Terbit: 14 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Operasi pembesaran payudara dapat dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri atau untuk rekonstruksi payudara setelah operasi kanker payudara. Ketahui selengkapnya tentang tindakan medis ini mulai dari tujuan, prosedur, hingga biaya yang dibutuhkan.

Operasi Pembesaran Payudara: Tujuan, Prosedur, Biaya, dll

Apa Itu Operasi Pembesaran Payudara

Operasi pembesaran payudara adalah prosedur operasi untuk memperbesar ukuran payudara. Prosedur yang disebut dengan breast augmentation atau augmentation mammoplasty ini dilakukan dengan cara menempatkan implan payudara di bawah jaringan payudara atau di otot dada.

Kebanyakan wanita menjalani prosedur ini untuk meningkatkan rasa percaya diri. Namun, prosedur ini juga dapat dilakukan untuk membentuk kembali payudara yang mengalami perubahan bentuk karena kondisi tertentu seperti pascaoperasi mastektomi akibat kanker payudara.

Terdapat beberapa jenis implan yang dapat digunakan dalam prosedur ini. Rata-rata implan ini dapat bertahan sekitar 7-12 tahun.

Tujuan Operasi Pembesaran Payudara

Prosedur operasi satu ini dapat dilakukan dengan beberapa tujuan seperti:

  • Memperbesar ukuran payudara yang dianggap kecil
  • Menyamakan ukuran payudara yang tidak simetris
  • Mengembalikan ukuran payudara yang mengecil setelah kehamilan, menyusui, atau penurunan berat badan
  • Mengendalikan payudara setelah operasi

Operasi pembesaran payudara dapat berupa operasi rekonstruktif maupun bedah kosmetik. Jika dibandingkan dengan bedah rekonstruktif, bedah kosmetik yang tujuannya estetika lebih banyak dilakukan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa kebanyakan wanita melakukan prosedur ini untuk mendapatkan ukuran payudara yang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Jenis Implan yang Digunakan

Terdapat 3 jenis implan yang dapat digunakan untuk memperbaiki ukuran payudara. Berikut penjelasannya:

  • Implan saline. Implan ini diisi dengan larutan garam steril. Cairan ditahan di dalam cangkang silicon elastomer. Banyaknya larutan yang diisi akan memengaruhi kekencangan dan bentuk payudara. Apabila larutan bocor dari implan, larutan akan diserap dan dikeluarkan secara alami oleh tubuh. Implan ini biasanya dimasukkan dalam keadaan kosong, baru kemudian diisi dengan larutan garam steril setelah ditempatkan di payudara.
  • Implan gel silikon. Implan ini terdiri dari kulit terluar silikon yang diisi gel silikon. Gel yang bocor dapat bertahan atau keluar dari kantong implan. Jika memilih implan satu ini, perlu dilakukan pemindaian rutin dengan MRI atau ultrasound untuk memeriksa kondisi implan. Implan ini biasanya sudah terisi, baru kemudian dipasang di payudara.
  • Alternatif implan komposit. Implan jenis ini dapat diisi dengan polypropylene string, minyak kedelai, atau bahan lainnya.

Persiapan Operasi Pembesaran Payudara

Payudara wanita umumnya berhenti berkembang di usia remaja akhir atau awal usia 20-an. Maka dari itu, wanita tidak disarankan melakukan operasi ini hingga mencapai usia tersebut.

FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengharuskan wanita minimal berusia 18 tahun untuk melakukan pembesaran payudara dengan implan saline dan paling tidak usia 22 tahun untuk implan gel silikon.

Anda harus berkonsultasi dengan ahli bedah sebelum melakukan prosedur ini. Pastikan Anda telah bertanya tentang segala manfaat dan risiko dari prosedur operasi ini.

Sebelum menjalani operasi, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang prosedur operasi ini:

  • Implan tidak mengatasi payudara kendur. Dibutuhkan prosedur lain yaitu breast lift untuk mengatasi payudara kendur.
  • Implan payudara tidak permanen. Rata-rata bertahan 7-10 tahun dan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan implan pecah atau bentuk payudara berubah.
  • Implan akan menyebabkan prosedur mammogram menjadi lebih rumit. Beri tau dokter apabila Anda memiliki implan ketika melakukan pemeriksaan mammogram rutin.
  • Implan dapat menghambat proses menyusui.
  • Setelah melakukan pengangkatan implan, prosedur operasi lain mungkin dibutuhkan untuk mengembalikan bentuk payudara.
  • Sebelum menjalani operasi, Anda mungkin membutuhkan mammogram untuk melihat kondisi payudara Anda.
  • Dokter akan memberi saran tentang obat-obatan yang harus dihindari sebelum operasi, seperti aspirin atau obat lain yang dapat meningkatkan pendarahan.
  • Jika Anda merokok, dokter mungkin akan meminta Anda berhenti merokok sementara sebelum operasi.

Prosedur Operasi Pembesaran Payudara

Umumnya prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Sangat jarang pasien yang membutuhkan rawat inap setelah prosedur ini. Jadi, Anda bisa pulang di hari yang sama setelah prosedur ini selesai.

Selama Prosedur

Berikut adalah tahapan yang akan dilakukan selama prosedur operasi pembesaran payudara:

  • Dokter akan membius Anda. Bius dapat berupa anestesi lokal, tapi bius total atau anestesi umum biasanya lebih sering digunakan.
  • Dokter akan membuat satu sayatan untuk dapat memasukkan implan. Terdapat 3 tempat yang menungkinkan untuk membuat sayatan, yaitu di lipatan bawah payudara (inframammary), bawah lengan atau ketiak, atau sekitar puting (periareolar).
  • Setelah sayatan dibuat, dokter akan memiashkan jaringan pauidara dan jaringan ikat dada. Akan tercipkan kanting di belakang atau depan otot terlua dada, tempat di mana implan akan dimasukkan dan ditempatkan di belakang puting.
  • Setelah implan terpasang, dokter akan menutup sayatan dengan menjahitnya, kemudian membalutnya dengan perekat kulit dan perban.

Setelah Prosedur

Umumnya rasa nyeri dan bengkak akan muncul selama beberapa minggu setelah prosedur operasi ini. Anda juga mungkin akan mengalami memar di payudara. Bekas luka akan memudar seiring berjalannya waktu, tapi tidak akan hilang secara total.

Obat nyeri dapat diresepkan oleh dokter untuk mengatasi nyeri tersebut. Anda kemungkinan akan menggunakan perban kompresi atau sport bra untuk menjaga posisi implan payudara.

Anda diharuskan untuk menghindari aktivitas berat paling tidak selama dua minggu. Payudara akan sensitif terhadap kontak fisik atau gerakan tidak teratur selama masa penyembuhan.

Tanyakan pada dokter tentang apa saja yang harus dilakukan selama masa penyembuhan dan apakah Anda membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kembali implan Anda.

Jika Anda merasakan sensasi panas pada payudara dan gejala lain seperti demam, sesak napas, dan nyeri dada, segera konsultasikan dengan dokter. Gejala ini dapat menandakan adanya infeksi.

Komplikasi Operasi Pembesaran Payudara

Setiap prosedur operasi memiliki risiko, begitu juga dengan operasi yang satu ini. Dilansir dari Medical News Today, sebanyak 46% wanita dengan implan gel silikon dan 21% dengan implan saline paling tidak menjalani satu operasi tambahan dalam waktu 3 tahun.

Sebanyak 85% wanita dengan implan salin dan 25% dengan implan silikon menjalani operasi untuk melepas perangkat.

Sekitar 50% wanita yang menjalani prosedur ini mengalami komplikasi seperti nyeri, pengerasan, infeksi, atau kebutuhan operasi tambahan.

Berikut adalah beberapa komplikasi dari prosedur ini:

  • Nyeri payudara
  • Infeksi
  • Sensasi di payudara dan puting
  • Pecah atau bocornya implan
  • Pendarahan
  • Akumulasi cairan
  • Pengerasan area di sekitar implan yang dapat merusak implan dan menyebabkan rasa sakit
  • Bekas lula memerah, menebal, dan nyeri

Biaya Operasi Pembesaran Payudara

Biaya operasi payudara berbeda-beda bergantung pada rumah sakit dan fasilitas yang Anda pilih. Kisaran harganya diperkirakan paling tidak menghabiskan Rp20.000.000.

Perlu diketahui bahwa operasi payudara yang bertujuan untuk estetika tidak akan ditanggung oleh asuransi, sehingga Anda harus mengeluarkan biaya ini dari kantong pribadi Anda.

Itu dia informasi lengkap tentang prosedur pembesaran payudara dengan implan. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

 

  1. Anonim. 2019. Breast Implants. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-breast-augmentation#2. (Diakses 14 September 2020).
  2. Anonim. 2018. Breast augmentation. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/breast-augmentation/about/pac-20393178. (Diakses 14 September 2020).
  3. Brazier, Yvette. 2017. What you need to know about breast augmentation. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263567#1. (Diakses 14 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi