Berbagai Hal yang Perlu Diketahui Tentang Operasi Pita Suara

operasi-pita-suara-doktersehat

DokterSehat.Com – Pita suara adalah organ utama dalam menghasilkan suara. Jika terdapat gangguan pada pita suara, maka seseorang juga berisiko kehilangan suaranya. Dalam beberapa kondisi kronis, operasi pita suara mungkin dibutuhkan untuk mengambalikan fungsi pita suara agar dapat bekerja normal kembali.

Apa Itu Pita Suara?

Pita suara atau vocal cord adalah bagian dari laring yang merupakan salah satu organ yang berada pada leher manusia. Pita suara memiliki peranan utama dalam menghasilkan suara. Bentuk pita suara adalah seperti katup yang akan bergetar ketika mendapatkan aliran udara dari paru-paru.

Selanjutnya suara akan dikeluarkan oleh artikulator yang terdiri dari lidah, langit-langit mulut, bibir, pipi, dan yang lainnya. Pita suara bekerja dengan artikulator untuk memproduksi berbagai suara yang dapat menggambarkan emosi seseorang atau bahkan menghasilakn sebuah musik.

Pita suara dapat mengalami masalah, terutama pada seseorang yang bekerja dengan banyak menggunakan pita suara, seperti penyanyi contohnya. Masalah pada suara dapat diselesaikan dengan beberapa prosedur, salah satunya adalah operasi pita suara.

Selain untuk mengatasi masalah pada pita suara, prosedur operasi pita suara juga sering dilaksanakan oleh seorang transgender. Tujuan operasi pita suara transgender adalah untuk mengubah suara seseorang sehingga lebih mirip dengan gender barunya.

Kondisi yang Membutuhkan Operasi Pita Suara

Operasi pita suara transgender pada dasarnya tidak wajib untuk dilakukan karena hanya bertujuan untuk mengubah suara. Sedangkan operasi pita suara karena kondisi tertentu biasanya dilakukan ketika pita suara sudah tidak dapat bekerja sesuai fungsinya, hingga seseorang dapat kehilangan suaranya sama sekali. Gangguan pita suara ini dapat disebabkan oleh berbagai sebab seperti berikut ini:

1. Laringitis

Laringitis atau peradangan kotak suara merupakan kondisi paling umum membutuhkan operasi pita suara. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa sebab seperti infeksi virus hingga iritasi akibat penggunaan berlebihan. Gejala laringitis meliputi batuk, demam, tenggorokan kering, suara serat atau hilang sama sekali.

2. Polip pita suara

Polip adalah jaringan non-kanker yang tumbuh di pita suara. Bentuk polip biasanya menyerupai luka lepuh. Penyebab polip yang paling umum adalah pita suara yang digunakan secara berlebihan.  Gelaja polip adalah seperti suara serak dan seperti habis serta timbul rasa sakit pada telinga.

3. Nodul pita suara

Nodul pita suara tidak jauh berbeda dengan polip pita suara, yaitu timbulnya jaringan pada pita suara manusia yang mengganggu fungsi pita suara. Perbedaannya hanya dalam bentuknya saja, jaringan nodul tidak berbentuk seperti luka melepuh, tapi hanya membaut pita suara menebal atau membengkak.

4. Kista pita suara

Kondisi lainnya yang membutuhkan prosedur operasi pita suara adalah kista pita suara. Kista adalah munculnya jaringan berupa kantung berisi cairan dan udara yang menempul pada organ tubuh tertentu. Kista merupakan jenis tumor jinak dan bukan merupakan kanker.

5. Kondisi kesehatan lainnya

Selain kondisi di atas, kondisi lain yang membutuhkan operasi pita suara adalah jika terjadi kerusakan pada impuls saraf menuju laring. Penyebab kondisi ini beragam mulai dari gangguan saraf, kanker, atau karena infeksi virus.

Jika mengalami kondisi yang mengganggu pita suara, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Jenis-Jenis Prosedur Operasi Pita Suara

Ternyata operasi pita suara manusia memiliki beberapa macam jenis. Pemilihan prosedur untuk menangani gangguan pita suara ini biasanya dipilih berdasarkan penyebab dan seberapa parahnya gangguan. Berikut adalah beberapa prosedur yang biasa dilakukan untuk mengatasi gangguan pita suara:

1. Reposisi pita suara

Reposisi pita suara adalah prosedur yang dilakukan jika gangguan pita suara hanya terjadi pada salah satu pita suara. Prosedur ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi salah satu pita suara yang tidak bermasalah. Reposisi pita suara dilakukan dengan cara memperbaiki dan memindahkan jaringan pita suara.

2. Bulk injection

Metode injeksi untuk mengatasi masalah gangguan pita suara sudah ada sejak lama. Salah satunya adalah bulk injection, yaitu menyutikkan zat yang teridri dari lemak, kolagen, dan beberapa jenis zat lainnya. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengembaliklan fungsi pita suara.

3. Mikrolaringoskopi

Mikrolaringoskopi adalah prosedur operasi pita suara secara mikroskopik. Metode ini memiliki keunggulan yaitu melihat jaringan dengan lebih dekat sehingga dapat menurunkan risiko dalam proses pengambilan jaringan dan juga pemeriksaan.

4. Thyroplasty

Thyroplasty adalah teknik untuk meningkatkan suara atau memperbaiki pita suara dengan cara mengubah tulang rawan tiroid pada laring. Tujuannya untuk memperpanjang atau mengubah posisi pita suara. Salah satu jenis thyroplasty adalah medialization laryngoplasty.

Efek Samping Operasi Pita Suara

Operasi pita suara dapat menyebabkan beberapa efek samping, tapi tentunya efek samping ini tidak terjadi pada semua orang. Efek samping muncul bergantung pada kondisi pasien dan juga prosedur operasi pita suara yang dilakukan. Berikut adalah beberapa efek samping yang perlu diwaspadai:

  • Perubahan suara dari suara sebelum operasi. Hal ini lah yang membuat seorang penyanyi mempertimbangkan operasi ini.
  • Iritasi dan infeksi pada pita suara. Efek samping ini kemungkinan kecil terjadi jika operasi pita suara dilakukan sesuai dengan prosedur.
  • Menurunnya kemampuan indra pengecap atau lidah mati rasa. Efek samping ini biasanya hanya terjadi sementara.

Jika ingin menghindari efek samping di atas, maka pasien harus mengikuti semua prosedut operasi pita suara dengan benar mulai dari prosedur sebelum operasi, saat operasi, dan juga pada saat masa pemulihan.

Beberapa saat setelah operasi, Anda mungkin tidak diperbolehkan untuk menggunakan pita suara Anda lebih dulu. Setelah beberapa hari, barulah dilakukan latihan suara untuk mengembalikan fungsi normal dari pita suara.