Terbit: 15 November 2017 | Diperbarui: 19 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

DokterSehat.Com– Jika melewatkan dosis segera minum dosis yang terlewat begitu Anda ingat. Jika sudah waktunya untuk dosis terjadwal berikutnya, lewati dosis yang terlewat dan minum dosis yang berikutnya sesuai petunjuk. Jangan mengkonsumsi dosis ganda untuk obat ini.

Isoniazid – Overdosis dan Pantangan

Apa yang terjadi jika saya overdosis?
Carilah  bantuan medis darurat atau hubungi bantuan keracunan segera di nomor (021) 4250767 atau (021) 4227875.

Gejala overdosis isoniazid meliputi mual, muntah, pusing, bicara meracau, penglihatan kabur, halusinasi visual, kejang, koma, dan kematian.

Apa yang harus saya hindari saat mengkonsumsi isoniazid?
Hindari alkohol saat mengkonsumsi isoniazid. Alkohol akan meningkatkan risiko kerusakan hati selama pengobatan dengan obat ini.

Hati-hati dengan makanan yang tercantum di bawah ini. Makanan berikut dapat berinteraksi dengan isoniazid dan menyebabkan reaksi yang meliputi sakit kepala parah, pupil besar, kaku leher, mual, muntah, diare, kemerahan, berkeringat, gatal, detak jantung tidak teratur, dan nyeri dada. Reaksi tidak akan selalu terjadi, tapi makan makanan ini dengan hati-hati sampai Anda tahu jika Anda akan bereaksi terhadapnya. Hubungi dokter Anda segera jika Anda mengalami gejala-gejala ini.

Makan makanan berikut perlu diwaspadai:

  • keju, Camembert, Cheddar, Emmenthaler, Gruyere, Mozzarella, Parmesan, Romano, Roquefort, Stilton, dan Swiss
  • krim asam dan yogurt
  • daging sapi atau ayam, ikan, daging bologna, pepperoni, salami, sosis, ekstrak daging, kaviar, ikan kering, ikan herring, pasta udang, dan tuna
  • alpukat, pisang, buah ara, kismis, dan asinan kubis
  • kecap, sup miso, dan kacang fava
  • ekstrak ragi
  • ginseng
  • cokelat
  • kafein (kopi, teh, cola, dll)
  • bir (beralkohol dan nonalkohol), anggur merah (terutama Chianti), sherry, vermouth, dan minuman destilasi lainnya
Isoniazid – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi