Terbit: 3 Mei 2021 | Diperbarui: 4 Mei 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Organ ekskresi pada manusia memiliki fungsi untuk membuang sisa metabolisme. Simak penjelasan lengkap mengenai berbagai organ ekskresi pada manusia dan cara menjaga fungsinya tetap optimal berikut ini.

Mengenal Berbagai Organ Ekskresi dan Cara Menjaga Kesehatannya

Apa Itu Ekskresi?

Ekskresi adalah proses membuang limbah dan kelebihan air dari tubuh. Ini adalah salah satu cara utama tubuh mempertahankan homeostasis. Meskipun ginjal adalah organ penyusun sistem ekskresi yang utama, beberapa organ lain seperti usus besar, hati, kulit, dan paru-paru juga mengeluarkan limbah. Semua organ ini bersama dengan ginjal membentuk sistem ekskresi.

Setiap organ ekskresi memiliki fungsinya masing-masing, antara lain:

  • Usus besar menghilangkan limbah padat yang tersisa setelah pencernaan makanan.
  • Hati memecah kelebihan asam amino dan racun dalam darah.
  • Kulit menghilangkan kelebihan air dan garam dalam keringat.
  • Paru-paru menghembuskan uap air dan karbon dioksida.

Berbagai Organ Ekskresi pada Manusia

Setiap organisme hidup menghasilkan limbah dalam tubuhnya dan memiliki mekanisme untuk mengeluarkannya. Pada manusia, sistem ekskresi menangani pembuangan limbah yang terdiri dari:

1. Ginjal

Ginjal adalah organ utama dari sistem ekskresi manusia. Setiap orang memiliki sepasang ginjal yang terletak di setiap sisi tulang belakang. Organ ini sendiri dibagi menjadi tiga area, yaitu korteks ginjal yang merupakan lapisan terluar, medula ginjal yang merupakan lapisan dalam, dan pelvis ginjal yang membawa urine dari ginjal ke ke ureter.

2. Ureter

Ini adalah tabung otot tipis yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Organ yang berfungsi sebagai perpanjangan dari pelvis ginjal ini adalah bagian dari sistem urinaria.

Ureter terdiri dari 2 saluran yang terdapat di sisi kanan dan kiri. Pada saluran ureter terdapat beberapa area yang menyempit dan di lokasi ini biasanya batu ginjal sering menetap.

3. Kandung Kemih

Kandung kemih adalah organ ekskresi yang memiliki struktur seperti kantung yang dilapisi oleh lapisan otot polos. Organ ini menyimpan urine sampai miksi (proses mengeluarkan urine dari tubuh). Sebelum urine dikeluarkan dari tubuh, urine akan bermuara terlebih dahulu di kandung kemih.

4. Uretra

Uretra merupakan saluran yang menghubungkan kandung kemih ke luar tubuh. Pada wanita, saluran ini lebih pendek dibanding pria. Selain membuang urine, pada pria saluran ini juga berguna menjadi saluran pengeluaran air mani. Sementara pada wanita, ureter berbentuk lubang kecil di atas vagina.

5. Kulit

Organ ekskresi pada manusia lainnya adalah kulit. Fungsi utamanya adalah melindungi berbagai organ tubuh. Selain itu, kulit mengeluarkan keringat dan secara khusus kulit juga menghilangkan senyawa seperti NaCl, sejumlah urea, dll.

Perlu diketahui, kulit sendiri terdiri dari tiga lapisan utama yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Setiap lapisan memiliki peran yang berbeda dalam struktur kulit.

6. Paru-Paru

Paru-paru adalah organ pernapasan utama. Organ ini membantu mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Namun dalam proses ini, paru-paru juga berfungsi untuk menghilangkan sejumlah air dalam bentuk uap.

7. Hati

Organ ini memiliki fungsi penting dalam mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh. Saat Anda mengonsumsi obat-obatan, sebagian besar obat mengalami metabolisme di organ ini. Selanjutnya, hati juga membantu menghilangkan lemak dan kolesterol berlebih pada tubuh.

Selain itu, organ ini juga membantu membersihkan alkohol hingga racun. Hati juga membantu proses metabolisme protein dengan mengubah amonia menjadi urea, yang dikeluarkan bersama urine oleh ginjal.

Baca Juga: Sistem Respirasi: Jenis, Organ, Cara Kerja, Fakta, dll

Cara Menjaga Kesehatan Organ Ekskresi

Berikut adalah berbagai langkah yang bisa dilakukan agar fungsi organ ekskresi tetap berfungsi dengan optimal, di antaranya:

1. Buang Air Kecil Sepenuhnya

Salah satu cara mengurangi gangguan pada sistem ekskresi adalah memastikan buang air kecil sepenuhnya. Jika Anda mengencangkan otot untuk berhenti buang air kecil terlalu cepat, urine yang tidak keluar akan kembali ke kandung kemih, di mana hal ini dapat membawa bakteri sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

2. Meningkatkan Asupan Cairan

Konsumsi enam hingga delapan gelas sehari air putih dapat membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Batasi konsumsi minuman berkafein seperti soda dan kopi, karena minuman ini dapat membuat Anda lebih sering untuk buang air kecil.

3. Rutin Berjalan Secara Teratur

Beberapa orang yang jarang bergerak atau memiliki penyakit jantung, mungkin mengalami penumpukan cairan di kaki pada siang hari. Pada malam hari, cairan ini menyebabkan penderita harus mengosongkan kandung kemihnya.

Jika Anda memiliki retensi cairan di kaki yang menyebabkan kandung kemih aktif di malam hari, cobalah berjalan lebih banyak sepanjang hari. Jika Anda tidak bisa berjalan, tekuk otot betis dan angkat kaki setinggi pinggang.

4. Tidak Merokok

Seorang perokok setidaknya tiga kali lebih mungkin terkena kanker kandung kemih daripada bukan perokok. Jika Anda masih merokok atau menggunakan bentuk tembakau lain, penting untuk menghentikannya demi kesehatan kandung kemih dan juga alasan lainnya. Minta bantuan dokter jika Anda mengalami kesulitan dalam menghentikan kebiasaan ini .

5. Melakukan Latihan Kegel untuk Mencegah Inkontinensia Urine

Latihan kegel dilakukan untuk memperkuat otot-otot yang memungkinkan kontrol kandung kemih lebih baik. Otot yang lemah dapat menyebabkan kebocoran urine, keadaan yang disebut inkontinensia urine.

Jika Anda mengalami masalah kontrol kandung kemih, bicarakan dengan ahli yang dapat mengajari cara melakukan latihan ini dengan benar.

6. Membersihkan Area Genital Sebelum dan Setelah Berhubungan Seks

Hubungan seksual dapat menyebabkan infeksi kandung kemih pada wanita. Oleh karena itu, membersihkan area genital dan anus sebelum berhubungan dapat membantu mencegah infeksi.

Selain itu, buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks juga dapat membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih.

7. Hindari Konsumsi Banyak Cairan Sebelum Tidur

Jika Anda memiliki dorongan kuat untuk buang air kecil pada waktu yang tidak tepat atau jika Anda mengalami inkontinensia urine, Anda mungkin perlu minum lebih sedikit cairan pada waktu-waktu tertentu.

Jika Anda bangun terlalu banyak di malam hari untuk mengosongkan kandung kemih, hindari minum cairan dua jam sebelum tidur.

8. Tubuh Harus Selalu Aktif

Seseorang yang menghabiskan waktu lima jam atau lebih per hari untuk duduk atau memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah lebih mungkin untuk mengembangkan lower urinary tract symptom (LUTS), yaitu pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas, frekuensi buang air kecil jarang, aliran urine lemah, atau harus bangun untuk buang air kecil di malam hari.

 

  1. Anonim. Human Excretory System. https://www.toppr.com/guides/biology/excretory-products/human-excretory-system/. (Diakses pada 3 Mei 2021).
  2. Metcalf, Eric. 2019. 10 Ways to Keep Your Bladder Healthy and Happy. https://www.everydayhealth.com/bladder-health-pictures/keep-your-bladder-healthy.aspx. (Diakses pada 3 Mei 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi