Operasi Plastik Facelift Bisa Bikin Wajah Bengkak Parah?

ratna-sarumpaet-doktersehat
Photo Source: Kumparan

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tidak ingin awet muda? Demi mendapatkannya, banyak orang yang sampai melakukan operasi plastik. Salah satunya adalah aktivis Ratna Sarumpaet. Belakangan ini berita tentang dirinya menjadi korban pengeroyokan sehingga mengalami lebam-lebam di wajahnya beredar di berbagai media. Ternyata, lebam-lebam di wajahnya disebabkan oleh efek samping operasi plastik facelift yang baru saja dilakukannya.

Berdasarkan pemeriksaan Polda Metro Jaya, dihasilkan fakta bahwa Ratna menjalani proses operasi plastik ini di RS Bina Estetika yang ada di Menteng, Jakarta Pusat. Di rumah sakit ini, Ratna mendapatkan operasi plastik tarik wajah atau facelift dan operasi pada kantung matanya. Sebuah pertanyaan pun muncul. Bagaimana bisa operasi plastik ini bisa menyebabkan efek wajah bengkak seperti baru saja dipukuli?

Operasi facelift dilakukan untuk mengembalikan posisi otot, kulit, dan lemak sebagaimana saat kita masih berusia muda. Operasi ini bisa membuat kulit di bagian rahang bawah, dagu, dan leher menjadi lebih kencang.

Hanya saja, saat operasi ini dilakukan di wajah, bisa jadi akan menyebabkan gangguan pembuluh limfatik sehingga memicu penumpukan cairan. Hal ini akan menyebabkan efek samping berupa pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada muka.

Butuh beberapa waktu untuk mengembalikan fungsi pembulih limfatik menjadi normal kembali, namun biasanya setelah seminggu pasca operasi, 60 persen pembengkakan pada wajah akan bisa menghilang.

Setelahnya, secara bertahap pembengkakan ini akan menghilang setelah 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Hanya saja, biasanya setelah 3 bulan pasca operasi, pembengkakan ini sudah tidak lagi terlihat.

Saat isu pengeroyokan Ratna Sarumpaet ini ramai di berbagai media, seniman yang juga merupakan dokter bedah dr. Tompi pun ikut mengomentari foto-foto Ratna. Melalui akun Twitter pribadinya, @dr_tompi, ia sempat berkata bahwa foto-foto yang beredar adalah efek samping bekas operasi, bukannya akibat dikeroyok massa.

Lantas, apakah ada cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pembengkakan setelah operasi ini? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa pasien biasanya diminta untuk menurunkan asupan garam yang bisa memicu pembengkakan. Selain itu, pada bagian wajah pasien juga dikenakan compression garment, sejenis perban yang bisa menurunkan pembengkakan selama beberapa hari.