Terbit: 29 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Otot jantung adalah salah satu dari tiga jaringan otot yang ada pada tubuh. Jaringan otot ini tentu saja hanya ada di jantung. Ketahui selengkapnya tentang otot ini mulai dari fungsi, bentuk atau struktur, hingga penyakit yang mungkin memengaruhinya.

Otot Jantung: Fungsi, Bentuk, Penyakit, dll

Apa Itu Otot Jantung?

Tubuh manusia memiliki tiga jenis jaringan otot, salah satunya adalah jaringan otot jantung. Dua otot lainnya adalah jaringan otot rangka dan jaringan otot polos.

Otot jantung hanya ditemukan di jantung. Otot ini melakukan kontraksi terkoordinasi yang memungkinkan jantung dapat memompa darah melalui sistem peredaran darah.

Fungsi dan Cara Kerja Otot Jantung

Fungsi otot jantung adalah untuk menjaga agar jantung dapat memompa darah melalui gerakan yang tidak sengaja. Ya, ini merupakan salah satu ciri-ciri otot jantung yang dapat membedakan jaringan otot ini dengan otot rangka. Gerakannya tidak disengaja, sedangkan gerakan otot rangka dapat dikendalikan.

Otot ini digerakkan oleh sebuah sel khusus yang disebut dengan sel alat pacu jantung. Sel ini mengontrol kontraksi jantung. Sinyal akan dikirimkan oleh sistem saraf ke sel alat paju jantung yang kemudian mendorong jantung untuk mempercepat atau memperlambat detak jantung.

Bentuk Otot Jantung

Meskipun memiliki gerakan yang berbeda, bentuk otot jantung pada dasarnya mirip dengan otot rangka. Keduanya memiliki unit kontraktil yang dikenal sebagai sarkomer. Ciri yang satu ini merupakan salah satu ciri yang membedakan otot ini dan otot rangka dengan otot polos.

Bentuk yang membedakannya dengan otot lain adalah sebagai berikut:

  • Serat lurik bercabang
  • Inti terletak di bagian tengah (kadang-kadang terdapat dua ini per sel)
  • Tubulus T terletak pada pita Z dan bukan pada sambungan AI.

Fitur terpenting dari otot jantung adalah cakram interkalaris (intercalated discs) dan persimpangan celahnya (gap junctions). Cakram bertindak seperti pita Z pada otot rangka, membatasi tempat pertemuan sel otot jantung.

Bagian melintang pada otot inti membentuk sambungan tipe adherens dan desmosome yang menahan sel otot bersama-sama. Bagian lateral membentuk persimpangan celah yang memungkinan konduksi cepat dari aksi potensial. Hal ini penting agar jantung berkontraksi secara terkoordinasi dan memompa darah.

Baca Juga: Anatomi Jantung: Struktur, Fungsi, Cara Kerja, Penyakit

Penyakit yang Memengaruhi Jaringan Otot Jantung

Salah satu kondisi utama yang memengaruhi jaringan otot ini disebut dengan kardiomiopati. Kondisi ini membuat Anda lebih sulit untuk memompa jantung. Kardiomiopati sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, meliputi:

1. Kardiomiopati Hipertrofik

Penyakit yang pertama disebut kardiomiopati hipertrofik, yaitu kondisi di mana otot membesar dan menebal tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini umumnya ditemukan pada ventrikel, yaitu ruang bagian bawah jantung.

2. Kardiomiopati Dilatasi

Kardiomiopati dilatasi adalah kondisi di mana ventrikel menjadi lebih besar dan lebih lemah. Kondisi ini menyebabkan ventrikel kesulitan untuk memompa, sehingga membuat seluruh jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.

3. Kardiomiopati Restriktif

Selanjutnya adalah kardiomiopati restriktif. Kardiomiopati ini terjadi ketika ventrikel menjadi kaku dan menyebabkan ventrikel tidak dapat mengisi hingga volume penuh.

4. Displasia Ventrikel Kanan Aritmogenik

Dysplasia ventrikel kanan aritmogenik adalah kondisi di mana jaringan otot pada ventrikel kanan digantikan dengan jaringan yang kaya lemak atau serat. Kondisi ini dapat menyebabkan aritmia, yaitu kondisi di mana detak atau ritme jantung tidak normal.

Kardiomiopati terkadang tidak menimbulkan gejala, terutama pada kasus yang ringan. Apabila menimbulkan tanda-tanda, Anda mungkin akan merasakan gejala seperti:

  • Kesulitan bernapas, terutama saat olahraga
  • Bengkak di pergelangan kaki, tungkai, perut, atau pembuluh darah leher
  • Kelelahan

Apa yang Menyebabkan Kardiomiopati?

Penyebab kardiomiopati sering kali tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang memiliki potensi tinggi mengalami kondisi ini, seperti:

  • Riwayat keluarga kardiomiopati atau gagal jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kegemukan
  • Konsumsi alkohol berat
  • Penggunaan obat rekreasi (narkoba)
  • Riwayat infeksi jantung atau serangan jantung

Tidak semua orang yang mengalami kondisi di atas akan mengalami kardiomiopati, namun memiliki lebih dari satu faktor risiko kemungkinan akan menyebabkan risiko Anda terhadap kondisi ini menjadi lebih tinggi.

Melatih Kesehatan Otot Jantung

Salah satu cara untuk melatih kesehatan jantung adalah dengan berolahraga. Sama dengan jenis otot lainnya, otot ini juga dapat lebih kuat jika Anda melakukan olahraga secara rutin.

Manfaat lain dari olahraga adalah dapat membantu kerja jantung menjadi lebih efisien dan juga dapat mengurangi risiko kardiomiopati. Berdasarkan rekomendasi The American Heart Association, jumlah waktu olahraga yang efektif adalah sekitar 150 menit per minggu. Anda dapat melakukan olahraga 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Jenis latihan yang terbaik tentunya adalah latihan kardio, yaitu olahraga tipe aerob atau olahraga yang banyak mengonsumsi oksigen. Contoh latihan kardio adalah seperti berjalan, berlari, berenang, bersepeda, dan masih banyak lagi. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan olahraga yang Anda sukai.

Latihan kardio yang dilakukan secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan detak jantung, dan membuat pompa jantung lebih efektif. Secara umum kardio memang merupakan latihan yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

Namun, jika Anda sudah memiliki penyakit jantung tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum Anda melakukan olahraga yang tepat.

Itu dia informasi selengkapnya tentang otot jantung yang wajib untuk diketahui. Terus jaga kesehatan jantung Anda dengan olahraga secara rutin dan menjaga pola makan. Perlu diketahui bahwa banyak masalah jantung yang terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. Structure of Cardiac Muscle. https://teachmephysiology.com/cardiovascular-system/cardiac-muscle/structure-cardiac-muscle/. (Diakses 29 September 2020).
  2. Seladi-Schulman, Jill. 2018. How Is Cardiac Muscle Tissue Different from Other Muscle Tissues?. https://www.healthline.com/health/cardiac-muscle-tissue#structure. (Diakses 29 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi