Terbit: 10 Mei 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Apakah Anda pernah merasakan kondisi palpitasi jantung, yakni di mana detak jantung menjadi lebih cepat, kuat, dan bahkan tidak beraturan? Jika ya, maka sebaikya simak penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi ini.

Palpitasi Jantung: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll

Apa Itu Palpitasi Jantung?

Palpitasi jantung adalah kondisi ketika organ pemompa darah ini berdetak tidak secara tidak biasa, yakni terlalu cepat, kuat, dan tidak beraturan sama sekali. Banyak orang—mungkin termasuk Anda salah satunya—menyebutnya sebagai ‘berdebar-debar’.

Rasa berdebar-debar pada jantung pada kasus palpitasi ini pun acap kali menyebar ke area tubuh yang ada di sekitarnya seperti leher dan tenggorokan. Kendati terlihat menyeramkan, faktanya mayoritas palpitasi yang terjadi tidak digolongkan sebagai sesuatu yang serius. Akan tetapi, Anda harus tetap waspada karena ada kalanya kondisi tersebut menjadi pertanda dari adanya masalah yang bersifat serius.

Penyebab Palpitasi Jantung

Apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab palpitasi jantung?

Ada berbagai macam faktor yang menjadi pemicu terjadinya palpitasi, atau disebut juga sebagai takikardi. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Olahraga berat
  • Mengonsumsi minuman mengandung kafein (kopi, teh, dsb.)
  • Kebiasaan merokok
  • Sedang stres
  • Sedang ketakutan
  • Serangan panik (panic attack)
  • Gangguan kecemasan
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Perubahan hormon
  • Kehamilan
  • Menstruasi
  • Abnormalitas elektrolit
  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia)
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Kekurangan darah (anemia)
  • Hipertiroidisme
  • Kadar oksigen di dalam darah rendah
  • Mengalami syok
  • Demam
  • Penggunaan obat-obatan dan suplemen (obat flu, multivitamin, dekongestan, inhaler, dsb.)
  • Penggunaan obat-obatan terlarang (kokain, amphetamine, dsb.)

Palpitasi jantung juga mungkin saja disebabkan oleh kondisi serius. Beberapa kondisi serius yang ditandai oleh takikardi jantung adalah sebagai berikut:

  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan otot jantung
  • Penyakit jantung
  • Abnormalitas katup jantung
  • Penyumbatan arteri koroner

Sebagian kasus palpitasi bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa saat. Akan tetapi, jangan tunda untuk segera mengunjungi dokter apabila abnormalitas detak jantung yang satu ini berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas Anda karena hal ini bisa saja menjadi pertanda ada sesuatu yang serius.

Ciri dan Gejala Palpitasi Jantung

Sensasi berdebar-debar adalah ciri-ciri palpitasi pada jantung yang paling utama. Akan tetapi, takikardi juga biasanya disertai dengan sejumlah gejala lainnya, yaitu:

  • Kepala pusing
  • Tubuh terasa lemah
  • Kehilangan kesadaran
  • Kebingungan
  • Kesulitan bernapas
  • Keringat berlebih
  • Nyeri dada
  • Nyeri lengan
  • Nyeri leher
  • Nyeri rahang
  • Nyeri punggung
  • Detak jantung lebih dari 100 kali/per menit

Peningkatan detak jantung yang disertai dengan gejala-gejala di atas kemungkinan mengindikasikan adanya masalah serius pada organ vital ini. Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan satu atau beberapa gejala di atas guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Diagnosis Palpitasi Jantung

Guna memastikan penyebab palpitasi, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan. Prosedur diagnosis palpitasi jantung terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait keluhan yang ia rasakan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan umumnya adalah sebagai berikut:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan atau menjalani terapi tertentu?
  • Apa saja kegiatan yang dilakukan sehari-hari?
  • Apa saja makanan yang dikonsumsi sehari-hari?

2. Pemeriksaan Fisik

Tahap diagnosis selanjutnya adalah pemeriksaan fisik.

Pada tahap ini, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien mulai dari tinggi badan, berat badan, tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, dan hal berkaitan lainnya.

3. Pemeriksaan Penunjang

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan penunjang yang terdiri dari:

  • X-ray, adalah pemeriksaan penunjang yang bertujuan untuk memantau kondisi jantung dan
  • Elektrokardiogram (EKG), adalah pemeriksaan penunjang yang tujuannya untuk merekam kelistrikan jantung dan mengidentifikasi abnormalitas dari irama jantung. Elektrokardiogram juga bisa mendeteksi pembesaran pada jantung
  • Ekokardiografi, adalah pemeriksaan penunjang menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambar jantung. Metode pemeriksaan ini membantu dokter untuk melihat apakah ada abnormalitas pada jantung baik dari ukuran maupun pembuluh darah.
  • CT Scan, sama seperti X-ray dan ekokardiografi, CT scan adalah metode pemeriksaan penunjang untuk mendapatkan citra bagian dalam tubuh. Bedanya, CT scan mampu menghasilkan gambar yang lebih jelas
  • Multi-resonance imaging (MRI), adalah metode pemeriksaan penunjang yang mengandalkan medan magnet untuk menangkap citra bagian dalam tubuh. MRI sanggup menghasilkan gambar yang lebih detail daripada CT scan

Selain teknik pencitraan (imaging) pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis takikardi jantung juga meliputi:

  • Stress test, adalah tes yang dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung ketika sedang berdenyut kencang. Biasanya, dokter akan meminta pasien untuk melakukan aktivitas yang memicu peningkatan detak jantung seperti berlari di treadmill yang sudah disediakan
  • Tilt table test, adalah tes yang dilakukan untuk memonitor detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen. Tes ini diterapkan pada pasien yang kerap pingsan atau pusing ketika duduk maupun berdiri.  
  • Holter Monitor, adalah sebuah alat yang akan dipasangkan di area dada pasien selama 24-48 jam. Melalui alat ini, dokter dapat memonitor aktivitas jantung dalam kurun waktu yang telah ditentukan tersebut

Apabila dokter masih belum yakin dengan kondisi pasien setelah melakukan tes-tes di atas, masih ada lagi jenis tes yang harus dilakukan yaitu:

  • Kateterisasi jantung, adalah metode pemeriksaan jantung yang dilakukan dengan cara memasukkan alat kateter melalui pembuluh darah arteri untuk mengidentifikasi apakah ada penyumbatan pada pembuluh darah tersebut.
  • Elektrofisiologi, adalah metode pemeriksaan jantung di mana dokter akan memasukkan elektroda ke dalam jantung melalui pembuluh darah kapiler. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisis respons jantung

Pengobatan Palpitasi Jantung

Untuk kasus takikardi jantung yang sifatnya ringan, penanganan yang bisa dilakukan cukup dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Mengonsumsi buah dan sayuran
  • Melakukan yoga
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Menghindari alkohol
  • Rutin berolahraga

Sementara apabila palpitasi berkaitan dengan penyakit serius, maka cara mengobatinya harus melalui prosedur medis khusus yang dilakukan oleh dokter berdasarkan jenis penyakit dan tingkat keparahannya.

Pencegahan Palpitasi Jantung

Palpitasi tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman, bukan? Sebelum kondisi ini terjadi, sebaiknya lakukan langkah pencegahan berikut ini untuk menjaga kesehatan jantung sehingga potensi terjadinya takikardi dapat ditekan.

  • Rajin berolahraga
  • Banyak mengonsumsi makanan bergizi
  • Menghindari (atau setidaknya membatasi) konsumsi makanan berlemak dan kolesterol
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Rutin melakukan medical check-up, khususnya untuk memantau tekanan darah (tekanan darah normal 120/80 mmHg), kadar kolesterol (kadar kolesterol normal di bawah 130 mg/dL), dan kadar gula darah (kadar gula darah normal di bawah 140 mg/dL beberapa jam setelah makan)
  • Kelola stres dengan baik

 

  1. Anonim. Heart Palpitations. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196 (Diakses pada 10 Januari 2020)
  2. Anonim. Heart Palpitations. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/what-causes-heart-palpitations#1 (Diakses pada 10 Januari 2020)
  3. Donovan, R et al. 2018. Everything You Need to Know About Heart Disease. https://www.healthline.com/health/heart-disease (Diakses pada 10 Januari 2020)
  4. Fletcher, J. 2018. Ways to Stop Heart Palpitations. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321541.php (Diakses pada 10 Januari 2020)
  5. Pietrangelo, H. 2017. What You Should Know About Palpitations. https://www.healthline.com/health/heart-palpitations (Diakses pada 10 Januari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi