Apakah Pagi Hari Waktu Terbaik untuk BAB?

toilet-training-anak-doktersehat

DokterSehat.Com– Dalam realitanya, setelah bangun tidur atau setelah sarapan pagi, kita mulai merasakan keinginan untuk buang air besar. Banyak orang yang kemudian menganggap pagi hari sebagai waktu yang paling ideal untuk buang air besar. Sebenarnya, apakah hal ini memang benar adanya?

Dilansir dari metro.co.uk, pakar kesehatan dr. Kennet Koch menyebutkan bahwa buang air besar bisa dilakukan kapan saja, asalkan memang kita sudah mulai merasakannya. Jika kita belum memiliki keinginan untuk buang air besar di pagi hari, ada baiknya tidak memaksakan diri untuk melakukannya karena bisa jadi kita akan mengejan terlalu keras demi mengeluarkan kotoran. Hal ini tentu bisa menyebabkan datangnya wasir.

Hanya saja, dr. Koch juga menyebut pagi hari sebenarnya adalah waktu yang paling ideal untuk buang air besar. Dengan melakukannya di pagi hari, maka tubuh bisa dibersihkan dari berbagai kotoran dan sisa makanan yang kita konsumsi seharian sebelumnya. Saat kita tidur, proses pencernaan juga berjalan sehingga menghasilkan sisa makanan yang sebaiknya langsung dibuang.

Setiap orang memiliki rutinitas buang air besar yang berbeda-beda. Ada yang baru bisa melakukannya di waktu selain pagi hari. Bahkan, ada orang yang baru bisa melakukannya beberapa hari sekali. Meskipun terlihat aneh, asalkan buang air besar dilakukan sesuai dengan rutinitas yang biasa kita lakukan, hal ini tidak apa-apa untuk dilakukan.

Hal ini berarti, jika kita terbiasa buang air besar di waktu siang atau sore hari, maka tak perlu khawatir akan adanya masalah kesehatan karena tidak bisa buang air besar di pagi hari. Sebaliknya, jika kita sudah merasakan sensasi perut mulas sejak bangun tidur, segeralah melakukannya agar kotoran bisa segera dikeluarkan.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak menahan buang air besar jika memang sudah ingin melakukannya. Jika kita terbiasa menundanya, maka dikhawatirkan kotoran di dalam perut semakin mengeras dan semakin sulit untuk dikeluarkan.

Hal ini tentu akan bisa memicu datangnya masalah sembelit atau buang air besar. Bahkan, dalam beberapa kasus, bakteri pada kotoran yang tidak kunjung dikeluarkan ini bisa saja memicu datangnya gangguan pencernaan seperti peradangan usus buntu.