Terbit: 1 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Operasi Mohs adalah teknik operasi untuk mengangkat kanker di kulit sebanyak mungkin. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, prosedur, manfaat operasi, efek samping, dan lainnya di bawah ini!

Operasi Mohs: Manfaat, Prosedur, Indikasi, Efek Samping, dll

Apa Itu Operasi Mohs?

Operasi Mohs adalah teknik operasi yang paling efektif untuk mengobati kanker kulit tertentu, termasuk karsinoma sel basal (KSB) dan karsinoma sel skuamosa (KSS), dua jenis kanker kulit yang paling umum.

Teknik operasi yang juga disebut operasi mikrografik Mohs ini dilakukan secara bertahap. Selama prosedur operasi, lapisan tipis kulit yang terkena kanker diangkat dan diperiksa di bawah mikroskop sampai menyisakan jaringan yang bebas kanker.

Tujuan operasi Mohs adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin kanker kulit, di samping itu juga mengurangi kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya. Ini meningkatkan penyembuhan dan mengurangi kebutuhan perawatan tambahan atau operasi tambahan di kemudian hari.

Mengapa Operasi Mohs Dilakukan?

Jenis operasi ini digunakan untuk mengobati kanker kulit yang paling umum seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, serta beberapa jenis melanoma dan kanker kulit lain yang langka.

Prosedur bedah Mohs sangat efektif untuk mengobati kanker kulit dengan indikasi atau kondisi berikut:

  • Memiliki risiko tinggi mengalami kekambuhan setelah pengobatan sebelumnya.
  • Kanker kulit terletak di bagian tubuh di mana penting untuk mempertahankan jaringan yang sehat sebanyak mungkin, seperti di sekitar mata, hidung, telinga, mulut, tangan, kaki, dan alat kelamin.
  • Kanker kulit berukuran besar atau agresif.
  • Memiliki batas kulit terjangkit kanker yang sulit ditentukan.
  • Kanker kulit di lokasi terapi radiasi sebelumnya atau di mana ada bekas luka.
  • Kanker kulit pada penderita imunosupresi.

Persiapan Sebelum Operasi

Seperti prosedur operasi lainnya, langkah persiapan paling awal adalah berkonsultasi dengan dokter tentang alergi atau obat yang sedang dikonsumsi.

Selain itu, berikut ini beberapa persiapan lainnya sebelum operasi Mohs:

1. Memilih Ahli Operasi Mohs

Operasi ini secara teknis bisa menjadi tantangan. Sebagian besar dokter kulit dapat melakukan bedah Mohs karena ahli kulit belajar tentang operasi ini dalam pelatihan medis.

Beberapa ahli bedah ini telah menjalani pelatihan khusus (yang disebut fellowship), untuk mempelajari lebih lanjut tentang prosedur operasi dan menjadi lebih ahli dalam jenis operasi ini.

Tanyakan juga kepada dokter tentang kualifikasi dan pengalamannya melakukan teknik operasi ini.

2. Mempersiapkan Operasi

Dokter bedah mungkin akan menyarankan cara pasien dapat mempersiapkan operasinya. Pasien mungkin diminta untuk melakukan persiapan berikut:

  • Berhenti minum obat tertentu. Beri tahu dokter bedah tentang obat atau suplemen yang dikonsumsi, termasuk obat pengencer darah. Beberapa suplemen dapat memengaruhi kemungkinan pendarahan setelah operasi. Lanjutkan minum obat resep seperti yang dianjurkan kecuali jika dokter memberi tahu Anda sebaliknya.
  • Menentukan jadwal untuk operasi. Mungkin sulit memprediksi seberapa lama operasi Mohs akan berlangsung. Biasanya, prosedur ini membutuhkan waktu kurang dari empat jam. Namun, dokter bedah  mungkin memprediksi seolah-olah operasi akan memakan waktu seharian, karena ada kemungkinan kecil membutuhkan waktu selama itu.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman. Memakai pakaian kasual yang nyaman. Sebaiknya kenakan pakaian berlapis agar dapat beradaptasi dengan mudah jika ruangan dingin atau hangat.
  • Membawa sesuatu untuk membantu menghabiskan waktu. Mengingat operasi membutuhkan waktu tunggu selama bedah Mohs, mungkin membawa buku, majalah, atau aktivitas lain untuk membantu menghabiskan waktu.

Baca Juga: 10 Jenis Operasi Plastik Penampilan yang Paling Diminati

Prosedur Operasi Mohs

Operasi Mohs biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan di ruang praktik dokter atau rumah sakit. Berikut ini langkah-langkah prosedur selama operasi:

  • Anestesi. Pemberian anestesi untuk membuat pasien mati rasa atau tidak merasakan nyeri selama prosedur operasi.
  • Pengangkatan kanker. Setelah anestesi diterapkan, dokter bedah menggunakan pisau bedah untuk mengangkat kanker bersama dengan lapisan tipis jaringan di bawahnya. Pengangkatan kanker membutuhkan waktu 20-30 menit.
  • Perban. Perban sementara dipasang pada sayatan, biasanya membutuhkan waktu beberapa menit.
  • Analisis sampel jaringan. Dokter bedah membawa sampel jaringan tersebut ke laboratorium untuk dianalisis. Prosedur ini biasanya memakan waktu 30 menit.

Guna menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pasien akan menunggu sekitar 1 jam atau lebih di ruang tunggu sampai dokter bedah kembali. Selagi menunggu, pasien bisa membaca buku atau majalah untuk menghabiskan waktu.

Pasien bisa ke kamar kecil atau makan makanan ringan jika perlu, tetapi pasien tidak akan bisa meninggalkan rumah sakit sampai prosedur operasi selesai.

Sementara pasien menunggu, dokter bedah atau teknisi memotong sampel jaringan menjadi beberapa bagian dan memeriksanya dengan mikroskop. Dokter bedah sangat berhati-hati untuk melacak dengan tepat di mana setiap potongan jaringan diambil dengan membuat pemetaan.

Jika bagian kecil kanker ditemukan di salah satu jaringan, dokter bedah tahu persis di bagian mana harus melanjutkan operasi.

Jika kanker masih ada, pembedahan akan dilanjutkan. Dokter bedah mengangkat lapisan jaringan tambahan dari area yang terkena, dini dilakukan dengan hati-hati untuk mengangkat jaringan yang terkena kanker sambil membiarkan jaringan sehat tetap utuh sebanyak mungkin. Pasien akan kembali menunggu, sementara dokter bedah memeriksa jaringan di laboratorium.

Proses ini diulangi sampai sampel jaringan terakhir yang diambil bebas dari kanker. Anestesi lokal kembali diberikan sesuai kebutuhan.

Perawatan Setelah Prosedur Operasi Mohs

Setelah semua kanker diangkat, pasien dan dokter bedah dapat menentukan bagaimana cara memperbaiki luka. Bergantung pada jangkauan operasi, berikut ini cara memperbaiki luka bekas operasi:

  • Membiarkan luka sembuh dengan sendirinya.
  • Menggunakan jahitan untuk menutup luka.
  • Menggeser kulit dari area yang berdekatan (skin flap) untuk menutupi luka.
  • Menggunakan cangkok kulit dari bagian tubuh lain seperti di belakang telinga, ini untuk menutupi luka.
  • Jika area pembedahan luas atau kompleks, dokter bedah mungkin menutup luka untuk sementara dan kemudian merujuk ke dokter bedah lain dengan operasi rekonstruksi untuk memperbaiki luka.

Baca Juga: 9 Cara Mempercepat Pemulihan Pasca Operasi (Mudah Dilakukan)

Hasil Operasi

Salah satu manfaat dari operasi Mohs adalah mengetahui hasil segera setelah operasi. Pasien mungkin akan melakukan kunjungan lanjutan ke dokter bedah atau dokter rujukan yang memantau pemulihan untuk memastikan luka sembuh dengan baik.

Tes Lanjutan untuk Mencari Kanker Kulit yang Mungkin Tertinggal

Bedah Mohs memiliki tingkat kesembuhan tertinggi dari semua pengobatan terhadap sel basal dan karsinoma sel skuamosa, yakni lebih dari 99% untuk kanker kulit baru dan 95% jika kanker kambuh. Namun, pasien kemungkinan memiliki sedikit risiko kambuh atau mengembangkan kanker kulit lainnya.

Orang yang didiagnosis kanker kulit memiliki risiko lebih tinggi kembali terkena kanker kulit, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah terkena kanker kulit. Sebagian orang yang didiagnosis jenis kanker kulit yang paling umum akan kembali mengembangkan kanker kulit dalam 5 tahun.

Oleh karena itu, rencanakan kunjungan tindak lanjut rutin dengan dokter kulit untuk mendeteksi keberadaan kanker kulit baru. Sebaiknya memeriksa kulit setidaknya sekali atau dua kali setahun, atau bahkan lebih sering jika kanker agresif atau lebih berisiko kambuh.

Baca Juga: 8 Jenis Kanker Kulit yang Harus Diwaspadai

Risiko Efek Samping Operasi Mohs

Bedah Mohs sering kali dianggap sangat aman, tetapi memiliki beberapa risiko efek samping berikut ini:

  • Pendarahan dan memar di area bekas operasi.
  • Pendarahan ke dalam luka (hematoma) dari jaringan sekitarnya.
  • Nyeri, kelembutan, atau sensasi terbakar di area bekas operasi.
  • Pembengkakan.
  • Infeksi.
  • Mengalami mati rasa sementara atau permanen di tempat bekas operasi.
  • Jika tumor besar dan dokter bedah memotong saraf otot saat operasi, pasien mungkin merasakan kelemahan di bagian tubuh tersebut.
  • Gatal atau nyeri yang menusuk.
  • Mengembangkan bekas luka (jaringan parut) yang tebal dan terangkat.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Mohs Surgery?. https://www.webmd.com/melanoma-skin-cancer/mohs-surgery#1. (Diakses pada 1 Oktober 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Mohs surgery. https://www.cancer.ca/en/cancer-information/diagnosis-and-treatment/tests-and-procedures/mohs-surgery/?region=on. (Diakses pada 1 Oktober 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Mohs surgery. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mohs-surgery/about/pac-20385222. (Diakses pada 1 Oktober 2020)
  4. Whelan, Corey. 2018. What You Need to Know About Mohs Surgery. https://www.healthline.com/health/skin-cancer/mohs-surgery. (Diakses pada 1 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi