Otomikosis adalah infeksi jamur yang terjadi di telinga, kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua telinga dan lebih sering terjadi pada orang-orang yang tinggal di daerah hangat atau tropis. Selain itu, kondisi ini juga bisa terjadi pada seseorang yang sering berenang, menderita diabetes, dan memiliki gangguan kesehatan kondisi kulit kronis. Simak penjelasan mengenai gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatan jamur di telinga selengkapnya di bawah ini.

otomikosis-doktersehat

Gejala Otomikosis

Pada umumnya, gejala otomikosis hanya terjadi pada satu telinga, namun ada kemungkinan bahwa kedua telinga dapat terkena pada saat yang bersamaan. Gejala khas yang bisa terjadi meliputi:

  • Gangguan pendengaran
  • Perasaan penuh di telinga
  • Kemerahan pada telinga luar
  • Gatal
  • Telinga terasa sakit
  • Pembengkakan
  • Kulit terkelupas
  • Telinga berdenging
  • Keluar cairan dari telinga, bisa berwarna putih, kuning, abu-abu, hitam, atau hijau.

Kapan Harus ke Dokter?

Tanda dan gejala infeksi telinga dapat menunjukkan sejumlah kondisi. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang cepat. Hubungi dokter jika Anda:

  • Gejalanya berlangsung lebih dari sehari.
  • Gejala hadir pada anak berusia kurang dari 6 bulan.
  • Nyeri telinga yang sangat parah.
  • Sulit tidur setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya.
  • Keluarnya cairan, nanah, atau darah dari telinga.

Penyebab Otomikosis

Otomikosis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur. Terdapat beberapa jenis jamur yang dapat menyebabkan infeksi ini, tetapi sebagian besar infeksi terkait dengan spesies Aspergillus atau yang lebih jarang adalah jamur Candida.

Orang-orang bersentuhan dengan jamur setiap hari di lingkungan,  jamur biasanya tidak menimbulkan masalah. Namun, seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat lebih mudah terkena infeksi daripada yang lain ketika mereka bersentuhan dengan jamur.

Penyebab jamur di telinga ini lebih sering terjadi pada mereka yang tinggal di iklim panas atau tropis karena jamur tumbuh subur di tempat yang hangat dan lembap

Faktor Risiko

  • Trauma dari alat bantu dengar atau penggunaan kapas/cotton bud.
  • Kondisi kulit kronis, seperti eksim.
  • Menderita diabetes melitus.
  • Berenang di air yang terkontaminasi.
  • Kurangnya serumen atau kotoran telinga, hal ini menyebabkan telinga tidak memiliki pertahanan tubuh alami untuk melindunginya dari benda asing dan infeksi.

Diagnosis Otomikosis

Gejala jamur di telinga harus selalu dievaluasi oleh dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang benar. Dokter akan membaca riwayat medis menyeluruh untuk menentukan apakah ada faktor risiko. Pemeriksaan fisik dengan alat yang disebut otoscope berguna untuk melihat bagian dalam saluran telinga dan gendang telinga.

Selain itu, dokter juga dapat mengambil sampel sel atau cairan dari telinga dan melihatnya di bawah mikroskop. Cara ini akan membantu untuk membedakan antara infeksi jamur atau bakteri.

Pengobatan Otomikosis

Terdapat beberapa pilihan perawatan untuk otomikosis. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan perawatan yang terbaik untuk kondisi jamur di telinga ini. Berikut adalah pengobatan atau terapi otomikosis yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Pembersihan

Dokter dapat membersihkan telinga secara menyeluruh dengan menggunakan bilasan atau metode lain. Jangan coba membersihkan telinga dengan kapas. Penyeka kapas hanya digunakan di bagian luar telinga saja.

  • Obat Tetes Telinga

Anda mungkin perlu menggunakan obat tetes telinga antijamur untuk mengobati otomikosis seperti clotrimazole dan fluconazole.

Asam asetat 2 persen adalah pengobatan umum lainnya untuk otomikosis. Biasanya, obat tetes telinga ini digunakan beberapa kali sehari selama sekitar satu minggu. Pilihan lain adalah menggunakan tetes telinga aluminium asetat 5 persen.

  • Obat Oral/Minum

Beberapa infeksi jamur seperti Aspergillus mungkin resisten terhadap tetes telinga yang biasa. Mereka mungkin memerlukan obat oral seperti itraconazole.

Anda mungkin juga disarankan untuk minum obat bebas seperti obat antiinflamasi non-steroid atau acetaminophen untuk mengatasi rasa sakit.

  • Obat Topikal

Dokter dapat merekomendasikan obat antijamur topikal untuk otomikosis jika jamur memengaruhi bagian luar telinga. Obat topikal biasanya berupa salep atau krim.

  • Obat Non-Resep

Beberapa pengobatan rumahan dapat membantu mengobati otomikosis, akan tetapi bicarakan dengan dokter sebelum mencobanya. Hydrogen peroxide encer dapat membantu menghilangkan penumpukan kotoran dari telinga.

Sementara itu, obat-obatan bebas yang mengandung carbamide peroxide, juga dapat membantu membersihkan telinga dari zat lilin.

Komplikasi Otomikosis

Meskipun jarang, komplikasi dapat timbul dari otomikosis. Jamur di telinga ini dapat menjadi kondisi kronis jika tidak diobati secara memadai atau tidak merespons pengobatan yang telah dilakukan. Keparahan kondisi bisa juga terjadi apabila seseorang terus terpapar air yang terkontaminasi mengandung jamur.

Meski kondisi ini terjadi di telinga luar, otomikosis bisa memengaruhi kondisi gendang telinga hingga telinga bagian dalam atau pangkal tengkorak.

Jenis infeksi ini biasanya memerlukan perawatan antijamur oral dan manajemen bedah. Komplikasi seperti ini lebih mungkin terjadi pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau diabetes melitus.

Pencegahan Otomikosis

Terdapat beberapa faktor yang dapat membantu mencegah jamur di telinga, antara lain:

  • Tidak terlalu bersih membersihkan telinga karena kotoran telinga memiliki sifat antijamur alami.
  • Mengeringkan telinga dengan baik setelah berenang dan mandi.
  • Menggunakan penyumbat telinga saat berenang.
  • Hindari menggaruk telinga karena dapat merusak kulit dan membuat jamur lebih mudah menyerang.
  • Hindari membersihkan telinga dengan kapas/cotton bud.

Pada akhirnya, otomikosis adalah kondisi yang tidak berbahaya dan mudah diobati dengan perawatan antijamur. Jamur di telinga ini dapat dicegah dengan menjaga telinga tetap kering dan menghindari sumber air yang terkontaminasi.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

  1. Johnson, Shannon. 2018. What to know about otomycosis. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321910#outlook. (Diakses pada 18 Februari 2020).
  2. Bandoim, Lana. 2019. Otomycosis: What You Need to Know. https://www.healthline.com/health/otomycosis. (Diakses pada 18 Februari 2020).
  3. Ear infection (middle ear). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616. (Diakses pada 18 Februari 2020).