Terbit: 14 Mei 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Penyakit Paget adalah jenis penyakit tulang yang paling umum kedua setelah osteoporosis. Meski berkembang secara perlahan, penyakit ini mungkin menimbulkan komplikasi seperti patah tulang atau kanker tulang. Simak informasi selengkapnya tentang gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan dan lainnya di bawah ini.

Penyakit Paget: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Penyakit Paget?

Paget’s disease atau penyakit Paget adalah kondisi yang mengganggu proses regenerasi tulang, di mana jaringan tulang baru secara bertahap menggantikan jaringan tulang lama. Secara perlahan, penyakit ini dapat mengakibatkan tulang yang terkena akan rapuh dan cacat. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini terjadi di kaki, panggul, tulang belakang, dan tengkorak.

Orang yang memiliki Paget’s disease sering tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya karena gejala yang timbul seringkali ringan atau bahkan tidak terdeteksi. Jika pengidapnya mengalami patah tulang, mungkin membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan karena kesalahan dalam proses regenerasi tulang.

Gejala Penyakit Paget

Seperti disinggung sebelumnya, kebanyakan penderita penyakit ini tidak memiliki gejala. Namun, ketika gejala muncul biasanya nyeri tulang.

Paget’s disease menyebabkan tubuh penderitanya menghasilkan tulang baru lebih cepat dari biasanya, regenerasi tulang yang cepat menghasilkan tulang lebih lembut dan lemah dari tulang normal. Kondisi ini dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang, nyeri tulang, dan patah tulang.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Penyakit ini mungkin terjadi hanya pada satu atau dua area tubuh atau bahkan mungkin menyebar secara luas. Jika tanda dan gejala muncul, akan tergantung pada bagian tubuh yang sakit.

Berikut ini adalah gejala penyakit Paget yang muncul di beberapa bagian tubuh:

  • Kaki. Ketika tulang melemah, mungkin akan menekuk dan menyebabkan tulang bengkok. Tulang yang membesar dan kelainan bentuk di kaki dapat memberi tekanan berlebih pada persendian di dekatnya, yang menyebabkan osteoarthritis di lutut atau pinggul.
  • Panggul. Paget’s disease yang terjadi di panggul dapat menyebabkan nyeri pinggul.
  • Tulang belakang. Jika tulang belakang terkena penyakit ini, akar saraf akan menjadi padat. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, rasa sakit, dan mati rasa di lengan atau kaki.
  • Tengkorak. Pertumbuhan tulang yang berlebihan di tengkorak akan menyebabkan sakit kepala atau gangguan pendengaran.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Sesegera mungkin periksakan ke dokter jika penyakit Paget menimbulkan satu atau beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri tulang atau sendi yang persisten.
  • Cacat pada tulang.
  • Gejala masalah saraf, seperti mati rasa, kesemutan, atau kehilangan gerakan.
  • Gangguan pendengaran yang tidak dapat dijelaskan, terutama jika hanya di satu sisi.

Penyebab Penyakit Paget

Tidak jelas apa yang menyebabkan Paget’s disease, tetapi faktor lingkungan dan genetik diduga dapat mengembangkan penyakit ini.

Penyakit ini pada dasarnya menyebabkan sel-sel tulang beregenerasi dengan cara seperti pada kulit, yakni tulang lama dihilangkan dan diganti dengan tulang baru, yang dikenal sebagai remodeling tulang. Ada dua sel bertanggung jawab untuk remodeling tulang, yakni osteoklas (sel yang menyerap tulang tua) dan osteoblas (sel yang membuat tulang baru).

Tidak jelas apa yang menyebabkan kondisi tersebut, tetapi seseorang berisiko lebih tinggi jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit Paget tulang. Seseorang mungkin mewarisi kelainan genetik yang berarti lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut.

Faktor Risiko Paget Tulang

Meski belum jelas apa penyebabnya, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko penyakit Paget, termasuk:

  • Usia. Orang yang berusia 40 tahun ke atas kemungkinan besar mengalami penyakit tulang Paget.
  • Riwayat keluarga. Jika memiliki kerabat yang memiliki penyakit tulang ini, kemungkinan besar Anda akan mengalami juga.
  • Jenis kelamin. Nampaknya pria lebih sering atau lebih berisiko terkena penyakit ini daripada wanita.
  • Gaya hidup. Pola makan yang buruk atau cedera tulang sejak lahir dapat memicu perkembangan Paget’s disease pada orang yang juga memiliki faktor risiko genetik.
  • Asal negara. Penyakit ini lebih sering terjadi negara tertentu, seperti di Inggris, Skotlandia, Eropa Tengah, dan Yunani, serta negara-negara yang didatangi oleh imigran Eropa.

Diagnosis Penyakit Paget

Guna mendiagnosis penyakit ini, awalnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area tubuh yang menyebabkan sakit. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes berikut untuk membantu memastikan diagnosis:

  • Rontgen. Indikasi pertama penyakit tulang Paget biasanya ditemukan ketika menggunakan sinar-X yang dilakukan karena alasan lain. Gambar sinar X tulang dapat menunjukkan area reabsorpsi tulang, pembesaran tulang dan kelainan bentuk tulang.
  • Scan tulang. Tes ini menggunakan bahan radioaktif yang disuntikkan ke tubuh. Bahan ini akan bergerak ke titik-titik pada tulang yang terkena penyakit Paget tulang, sehingga bahan ini menyala pada gambar pindai.
  • Tes darah. Tes darah sederhana dapat dilakukan untuk memeriksa tingkat zat yang disebut alkaline phosphatase (ALP) dalam darah. Penderita penyakit ini sering mengalami peningkatan ALP.

Jika penyakit Paget tergolong parah, tes berikut dapat dilakukan:

  • Biopsi. Sampel tulang diambil dengan anestesi sehingga dapat dilihat secara detail.
  • CT (computed tomography) scan. Serangkaian sinar-X dari tulang yang terkena penyakit ini diambil untuk membuat gambar 3 dimensi (3D) secara rinci.
  • Magnetic resonance imaging (MRI).  Tes ini menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio digunakan untuk membuat gambar tulang yang terkena.

Pengobatan Penyakit Paget

Jika tidak memiliki gejala, mungkin tidak memerlukan perawatan. Namun, jika penyakitnya aktif dan ditandai dengan peningkatan kadar alkali fosfatase yang memengaruhi area yang berisiko tinggi di tubuh, seperti tengkorak atau tulang belakang, dokter mungkin menyarankan pengobatan untuk mencegah komplikasi.

1. Obat-obatan

Obat bifosfonat (obat osteoporosis) adalah pengobatan paling sering digunakan untuk penyakit tulang Paget. Beberapa obat bifosfonat diminum, sementara obat yang lain diberikan melalui suntikan. Bifosfonat oral biasanya ditoleransi dengan baik, tetapi dapat mengiritasi saluran pencernaan. Berikut beberapa golongan obat bifosfonat:

  • Alendronate
  • Ibandronate
  • Pamidronate
  • Risedronate
  • Zoledronic acid

Jika tidak dapat mentolerir bifosfonat, dokter mungkin meresepkan calcitonin, hormon alami yang membantu regulasi kalsium dan metabolisme tulang. Calcitonin dapat diberikan melalui suntikan atau semprotan hidung.

2. Operasi

Operasi mungkin diperlukan jika penyakit Paget tulang mengakibatkan kelainan bentuk tulang yang signifikan atau fraktur atau patah tulang. Operasi diperlukan untuk:

  • Membantu penyembuhkan patah tulang
  • Mengganti sendi yang rusak akibat arthritis parah
  • Mengatur kembali tulang yang cacat
  • Mengurangi tekanan pada saraf

Baca Juga: Patah Tulang (Fraktur): Jenis, Penyebab, Gejala, Pengobatan, & Pencegahan

3. Perubahan Gaya Hidup dan Pengobatan Rumahan

Guna membantu pengobatan yang telah dijelaskan sebelumnya, perlu dilakukan perawatan di rumah dengan menjalani perubahan gaya hidup. Langkah ini untuk mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan penyakit tulang Paget.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan:

  • Mencegah jatuh. Penyakit tulang Paget menempatkan Anda pada risiko tinggi patah tulang. Minta saran dokter Anda untuk mencegah jatuh. Ia mungkin menyarankan Anda menggunakan tongkat atau alat bantu jalan.
  • Atur ruangan rumah. Mengatur ruangan adalah langka untuk menghindari risiko jatuh. Anda bisa mengganti keset yang licin, menggunakan keset di kamar mandi, pasang pegangan tangan di tangga, dan menggunakan palang di kamar mandi.
  • Menjalani pola makan sehat. Pastikan asupan makanan mencakup kadar kalsium dan vitamin D yang cukup, untuk membantu tulang menyerap kalsium.
  • Olahraga secara teratur. Olahraga teratur sangat penting untuk menjaga pergerakan sendi dan kekuatan tulang. Namun, terlebih dahulu konsultasikan  dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga, durasi, dan intensitas latihan.

Komplikasi Paget’s Disease

Penyakit ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat rawat secara efektif pada hampir semua orang. Namun, penyakit Paget dapat menyebabkan sejumlah gejala atau komplikasi lain yang berpotensi lebih serius, di antaranya:

  • Radang sendi
  • Gangguan pendengaran
  • Masalah penglihatan
  • Penyakit jantung atau gagal jantung
  • Masalah sistem saraf
  • Osteoartritis
  • Gigi rontok
  • Fraktur dan kelainan bentuk tulang
  • Kanker tulang

Baca Juga: Kanker Tulang: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Pencegahan Paget’s Disease

Penyakit ini tidak dapat dihindari bagi kebanyakan orang, tetapi olahraga dapat membantu menjaga kesehatan tulang, mencegah penambahan berat badan untuk mengurangi tekanan di sendi dan tulang, dan menjaga pergerakan sendi.

Penderita penyakit ini harus berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan apa pun karena tekanan berlebih pada tulang yang terkena penyakit Paget tulang dapat menimbulkan cedera.

 

  1. Anonim. 2019. Paget’s disease of bone. https://www.nhs.uk/conditions/pagets-disease-bone/. (Diakses pada 14 Mei 2020)
  2. Kraft, Sy. 2018. What is Paget’s disease of bone?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/177668. (Diakses pada 14 Mei 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Paget’s disease of bone. https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/pagets-disease-of-bone/. (Diakses pada 14 Mei 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Paget’s disease of bone. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pagets-disease-of-bone/symptoms-causes/syc-20350811. (Diakses pada 14 Mei 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi