Orang Gemuk Pasti Rentan Kena Diabetes?

gemuk-berat-badan-doktersehat

DokterSehat.Com– Memiliki berat badan berlebih atau kegemukan memang bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena berbagai macam penyakit berbahaya. Tak hanya penyakit jantung, banyak orang yang berpikir jika mereka yang mengalami kegemukan juga lebih rentan terkena diabetes. Sebenarnya, apakah berat badan berlebihan dan diabetes memang memiliki kaitan yang erat?

Kaitan antara berat badan dan diabetes

Pakar kesehatan menyebut diabetes dan kegemukan sama-sama terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat. Tak hanya karena malas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, kedua masalah kesehatan ini juga bisa terjadi akibat pola makan yang sangat buruk.

Hanya saja, bukan berarti semua orang gemuk pasti akan kena diabetes. Jika mereka mampu menerapkan gaya hidup yang sehat dan menerapkan pola makan yang lebih seimbang, bisa jadi risiko untuk terkena diabetes justru tidak setinggi mereka yang berbadan kurus namun menerapkan gaya hidup yang tidak sehat.

Meskipun begitu, orang yang memiliki berat badan berlebihan memang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh pankreas yang bekerja dengan lebih keras demi memetabolisme gula darah yang biasanya cukup tinggi. Selain itu, sensitivitas insulin pada orang gemuk juga cenderung tidak sebaik orang-orang dengan berat badan ideal. Jika sampai pankreas mengalami kerusakan akibat bekerja dengan terlalu keras, maka risiko untuk mengalami diabetes pun naik.

Mengenal beberapa kebiasaan yang bisa membantu mencegah datangnya diabetes

Pakar kesehatan menyebut kondisi pre-diabetes, kondisi yang membuat seseorang memiliki kadar gula darah tinggi dan berpotensi memicu datangnya diabetes cukup banyak dialami oleh orang-orang berusia produktif, yakni di usia 20 hingga 39 tahun. Kita pun harus melakukan perubahan gaya hidup demi mencegah datangnya penyakit ini.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan demi mencegah diabetes.

  1. Membawa bekal makanan jika pergi ke luar

Banyak orang yang memilih untuk makan di luar rumah alih-alih membawa bekal sendiri saat bepergian. Memang, hal ini lebih praktis untuk dilakukan dan bisa membuat kita mencicipi berbagai macam makanan yang lezat, namun pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan di luar bisa meningkatkan risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya.

Sebagai contoh, jika kita memesan nasi goreng atau martabak dan di waktu lainnya juga mengonsumsi makanan tinggi kalori, maka asupan kalori harian bisa berlebihan. Selain itu, seringkali kita memilih untuk mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis, minuman bersoda, atau minuman berwarna lainnya yang tinggi kandungan gula. Terlalu sering mengonsumsinya tentu akan mempengaruhi risiko diabetes dengan signifikan.

Dengan membawa bekal sendiri, kita bisa mengatur porsi dan keseimbangan nutrisi makanan. Hal ini tentu akan menjaga asupan kalori agar tidak berlebihan.

  1. Mengatur konsumsi gula dengan lebih baik

Tak hanya gula yang dimasukkan di dalam minuman, kita juga harus lebih baik dalam memperhatikan asupan gula dari makanan atau minuman yang kita konsumsi setiap hari. Sebagai contoh, jika kita hobi makan biskuit, roti isi, hingga nongkrong bersama dengan teman-teman di kafe, bisa jadi konsumsi gula lebih dari batas aman yang hanya 50 gram setiap hari.

Cobalah untuk mulai membiasakan diri mengonsumsi minuman tanpa tambahan gula. Jika kita memesan kopi atau teh misalnya, pesanlah yang pahit atau tanpa diberi tambahan gula. Selain itu, batasi konsumsi makanan atau camilan yang memiliki rasa yang manis.

  1. Lebih aktif bergerak

Berolahraga sekitar 30 menit setiap hari sudah mampu membantu menurunkan risiko diabetes. Olahraga yang dilakukan juga tidak perlu yang berat-berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging santai sudah bisa memberikan manfaat kesehatan ini. Selain itu, kita juga sebaiknya tidak terlalu bergantung pada kendaraan pribadi. Jika memang bisa mampu berjalan kaki ke tempat-tempat tertentu, sebaiknya kita melakukannya alih-alih memakai kendaraan.