Terbit: 11 Maret 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang yang cenderung terjadi pada remaja dan dewasa muda. Kanker ini paling sering muncul di ujung tulang panjang seperti tulang paha, tulang kering atas atau bawah, dan tulang lengan atas. Simak penjelasan lengkap mengenai osteosarcoma di bawah ini.

Osteosarcoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Osteosarcoma?

Seperti penjelasan sebelumnya, osteosarcoma atau juga disebut osteogenic sarcoma adalah jenis kanker yang dimulai pada tulang. Sel-sel tumor ini terlihat seperti bentuk awal dari sel-sel tulang yang biasanya membantu membuat jaringan tulang baru—tetapi jaringan tulang dari osteosarcoma tidak sekuat tulang normal.

Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi pada tulang datar/pipih yang mendukung dan melindungi organ vital, termasuk tulang panggul dan tengkorak.

Perawatan untuk kondisi ini biasanya kemoterapi, operasi, atau terapi radiasi. Dokter akan memilih opsi perawatan berdasarkan ukuran, jenis, stadium, di mana osteosarcoma dimulai, dan apakah kanker telah menyebar ke luar tulang lainnya atau tidak.

Gejala Osteosarcoma

Tanda dan gejala yang bisa terjadi adalah:

  • Pembengkakan di dekat tulang.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Tulang cedera atau patah tulang tanpa alasan yang jelas.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika anak atau Anda memiliki gejala persisten yang membuat khawatir. Karena gejalanya banyak kemiripan dengan kondisi yang lebih umum seperti cedera olahraga, hal itu membuat dokter dapat menyelidiki penyebabnya terlebih dahulu.

Penyebab Osteosarcoma

Kondisi ini dimulai ketika sel tulang yang sehat mengalami perubahan DNA. DNA di sini berfungsi memberitahu sel apa yang harus dilakukan. Apabila terjadi perubahan instruksi, dapat menghasilkan pembentukan tulang baru yang tidak diperlukan. Hasilnya adalah terbentuknya massa (tumor) sel-sel tulang buruk yang dapat menyerang dan menyebar jaringan tubuh yang sehat.

Meski penyebab dari kondisi ini adalah kesalahan pada salah satu sel yang bertanggung jawab untuk membuat tulang baru, penyebab pasti yang menyebabkan hal ini belum diketahui dengan pasti.

Faktor Risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko osteosarcoma adalah:

  • Pasien yang mendapat pengobatan sebelumnya dengan terapi radiasi.
  • Gangguan tulang lainnya seperti penyakit tulang Paget dan displasia fibrosa.
  • Kondisi genetik atau turunan lainnya termasuk hereditary retinoblastoma, Bloom syndrome, Li-Fraumeni syndrome, Rothmund-Thomson syndrome, dan Werner syndrome. 

Diagnosis Osteosarcoma

Jika seseorang memiliki tanda atau gejala yang menunjukkan tumor di dalam atau di sekitar tulang, dokter akan memeriksa riwayat medis lengkap untuk mengetahui lebih lanjut tentang gejala. Pemeriksaan fisik dapat memberikan informasi tentang kemungkinan tumor dan masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, dokter mungkin juga mencari masalah di bagian tubuh yang lain. Ketika seseorang (terutama orang dewasa) menderita kanker di tulang, sering kali kondisi ini merupakan hasil dari kanker yang dimulai di tempat lain dan kemudian menyebar ke tulang.

Jika dokter mencurigai seseorang memiliki osteosarcoma (atau jenis tumor tulang lainnya), beberapa tes lain mungkin dianjurkan antara lain tes pencitraan, biopsi, atau tes laboratorium.

Tes Pencitraan

Metode ini membantu dokter menyelidiki gejala kanker tulang dan mencari tanda-tanda bahwa kanker telah menyebar.

  • X-ray.
  • Computerized tomography (CT).
  • Magnetic resonance imaging (MRI).
  • Positron emission tomography (PET).
  • Bone scan.

Biopsi

Prosedur biopsi digunakan untuk mengumpulkan sampel sel yang mencurigakan. Tes ini dapat menunjukkan apakah sel itu kanker atau bukan.  Semua sampel yang diambil dengan biopsi dikirim ke ahli patologi untuk diperiksa dengan mikroskop.

Tes untuk mencari perubahan kromosom atau gen dalam sel tumor mungkin juga dilakukan. Tes-tes ini dapat membantu membedakan osteosarcoma dari kanker lain dan kadang-kadang dapat membantu memprediksi apakah kanker jenis ini merespons terapi atau tidak.

Hasil tes laboratorium juga dapat menentukan stadium kanker, yaitu dinilai dari ukuran kanker tersebut, seberapa cepat kanker tumbuh dan bagaimana penyebarannya.

Pengobatan Osteosarcoma

Perawatan osteosarcoma biasanya melibatkan pembedahan dan kemoterapi. Dalam situasi tertentu, terapi radiasi mungkin menjadi pilihan.

  • Operasi

Tujuan pembedahan adalah mengangkat semua sel kanker. Sebelum mengambil tindakan operasi, Anda harus mempertimbangkan bagaimana hal itu akan memengaruhi kemampuan Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Prosedur ini dilakukan tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran tumor dan lokasinya.

  • Kemoterapi

Perawatan kemoterapi biasanya menggabungkan dua atau lebih obat yang dapat diberikan sebagai infus ke dalam vena (IV), dalam bentuk pil, atau melalui keduanya.

Metode ini sering direkomendasikan sebelum operasi (terapi neoadjuvant). Dokter dapat memantau bagaimana sel-sel kanker merespons kemoterapi untuk merencanakan perawatan lebih lanjut.

Jika osteosarcoma menyusut sebagai respons terhadap kemoterapi, ini memungkinkan operasi pembedahan ekstremitas. Sedangkan jika tidak merespons terhadap pengobatan, hal ini mungkin mengindikasikan kankernya sangat agresif. Dokter dapat merekomendasikan kombinasi obat kemoterapi yang berbeda atau menyarankan operasi yang lebih agresif untuk memastikan semua kanker dihilangkan.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi seperti sinar-X dan proton untuk membunuh sel kanker. Radiasi mungkin menjadi pilihan dalam situasi tertentu, seperti ketika operasi tidak mungkin atau jika ahli bedah tidak dapat mengangkat semua kanker selama operasi.

Perlu diketahui, jika penyakit ini belum menyebar ke area tubuh yang lain tingkat kelangsungan hidup jangka panjang adalah 70 hingga 75%. Sementara, jika osteosarcoma telah menyebar ke paru-paru atau tulang lain saat diagnosis, tingkat kelangsungan hidup jangka panjang sekitar 30%.

Komplikasi Osteosarcoma

Berikut ini adalah beberapa komplikasi osteosarcoma yang bisa terjadi, di antaranya:

  • Kanker yang Menyebar

Kanker tulang dapat menyebar dari tempat asal ke area lain, hal itu membuat perawatan dan pemulihan menjadi lebih sulit.

  • Amputasi

Prosedur menghilangkan bagian anggota tubuh yang terkena bertujuan untuk menghilangkan semua sel kanker. Selain itu, cara ini diambil agar sel kanker tidak menginfeksi bagian tubuh yang lain.

Pencegahan Osteosarcoma

Agar risiko kanker pada tubuh bisa menurun, cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan perubahan gaya hidup tertentu seperti menjaga berat badan ideal dan berhenti merokok.

 

  1. Osteosarcoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteosarcoma/symptoms-causes/syc-20351052. (Diakses pada 11 Maret 2020).
  2. Osteosarcoma. https://www.cancer.org/cancer/osteosarcoma/causes-risks-prevention.html. (Diakses pada 11 Maret 2020).
  3. Osteosarcoma. https://www.stjude.org/disease/osteosarcoma.html. (Diakses pada 11 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi