Terbit: 11 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita membahas tentang kolesterol tinggi, maka kita pun akan berpikir tentang penyakit jantung. Memang, kedua hal ini terkait, namun menurut pakar kesehatan, ada beberapa organ tubuh lain yang juga bisa mengalami kerusakan akibat masalah kesehatan ini. Masalahnya adalah kolesterol tinggi termasuk dalam pembunuh diam-diam. Gejalanya tidak begitu jelas hingga akhirnya memicu kerusakan organ tubuh yang bisa saja membuat kita kehilangan nyawa.

Waspada! Organ Tubuh Ini Jadi Rusak Akibat Kolesterol Tinggi

Organ tubuh yang bisa rusak akibat kolesterol

Penumpukan plak akibat kolesterol tinggi tidak hanya berdampak pada sirkulasi darah saja, melainkan menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh.

Berikut adalah beberapa organ tubuh yang paling menderita akibat kolesterol tinggi.

  1. Jantung

Kolesterol tinggi memang terkait erat dengan organ jantung. Jika kadar kolesterol jahat atau LDL lebih tinggi dari normal, maka penumpukan plak pada pembuluh darah pun akan menjadi semakin parah. Masalahnya adalah jika sampai penumpukan plak ini terjadi di pembuluh darah menuju jantung, maka akan terjadi penurunan aliran darah ke jantung yang akhirnya membuat otot jantung semakin melemah. Jika hal ini terjadi, maka jantung bisa kehilangan fungsinya dan memicu gagal jantung yang mematikan.

  1. Otak

Kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah menuju otak. Hal ini akan membuat aliran darah ke otak menurun. Padahal, otak sangat membutuhkan nutrisi dan oksigen untuk tetap berfungsi dengan baik. Bahkan, jika sampai aliran darah menuju otak benar-benar tersumbat, akan muncul stroke yang sangat berbahaya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Kantung empedu

Kantung empedu memiliki fungsi sebagai penyimpan cairan empedu, cairan yang bisa membantu proses pemecahan lemak di dalam usus. Masalahnya adalah jika sampai kadar kolesterol jahat di dalam tubuh terlalu tinggi, akan terjadi pembentukan batu empedu yang berbahaya.

Cara menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh

Mengingat dampak dari masalah kolesterol tinggi sangatlah besar dan tidak bisa disepelekan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter agar bisa mendapatkan obat atau saran medis yang tepat demi bisa menurunkannya. Selain itu, kita juga bisa melakukan beberapa trik untuk menurunkan kolesterol.

Berikut adalah beberapa trik dan cara menurunkan kadar kolesterol yang patut untuk kita coba:

  1. Rajin makan oatmeal

Cara pertama yang bisa kita lakukan untuk menurunkan kolesterol adalah dengan rajin makan oatmeal. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan serat di dalam oatmeal yang mampu menghambat proses penyerapan kolesterol sekaligus membantu proses pembuangan kolesterol dengan efektif. Kita hanya perlu rutin mengonsumsinya saat sarapan demi mendapatkan manfaat kesehatannya.

  1. Rajin berolahraga

Selain bisa membantu menurunkan berat badan, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap minggu bisa membuat kadar kolesterol menurun. Olahraga yang dilakukan tidak perlu yang berat. Kita hanya perlu berjalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang dengan rutin demi menurunkan kadar kolesterol.

  1. Mengubah pola makan

Selain rajin makan oatmeal saat sarapan, kita sebaiknya mulai menghindari makanan tinggi lemak dan kolesterol seperti makanan cepat saji dan gorengan. Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan makanan berserat seperti sayur dan buah yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Salah satu sayuran yang paling direkomendasikan utnuk menurunkan kolesterol adalah brokoli, tepatnya brokoli rebus.

Makanan lain yang direkomendasikan untuk menurunkan kolesterol adalah biji-bijian, bekatul, jus jambu merah, jus anggur, serta air jeruk nipis.

Dengan melakukan berbagai hal ini, maka kadar kolesterol menurun dan organ-organ tubuh yang sebelumnya terbebani akan bisa kembali berfungsi dengan normal. Risiko terkena penyakit berbahaya pun bisa diturunkan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi