Terbit: 6 Agustus 2020
Ditulis oleh: Pamella Fricylia | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Pemeriksaan gigi umumnya dilakukan setiap 6 bulan, namun selama pandemi COVID-19 disarankan untuk meminimalisir kunjungan ke dokter. Lantas, bagaimana cara merawat gigi anak di rumah? Berikut ini informasi lengkap yang disusun oleh drg. Dwi Mulia R., Sp.KGA.

Panduan Menjaga Kesehatan Gigi Anak saat Pandemi COVID-19

Perawatan Gigi di Rumah

 Hal yang Harus Dilakukan  Hal yang Harus Dihindari
  • Minum air mineral di antara jam makan.
  • Minum susu dan jus buah (tanpa gula) saat jam makan.
  • Gosok gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride.
  • Minuman manis & berkarbonasi dengan kadar gula dan pemanis buatan tinggi.
  • Snack tinggi kandungan gula dan pemanis buatan

Sumber: International Association of Paediatric Dentistry

Perawatan Gigi Anak Berdasarkan Usia

Usia 0-6 Bulan

Membersihkan rongga mulut dan lidah setiap selesai menyusui menggunakan kassa dan air matang yang hangat.

Caranya:

  • Gendong bayi dengan pelukan yang nyaman lalu pasangkan kain kassa steril pada telunjuk Anda dan kemudian celupkan pada air matang yang hangat (jangan lupa cuci tangan sebelumnya).
  • Usapkan kassa dengan lembut dan perlahan ke seluruh permukaan gusi dan lidah bayi.
  • Bersihkan dengan rutin agar tidak menimbulkan plak putih pada rongga mulut dan lidah bayi yang memicu infeksi jamur.

Usia 6-12 Bulan

  • Usia ini merupakan fase pengenalan anak terhadap gigi, baik tentang kebiasaan menggosok gigi serta mengajak ke dokter gigi.
  • Ajak anak untuk membersihkan gigi yang baru tumbuh dengan sikat gigi yang berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran yang disebut “smear” atau “rice size”, yaitu selapis tipis atau sebesar butiran beras.

Usia 1-3 Tahun

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran yang disebut “smear” atau “rice size”, yaitu selapis tipis atau sebesar butiran beras.

Usia 3-6 Tahun

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran sebesar “pea size” atau sebesar kacang polong.

Usia 6 Tahun ke Atas

  • Membersihkan gigi 2x sehari, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan kepala sikat gigi yang berukuran kecil.
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride sesuai dengan takaran regular, yaitu sepanjang bulu sikat gigi anak-anak.

Penyebab Karies Gigi Anak

Makanan manis dan lengket sangat gampang menempel pada permukaan gigi. Namun, bukan hanya makanan dan minuman manis saja yang bisa merusak gigi, tetapi hampir semua makanan.

Sisa makanan yang tidak langsung dibersihkan menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri hidup dan mengubahnya menjadi asam. Suasana asam pada permukaan gigi menyebabkan email gigi mudah larut. Apabila hal tersebut terus-menerus terjadi berulang kali dalam interval yang sangat dekat, dapat menyebabkan karies gigi.

Pertolongan Pertama Jika Terjadi Trauma Gigi

Gigi Berdarah

  • Berkumur dengan air bersih.
  • Tekan area yang berdarah dengan kasa yang sudah dilembapkan dengan air.
  • Kompres dingin area luar mulut atau pipi.
  • Jika pendarahan tidak berhenti, segera hubungi dokter.

Gigi Patah

  • Segera keluarkan patahan gigi.
  • Sikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride.
  • Makanan makanan bertekstur lembut terlebih dulu seperti bubur, hindari makanan yang keras.
  • Segera hubungi dokter.

Gigi Tanggal

  • Jika gigi susu yang tanggal, maka diamkan saja.
  • Jika gigi permanen, bisa dipasang lagi. Caranya, peganglah area atas gigi/mahkotanya (crown).
  • Sesaat setelah kejadian gigi tanggal atau terlepas, segeralah menyelamatkan gigi itu dan bersihkan dengan air bersih.
  • Pasang kembali gigi di rongga mulut anak, pastikan posisinya benar. Beri sedikit tekanan agar gigi kembali terpasang kokoh.
  • Jika tidak bisa, letakkan gigi yang lepas di wadah kecil berisi susu murni.
  • Segera hubungi dokter.

Aktivitas Berisiko yang Menyebabkan Trauma Gigi

Pastikan memantau si kecil untuk tidak melakukan kegiatan ini ketika di rumah:

  • Berlarian di dalam rumah
  • Lompat-lompat di kasur atau sofa
  • Melempar mainan atau barang-barang
  • Memasukkan mainan atau benda-benda yang bukan makanan ke dalam mulut

Aturan ke Dokter Gigi di Masa Pandemi

Sangat disarankan untuk menunda kunjungan ke dokter gigi di masa pandemi COVID-19, kecuali jika anak mengalami:

  • Pendarahan yang tidak kunjung berhenti
  • Pembengkakan
  • Kecelakaan hingga gigi lepas atau patah
  • Nyeri/sakit di rongga mulut hingga anak sulit makan

Tips yang harus diperhatikan orang tua:

  • Sebaiknya memiliki dokter gigi keluarga untuk antisipasi kasus gawat darurat pada gigi agar langsung bisa berkonsultasi tatap muka atau online.
  • Bila belum memiliki dokter gigi keluarga, segera cari dokter gigi keluarga/klinik gigi yang dapat melakukan perawatan selama pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan untuk dapat berkonsultasi baik secara online ataupun tatap muka/langsung.

Anak perlu tahu mengenai protokol kesehatan khusus yang diterapkan di RS/klinik dokter gigi sebelum berkunjung, antara lain:

  • Anak akan dicek suhu tubuhnya.
  • Anakan akan diminta berkumur cairan povidon iodine (antiseptik) sebelum perawatan.
  • Anak akan diminta mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti alas dada, head cover, dan shoe cover.
  • Anak hanya boleh ditemani oleh satu orang pendamping saat berada di ruang perawatan.
  • Dokter dan tenaga medis akan mengenakan hazmat suit seperti baju astronot.

Tanya-jawab Perawatan Gigi Anak saat Pandemi COVID-19

DokterSehat bersama mengadakan tanya-jawab langsung bersama drg. Dwi Mulia R., Sp. KGA. melalui grup WhatsApp. Berikut beberapa pertanyaan seputar panduan merawatn gigi anak saat pandemi COVID-19 yang telah dijawab:

Novi Kustilah
Usia Anak: 1-4 tahun

Jika anak tumbuh gigi di usia 13 bulan, untuk pilihan sikat giginya, menggunakan sesuai usianya atau menggunakan yang silicon lembut?

Jawaban:
Untuk penggunaan sikat gigi itu sendiri, sebenarnya tergantung pada si anak, yang penting si anak nyaman menggunakannya. Hal yang lebih penting yang perlu Mama tahu adalah bahwa anak usia di bawah 5 tahun, belum bisa menggosok gigi dengan benar, sehingga Mama perlu melakukan rechecking lagi dengan menggunakan kasa berisi kapas untuk membersihkan gigi si kecil.

Jika gigi anak dari pertama tumbuh ada 1 gigi yang sedikit bagian putih pekat dan gigi lainnya seperti warna gigi pada umumnya, itu bagaimana cara merawatnya ya, dok?

Jawaban:
Biasanya, apabila gigi yang baru tumbuh langsung berwarna beda, yaitu putih kapur, berarti itu ada defect. Defect itu adalah gangguan pada saat pembentukan gigi baru tersebut. Penanganannya dapat langsung ke dokter gigi spesialis anak dengan tindakan pengaplikasian fluoride pada gigi anak.

 

Fitrianti Rahmawati
Usia Anak: sedang program hamil

Perawatan gigi seharusnya dilakukan sebelum atau sesudah tumbuh gigi ya dok?

Jawaban:
Pada minggu 6-7 kehamilan, cikal bakal gigi sudah mulai terbentuk. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memperhatikan nutrisi selama masa 1000 hari kehidupan pertama si anak. Karena hal ini akan berdampak pada kualitas gigi si anak nantinya.

 

Lidya Yanuarta
Usia Anak: 9 Bulan

Saya memiliki anak usia 9 bulan (sudah tumbuh 4 gigi) yang suka banget ngemil. Bagaimana cara untuk merawat gigi anak (bayi) agar tetap sehat sampai dia besar? Apakah perlu menyikat gigi dari usia ini? 

Jawaban:
Cara perawatan yang dapat dilakukan adalah setiap ada eksposur gula atau makanan yang masuk ke mulut si anak, ada baiknya langsung segera dibersihkan. Mama dapat membersihkannya dengan mengelap menggunakan kasa. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya makanan yang tersisa dan menempel yang dapat menyebabkan risiko karies.

Anak menyikat gigi dimulai sejak tumbuh gigi, sikat gigi yang digunakan bebas asalkan anak nyaman dan pastikan menggunakan pasta gigi berfluoride.

 

Nissya Nurfitria
Usia Anak: di atas 5 tahun

Bagaimana mengatasi gigi yang sudah bolong agar tidak meluas ke gigi yang lain ya, dok?

Jawaban:
Perlu dilakukan penambalan gigi agar lubangnya tidak semakin meluas. Untuk mencegah gigi-gigi lainnya agar tidak berlubang, Mama dapat melakukan perawatan gigi, seperti pembersihan gigi rutin, penggunaan pasta gigi berfluoride, dan pengecekan gigi setiap 6 bulan sekali di dokter gigi.

 

Nofia Astri Dewi
Usia Anak: 1-4 Tahun

Anak saya yang pertama dari usia 1 tahun giginya terdapat warna putih (hanya 4 gigi bagian depan atas). Saya takut itu karies.

Setelah diperiksa dokter gigi, ternyata bukan karies melainkan bawaan dari lahir. Hingga saat ini usia anak saya 3tahun 1 bulan, gigi anak saya dari warna putih sekarang berubah warna coklat muda. Faktor penyebab dari bawaaan lahir maksudnya seperti apa ya, dok? Perawatan apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:
Kondisi ini dapat dikatakan sebagai hipomaturasi, di mana pembentukkan gigi anak tidak matang karena kekurangan salah satu nutrisi penting, yaitu kalsium pada waktu hamil.

Penanganan yang dapat dilakukan adalah pengaplikasian fluoride di dokter spesialis gigi anak setiap 6 bulan sekali untuk mencegah perubahan warna dari gigi anak tersebut yang mengalami hipomaturasi.

———————

Masih punya pertanyaan lain? Segera konsultasikan langsung dengan tim dokter dari DokterSehat secara GRATIS dengan klik di sini!

Jangan lupa juga follow Social Media DokterSehat berikut ini:


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi