Orang Pendek Rentan Diabetes

pendek-tinggi-badan-doktersehat
Photo Source: Flickr/jijake1977

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian terbaru menghasilkan fakta mengejutkan tentang kerugian yang bisa didapatkan oleh orang-orang dengan fisik yang cenderung pendek, yakni memiliki risiko lebih besar untuk terkena diabetes. Bagaimana bisa tinggi badan terkait dengan salah satu masalah kesehatan yang dikenal cukup mematikan ini?

Kaitan Antara Tinggi Badan dengan Diabetes

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam situs Yahoo pada Selasa, 10 September 2019 ini, disebutkan bahwa tinggi badan yang lebih rendah bisa berimbas pada risiko diabetes yang lebih tinggi. Bahkan, jika kita memiliki berat badan lebih tinggi 10 cm, maka risiko untuk terkena diabetes bisa diturunkan hingga 41 persen bagi kaum pria dan 33 persen bagi kaum wanita.

Dalam penelitian yang diunggah dalam jurnal berjudul Diabetologia ini, disebutkan bahwa di dalam tubuh orang yang lebih pendek, bisa saja terdapat kandungan lemak pada liver yang lebih banyak. Masalahnya adalah kebedaraan lemak pada liver ini bisa meningkatkan risiko terkena beberapa jenis penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Penumpukan lemak pada hati juga berimbas pada gangguan sensitivitas insulin. Padahal, keberadaan insulin inilah yang sangat dibutuhkan untuk mengolah glukosa menjadi energi sekaligus menjaga kadar gula darah berada dalam kondisi normal.

Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek kondisi kesehatan dari 16.600 wanita dan 11.000 pria dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun di Postdam, Jerman, pada tahun 1994 hingga 1998.

“Penelitian ini bisa membantu para pakar kesehatan untuk memprediksi risiko diabetes berdasarkan tinggi badan,” tulis penelitian ini.

Sebagai informasi, International Diabetes Federation menyebut 420 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Diabetes bisa dibagi menjadi dua, yakni diabetes tipe 1 yang biasanya sudah terdiagnosis sejak usia anak-anak dan menyerang 10 persen dari total penderita diabetes di seluruh dunia. Selain itu, ada jenis diabetes lainnya, yakni diabetes tipe 2 yang seringkali dipicu oleh gaya hidup yang buruk.

Berbagai Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa faktor yang bisa membuat risiko terkena diabetes meningkat dengan signifikan. Mengingat penyakit ini bisa memberikan dampak yang serius, sebaiknya memang kita berusaha untuk lebih memperhatikannya.

Berikut adalah faktor-faktor peningkat risiko diabetes tersebut.

  1. Masalah pada Pankreas

Biasanya, kasus diabetes tipe 1 dipicu oleh masalah pada pankreas. Organ ini tidak mampu memproduksi hormon insulin sehingga tubuh tidak mampu menjaga kadar gula darah tetap seimbang.

Hanya saja, gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang buruk bisa saja membebani kinerja pankreas sehingga lama kelamaan organ ini mengalami penurunan fungsi yang akhirnya juga berimbas pada datangnya diabetes.

  1. Faktor Keturunan

Orang tua yang mengidap diabetes akan membuat anaknya memiliki risiko lebih besar terkena penyakit yang sama. Karena alasan inilah jika kita memiliki keluarga dengan riwayat diabetes, sebaiknya lebih cermat dalam menjaga gaya hidup demi mencegah kedatangannya.

  1. Mengalami Obesitas

Jika kita mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, maka akan membuat kadar lemak menumpuk di dalam organ-organ tubuh dan merusak fungsinya. Salah satu organ yang terbebani adalah pankreas sehingga akhirnya menyebabkan risiko terkena resistensi insulin, faktor utama penyebab diabetes.

  1. Pola Makan Tidak Sehat

Hobi mengonsumsi makanan cepat saji, makanan dan minuman tinggi gula, dan jarang mengonsumsi buah dan sayur bisa membuat kadar gula naik drastis dan akhirnya memicu diabetes.

  1. Rokok dan Minuman Beralkohol

Alkohol dan rokok bisa memicu kekacauan sistem metabolisme dan keseimbangan hormon. Hal ini bisa menyebabkan datangnya diabetes.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. Shorter People Run Higher Risk of Diabetes: Study. news.yahoo.com/shorter-people-run-higher-risk-diabetes-study-032404102.html (Diakses pada 10 September 2019).