstus 2020 Promag - Advertisement

Sekilas tentang Penyakit Asam Lambung

GERD atau refluks asam lambung atau yang lebih dikenal dengan penyakit asam lambung merupakan gangguan pencernaan kronis yang menyebabkan asam lambung naik tenggorokan dan menyebabkan iritasi pada saluran makanan.

Gejala paling umum dari penyakit asam lambung adalah heartburn, yaitu sensasi seperti terbakar di dada yang dapat menyebar hingga leher. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa gejala lain seperti mual, muntah, hingga gangguan pernapasan seperti batuk kronis dan asma.

Kondisi ini disebabkan oleh sfingter esofagus yang mengendur, sehingga isi lambung dapat naik ke atas. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini adalah seperti obesitas, hiatal hernia, kehamilan, gangguan jaringan ikat, dan pengosongan perut yang tertunda karena berbagai sebab.

Makanan Pantangan Asam Lambung

Umumnya gangguan pencernaan memiliki gejala tertentu yang dapat memburuk akibat konsumsi makanan yang kurang tepat, begitu juga dengan penyakit asam lambung. Hal ini disebabkan karena saluran pencernaan bereaksi langsung pada makanan yang kita konsumsi.

Berikut adalah beberapa minuman dan makanan pantangan asam lambung yang sebaiknya Anda perhatikan!

1. Makanan Tinggi Lemak

Pantangan asam lambung yang pertama adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak.

Makanan tinggi lemak dapat memperburuk heartburn. Tidak ada pengecualian lemak, jenis lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan juga harus dikurangi konsumsinya oleh penderita asam lambung.

Makanan berlemak dapat menyebabkan sfingter esofagus bagian bawah. Sfingter esofagus merupakan otot yang bertindak sebagai penghalang antara esofagus dan lambung. Apabila otot ini mengendur, maka kemungkinan asam lambung dapat naik ke kerongkongan juga akan lebih tinggi.

Selain itu, konsumsi makanan berlemak tinggi juga memicu pelepasan hormon cholecystokinin. Hormon ini dapat membuat makanan bertahan lebih lama di lambung agar dapat dicerna lebih baik. Namun hormon ini juga dapat menyebabkan sfingter esofagus rileks, sehingga potensi asam lambung naik juga meningkat.

2. Makanan Digoreng

Siapa sih yang tidak suka makanan yang digoreng? Sayangnya, Anda harus menghindari jenis makanan ini jika ingin hidup sehat.

Makanan yang digoreng juga merupakan salah satu pantangan asam lambung.  Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan yang mengandung lemak tinggi tidak baik dikonsumsi oleh penderita asam lambung, begitu juga dengan makanan yang digoreng.

Segala jenis makanan yang digoreng, terutama dengan metode deep frying, akan menyimpan banyak lemak. Jenis lemak yang banyak terkandung dalam makanan yang digoreng adalah lemak trans.

Tidak hanya dapat memicu gejala penyakit asam lambung, lemak trans secara umum memang tidak baik untuk kesehatan. Lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

3. Makanan Asin

Pantangan asam lambung yang ketiga adalah mengonsumsi makanan asin.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang menambahkan garam meja ke makanan mereka memiliki risiko refluks asam lebih tinggi 70% daripada yang tidak pernah menambahkan garam.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan asin paling tidak tiga kali seminggu memiliki risiko mengalami refluks asam 50% lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak pernah makan asin.

Namun hingga kini belum diketahui bagaimana makanan asin dapat memicu gejala penyakit asam lambung. Diduga karena makanan-makanan asin identik dengan makanan yang digoreng dan berlemak, sehingga berpotensi tinggi menyebabkan refluks asam lambung.

4. Bawang

Mengonsumsi bawang, terutama bawang mentah, juga merupakan pantangan asam lambung.

Bawang seperti bawang merah dan bawang bombai dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah. Selain itu, bawang juga merupakan sumber serat yang dapat difermentasi dan dapat menyebabkan sendawa.

Rileksnya sfingter esofagus dapat membuat asam lambung lebih mudah naik. Sendawa juga dapat memperburuk kondisi ini.

5. Makanan Pedas

Penyebab asam lambung naik selanjutnya adalah makanan pedas.

Cabai memiliki kandungan senyawa yang disebut capsaicin , senyawa ini bekerja memperlambat laju pencernaan. Capsaicin membuat makanan bertahan lebih lama di lambung, sehingga meningkatkan risiko heartburn.

Makanan pedas juga dapat memperburuk iritasi yang terjadi akibat asam lambung naik. Asam lambung dapat membuat saluran makanan mengalami iritasi dan sensasi panas yang ditimbulkan oleh makanan pedas dapat memperburuk kondisi ini.

6. Buah Asam

Konsumsi buah dan sayur sangat baik untuk saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun begitu, tidak semua jenis buah dapat dikonsumsi jika Anda memiliki penyakit asam lambung. Buah-buahan yang memiliki rasa sangat asam justru dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung.

Jenis buah yang menjadi pantangan asam lambung adalah seperti buah sitrus yang meliputi jeruk-jerukan dan lemon, serta buah lain seperti nanas dan tomat. Konsumsi saus tomat juga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita penyakit asam lambung.

7. Susu

Sebagian orang percaya bahwa susu dapat meringankan gejala asam lambung naik seperti heartburn, tapi hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar.

Jenis susu murni justru dikaitkan dengan meningkatnya produksi asam lambung. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu murni dapat meningkatkan risiko seseorang terkena heartburn.

Hal ini diduga karena susu murni memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, sehingga dapat berpotensi memperburuk gejala penyakit asam lambung. Selain susu murni yang dikonsumsi langsung, semua produk olahan susu yang terbuat dari susu murni dan susu tinggi lemak lainnya juga tidak disarankan.

8. Cokelat

Banyak alasan yang membuat coklat menjadi salah satu pantangan makanan asam lambung.

Pertama, kebanyakan produk cokelat memiliki kandungan lemak yang tinggi, sehingga jelas tidak baik untuk penderita asam lambung. Selanjutnya, cokelat juga mengandung triptofan, senyawa yang dapat terkait dengan neurotransmitter serotonin.

Di satu sisi, serotonin memang dapat membuat seseorang lebih bahagia dan mood-nya menjadi lebih baik. Namun di sisi lain, senyawa ini juga dapat merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga berpotensi menyebabkan asam lambung naik.

Selain serotonin, beberapa senyawa lain yang juga terkandung dalam cokelat seperti theobromine dan kafein juga dapat merangsang sfingter esofagus.

9. Mint

Beberapa jenis daun mint dapat meningkatkan risiko heartburn, sehingga menjadi pantangan asam lambung.

Sebuah penelitian menemukan bahwa dosis tinggi daun spearmint dikaitkan dengan gejala asam lambung. Mint tidak merelaksasi sfingter esofagus, namun diduga mint dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, sehingga menyebabkan gejala asam lambung naik memburuk.

Penelitian lain menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi teh peppermint setiap hari memiliki risiko dua kali lipat sakit maag daripada yang tidak. Maag merupakan kumpulan gejala saluran pencernaan yang bisa disebabkan oleh penyakit asam lambung.

10. Minuman Bersoda

Minuman soda atau minuman berkarbornasi juga merupakan salah satu penyebab umum heartburn.

Minuman bersoda diketahui dapat merilekskan sfingter esofagus dan meningkatkan produksi asam lambung, keduanya merupakan faktor risiko naiknya asam lambung.

Sebuah penelitian pada 15.000 orang menemukan bahwa 25% dari kelompok tersebut mengalami heartburn di malam hari. Setelah ditelusuri, ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini, salah satunya adalah konsumsi minuman berkarbonasi.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi minuman berkarbonasi memiliki risiko 69% lebih tinggi terkena gejala refluks asam lambung.

11. Kopi

Selain minuman berkarbonasi, kopi menjadi minuman pantangan asam lambung selanjutnya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan kafein merupakan penyebab dari kondisi ini. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kafein saja tidak memicu gejala refluks. Diduga terdapat senyawa lainnya dalam kopi yang berkontribusi memperparah gejala refluks asam lambung.

Efek kopi pada setiap orang juga berbeda-beda. Sebagian orang dengan penyakit asam lambung dapat mentoleransi konsumsi kopi dengan baik, namun sebagian lainnya tidak dapat mentoleransinya sama sekali.

Apabila Anda memiliki penyakit asam lambung dan merasakan gejala memburuk setelah konsumsi kopi, sebaiknya kurangi atau bahkan hentikan sama sekali konsumsi kopi.

12. Minuman Beralkohol

Pantangan asam lambung yang terakhir adalah konsumsi minuman beralkohol.

Asupan alkohol sedang atau melebihi asupan harian yang disarankan dapat menjadi penyebab asam lambung naik. Ada banyak cara alkohol dapat memperburuk gejala asam lambung.

Minuman beralkohol dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah yang dapat membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Minuman beralkohol seperti wine dan bir juga dapat meningkatkan jumlah asam lambung.

Selain itu, konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat merusak lapisan esofagus secara langsung. Hal ini dapat membuat esofagus menjadi lebih sensitif terhadap asam lambung yang naik, sehingga rasa perihnya juga dapat semakin parah.

Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Penyakit Asam Lambung

Meskipun terdapat banyak pantangan makanan asam lambung yang harus dihindari, Anda tidak perlu khawatir, karena masih ada banyak sekali jenis makanan yang dapat Anda konsumsi. Beberapa jenis makanan bahkan dapat membantu meringankan gejala penyakit asam lambung.

Berikut adalah jenis makanan yang disarankan dikonsumsi oleh penderita asam lambung:

  • Sayuran hijau. Brokoli, bayam, seledri, dan sayuran lainnya adalah makanan yang aman dikonsumsi penderita penyakit asam lambung. Sayuran ini rendah lemak, gula, dan juga asam. Ditambah lagi, sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian Anda.
  • Oatmeal. Oatmeal adalah sumber serat yang baik yang dipercaya dapat mengatasi kelebihan asam lambung. Selain oatmeal, roti yang terbuat dari gandum utuh juga bisa menjadi pilihan Anda.
  • Jahe. Jahe dapat menjadi salah satu perawatan alami untuk refluks lambung. Jahe dipercaya dapat meringankan gejala asam lambung naik seperti mual dan muntah.
  • Putih telur. Makanan satu ini memiliki nutrisi tinggi dan aman dikonsumsi penderita penyakit asam lambung. Namun Anda sebaiknya menghindari bagian kuning telur karena kuning telur kandungan lemaknya tinggi.
  • Daging tanpa lemak. Banyak yang mengklaim bahwa daging sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit asam lambung. Namun pada dasarnya Anda masih dapat mengonsumsi daging-dagingan, asalkan Anda memilih daging tanpa lemak. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah, jangan olah daging dengan cara digoreng.
  • Buah-buahan. Buah seperti melon, pisang, apel, dan pir dapat menjadi pilihan yang baik. Buah yang perlu Anda hindari adalah buah yang asam dan buah yang dapat meningkatkan gas di perut.

Pantangan Asam Lambung Bukan Hanya Makanan Saja

Ternyata pantangan asam lambung bukan hanya seputar makanan saja, tapi terdapat juga beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan untuk dapat mengatasi gejala kondisi ini.

Berikut adalah beberapa pantangan asam lambung lainnya yang perlu Anda perhatikan:

  • Hindari porsi makan besar. Makanan dengan porsi terlalu besar dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung. Anda disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 500 kalori dengan kandungan lemak tidak lebih dari 20 gram jika tidak ingin gejala GERD memburuk.
  • Hindari berbaring setelah makan. Anda sebaiknya menunggu paling tidak 3 jam untuk berbaring setelah makan. Apabila Anda berbaring sesaat setelah makan, asam lambung dapat lebih mudah naik ke kerongkongan.
  • Hindari tidur telentang. Gejala penyakit asam lambung sering kali memburuk di malam hari. Tidur dengan posisi miring atau sedikit ke atas dapat membantu Anda meringankan gejala ini.
  • Hindari obesitas. Risiko dan tingkat keparahan penyakit asam lambung cenderung meningkat jika berat tubuh Anda melebihi berat ideal.
  • Hindari rokok. Merokok dapat memperburuk gejala GERD karena rokok dapat menurunkan produksi air liur, meningkatkan asam lambung, dan juga mengiritasi kerongkongan.

Itu dia berbagai pantangan asam lambung yang perlu Anda perhatikan. Perlu diketahui bahwa tidak semua pantangan makanan asam lambung di atas harus diikuti, karena kondisi pada setiap orang dapat berbeda-beda. Anda hanya perlu makanan yang Anda rasakan memperburuk gejala ketika Anda konsumsi.

Apabila Anda merasakan gejala GERD yang semakin memburuk dan terus berulang, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter. Perubahan gaya hidup memang dapat membantu meringankan gejala kondisi ini, tapi terkadang, obat-obatan juga dibutuhkan untuk mengatasinya.

Anda juga perlu mengetahui penyebab asam lambung yang Anda alami, karena ada banyak sekali faktor yang mungkin memicu kondisi ini. Mengetahui penyebab, menerapkan gaya hidup sehat, dan juga menggunakan obat-obatan yang tepat akan sangat membantu kondisi ini.

 

  1. Cleveland Clinic. 2017. 7 Tips to Control Your Acid Reflux Symptoms. https://health.clevelandclinic.org/7-tips-to-control-your-acid-reflux-symptoms/. (Diakses 7 Desember 2019).
  2. Healthline Editorial Team and Heather Cruickshank. 2018. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. https://www.healthline.com/health/gerd#symptoms. (Diakses 7 Desember 2019).
  3. Johnson, Jon. 2018. What to eat and avoid if you have GERD. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314690.php. (Diakses 7 Desember 2019).
  4. Madell, Robin dan Valencia Higuera. 2019. 7 Foods to Help Your Acid Reflux. https://www.healthline.com/health/gerd/diet-nutrition. (Diakses 7 Desember 2019).
  5. Mayo Clinic. 2019. Gastroesophageal reflux disease (GERD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940. (Diakses 7 Desember 2019).
  6. Raman, Ryan. 2018. 11 Foods That Can Cause Heartburn. https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-cause-heartburn. (Diakses 7 Desember 2019).

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi