Terbit: 12 September 2018 | Diperbarui: 31 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Meskipun sudah dijadikan salah satu bagian dari program empat sehat lima sempurna yang dicanangkan oleh pemerintah sejak bertahun-tahun silam, dalam realitanya konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Menurut data dari Kementerian Pertanian yang dikeluarkan pada 2016 silam, disebutkan bahwa konsumsi susu per kapita di Indonesia hanya 11,09 liter, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi negara tetangga seperti Malaysia (50,9 liter) dan Singapura (46,1 liter). Sebenarnya, apa sih penyebab dari rendahnya konsumsi susu di Indonesia?

Gara-Gara Ini, Orang Indonesia Jarang Minum Susu

Ketua Yayasan Mitra Pangan, Gizi, dan Kesehatan Indonesia (MPGKI) Drs Benny Kodyat MPA menyebutkan bahwa hal pertama yang menyebabkan konsumsi susu masyarakat Indonesia sangatlah rendah adalah pasokan susu di Indonesia yang memang masih rendah. Meskipun jumlah produsen susu meningkat, dalam realitanya produksi susu masih belum mencukupi kebutuhan. Badan Pusat Statistik menyebut produksi susu lokal pada 2017 lalu hanyalah 922 ribu ton, tidak sampai 20 persen dari kebutuhan susu nasional yang mencapai 4,45 juta ton.

Sebagian besar masyarakat Indonesia juga cenderung mengalami intoleransi laktosa, masalah kesehatan yang menyebabkan kita merasa kurang nyaman pada perut atau bahkan terkena diare setelah minum susu. Sebagai informasi, intoleransi laktosa adalah kondisi yang membuat usus halus kekurangan laktase yang berfungsi sebagai pengurai laktosa pada susu. Pakar kesehatan menyebut masalah ini cenderung sering terjadi pada masyarakat Asia, khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Agar tidak mengalami efek intoleransi laktosa akibat minum susu, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi yoghurt. Meskipun termasuk dalam produk turunan susu sehingga memiliki manfaat yang sama, laktosa di dalamnya cenderung lebih sederhana sehingga lebih nyaman bagi penderita intoleransi laktosa.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi