Operasi Hernia: Prosedur, Persiapan, Pemulihan

0
91
operasi-hernia-doktersehat

DokterSehat.Com – Jenis hernia yang paling sering terjadi di Indonesia adalah hernia inguinalis. Hernia inguinalis atau turun berok adalah suatu keadaan di mana usus atau jaringan perut terdorong masuk ke lubang hernia. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan menggunakan prosedur pembedahan atau operasi. Bagaimana operasi hernia dilakukan? Simak selengkapnya tentang operasi hernia melalui artikel ini!

Apa Itu Operasi Hernia?

Operasi hernia adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk menangani kasus hernia. Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan lemak atau organ (usus) menembus turun ke lubang hernia atau tempat yang lemah pada jaringan ikat atau dinding otot perut yang ada disekitarnya.

Tidak semua hernia selalu membutuhkan perawatan segera. Tingkat keparahan hernia bergantung pada ukuran dan juga gejalanya.

Dalam beberapa kasus hernia dapat terus membesar dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Jika hal ini terjadi, maka operasi hernia harus segera dilakukan tanpa melihat persiapan apapun sebelumnya (seperti puasa). Operasi hernia bertujuan untuk mendorong tonjolan agar kembali ke bagian tubuh yang seharusnya dan tetap pada tempatnya.

Indikasi Operasi Hernia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak semua hernia membutuhkan tindakan operasi segera.

Apabila orang tersebut memiliki hernia yang berukuran sangat kecil, tidak menunjukan gejala apapun, atau usia pasien yang terlalu kecil (<1 tahun), biasanya dokter akan menunda tindakan operasi sambil memantau perkembangan hernianya namun hal ini tergantung dan kembali ke gejala penyerta lainnya dari masing-masing pasien. 

Sedangkan untuk kondisi hernia inguinalis yang memerlukan tindakan pembedahan adalah seperti:

  • Benjolan hernia tidak dapat kembali masuk meski pasien telah beristirahat atau berbaring, meski hernia ini tidak bergejala.
  • Benjolan hernia yang besar dan menimbulkan rasa sakit, hal ini disebabkan karena jaringan (seperti usus) terperangkap di lubang hernia. Kondisi ini dapat menyebabkan hernia tercekik, terpuntir, dan menyebabkan pasokan darah ke jaringan terputus, dan apabila tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan syok neurogenik, kerusakan dan kematian jaringan secara permanen (nekrosis). Kondisi ini merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang mengancam jiwa dan harus segera mendapatkan penanganan.

Persiapan Operasi Hernia

Persiapan operasi kasus hernia yang ringan tentu berbeda dengan persiapan operasi kasus hernia yang mengancam jiwa (kegawatdaruratan medis). 

Hernia inguinal yang terjepit dan terpuntir dapat menyebabkan pasokan darah ke usus tersebut terputus hingga menyebabkan kematian jaringan (dalam istilah medis dikenal dengan hernia inguinalis inkarserata/ strangulation).

Kondisi ini memerlukan tindakan pembebasan usus segera dengan pembedahan tanpa memerlukan persiapan apapun seperti puasa, karena apabila keadaan ini dibiarkan atau ditunda-tunda, maka dapat menyebabkan syok neurogenik dan kematian pada pasien tersebut.

Sedangkan untuk kasus hernia yang ringan dan dapat ditunda, biasanya dokter akan menyarankan perawatan inap 1 hari sebelumnya untuk dilakukan beberapa persiapan seperti:

1. Infomasi lengkap dan sejelas-jelasnya

Sebelum dilakukan tindakan pembedahan, biasanya dokter akan melakukan suatu “informed consent” yakni segala macam hal yang penting dan lengkap menyangkut keadaan pasien saat itu.

Maka dari itu penting bagi pasien dan keluarga untuk mengerti benar tentang penyakit, pemilihan tindakan pengobatan, resiko yang dapat terjadi, pantangan serta biaya yang nantinya akan dibebankan, sebelum pasien dan keluarga benar-benar setuju dilakukan pembedahan.

2. Puasa

Pada umumnya persiapan ini memang diwajibkan untuk setiap pasien yang akan melakukan operasi apapun. Tujuannya adalah agar isi makanan yang masih belum dicerna dengan sempurna, tidak kembali keluar/ dimuntahkan selama proses pembedahan, karena dapat menyebabkan sumbatan jalan nafas pasien itu sendiri.

3. Menggunakan pakaian operasi

Setiap pasien yang akan dioperasi diwajibkan menggunakan pakaian operasi yang telah diberikan dari RS, tujuannya adalah untuk menghindari terbawanya kuman ke ruang operasi dari pakaian rumah pasien sehingga saat pasien dioperasi keadaan yang tercipta di ruang operasi adalah benar-benar steril.

4. Melepas aksesoris

Jam tangan, perhiasan, gigi palsu, bra, atau aksesoris lain yang terutama berbahan metal, sebaiknya dilepaskan atau dititipkan ke keluarga sebelum pasien masuk ke ruang operasi.

Tujuannya adalah menghindari kemungkinan terjadinya luka bakar pada tubuh pasien saat proses pembedahan berlangsung. Pada penggunaan alat electrocauter, yakni suatu alat dengan aliran listrik untuk melakukan pemotongan jaringan serta untuk menghentikan perdarahan yang kecil, apabila terdapat aksesoris yang berbahan metal pada tubuh pasien, dapat menyebabkan luka bakar pada daerah tersebut.

5. Pengobatan sebelum operasi

Pada beberapa pasien tidak jarang memiliki penyakit penyerta lainnya, yang di mana penyakit penyerta ini dengan pertimbangan dokter tertentunya akan diberikan pengobatan dahulu, sampai memang memungkinkan tidak menimbulkan masalah baru selama proses pembedahan berlangsung.

6. Psikis

Selain hal-hal yang bersifat fisik dan materi. Persiapan psikis pasien pun perlu diperhatikan, karena dukungan moril dari orang terdekat dan keluarga juga memegang peranan penting dalam kelancaran proses pembedahan dan penyembuhan nantinya.

Prosedur Operasi Hernia

Pada umumnya terdapat 2 macam prosedur operasi untuk hernia, yakni dengan open-surgery (operasi terbuka) dan minimal invasif (laparoskopi). Berikut penjelasannya:

1. Operasi terbuka (open-surgery)

Prosedur pembedahan pertama adalah open-surgery (operasi terbuka). Pada operasi terbuka, dokter akan membuat sayatan di perut dan kemudian melakukan tindakan untuk memperbaiki jaringan serta organ yang masuk ke dalam lubang hernia tersebut.

Pembedahan dengan open-surgery ini memiliki 3 metode untuk memperbaiki hernia, yakni dengan:

  •  Herniotomy,merupakan metode untuk memperbaiki hernia dengan mendorong isi perut yang masuk ke lubang hernia serta dilakukan pengangkatan kantong hernia.
  • Herniorrhaphymerupakan metode penambahan dari metode sebelumnya yakni dengan melakukan penjahitan otot dinding perut yang lemah, agar hernia tidak terulang atau kembali muncul.
  • Hernioplasty, merupakan metode untuk memperbaiki lubang hernia dengan penambahan jaringan sintetis seperti jala (mesh) pada lubang hernia yang terlalu besar, agar isi perut tidak kembali masuk ke lubang hernia tersebut.

2. Laparoskopi (minimal invasif)

Prosedur operasi yang lainnya adalah dengan metode minimal invasif atau lebih dikenal dengan laparoskopi. Laparoskopi adalah prosedur pembedahan dengan menggunakan alat penunjang tambahan yakni dengan tabung yang tipis dan kecil yang dilengkapi dengan kamera dan cahaya pada bagian ujungnya. 

Sayatan pembedahan yang diperlukan lebih kecil dibandingkan dengan prosedur open-surgery, karena alat penunjang yang digunakan juga kecil.

Pada dasarnya kedua prosedur pembedahan hernia di atas memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan prosedur pembedahan ini juga bergantung pada pasien, pertimbangan dokter, komplikasi, penyakit penyerta, serta tingkat keparahan hernia itu sendiri

Komplikasi Operasi Hernia

Setiap tindakan medis apapun tentunya tidak lepas dari yang namanya resiko dan komplikasi, dan tidak menutup kemungkinan pula pada operasi hernia. Adapun beberapa komplikasi yang mungkin dapat terjadi adalah seperti:

  • Infeksi luka operasi. Penting bagi pasien untuk selalu menjaga kebersihan area bekas luka operasi, mengontrol jahitan dan mengikuti instruksi yang telah diberikan oleh dokter untuk menghindari kemungkinan terjadi infeksi pada luka operasi.
  • Nyeri pada luka bekas operasi. Setiap pasien pasca operasi apapun biasanya akan diberikan obat analgetik untuk mengurangi rasa nyeri pasca operasi. Dan penggunaan obat anti nyeri ini dapat dihentikan apabila pasien sudah merasa tidak sakit lagi.
  • Kekambuhan. Ada beberapa kasus penyakit yang dioperasi yang dapat kambuh kembali, salah satunya adalah hernia. Pasien disarankan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat seperti mengangkat atau mendorong benda yang berbeban berat.

 

Pemulihan Setelah Operasi Hernia

Rata-rata waktu pemulihan pasien pasca operasi hernia memerlukan waktu kurang lebih 1-2 minggu namun hal ini berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari keadaan pasien itu sendiri, komplikasi yang terjadi dan penyakit penyerta lainnya.

Pada dasarnya tidak terdapat pantangan makanan setelah operasi hernia, namun pasien biasanya disarankan untuk tetap makan makanan yang bergizi dan bernutrisi untuk mempercepat penyembuhan luka.

Makanan tinggi protein seperti ikan gabus, putih telur dan kacang-kacangan dapat membantu memperbaiki jaringan yang rusak semasa proses pembedahan.

Selain itu pasien juga dianjurkan untuk mobilisasi bertahap untuk membantu mempercepat proses pemulihan karena dengan pergerakan tersebut, aliran darah yang membawa nutrisi makanan dapat meningkat dan membantu regenerasi jaringan-jaringan di sekitar luka bekas operasi. 

Pasien pasca operasi hernia juga dianjurkan untuk menghindari aktivitas seperti mengangkat atau mendorong beban yang terlalu berat, untuk menghindari kemungkinan kekambuhan hernia terulang kembali atau malah terjadi baru pada sisi sebelahnya (kanan/kiri).

Biaya Operasi Hernia

Bicara soal pembiayaan, biaya operasi hernia sangat beragam pada di setiap rumah sakit. Selain itu pembiayaan ini juga tergantung dari komplikasi yang ditemukan saat operasi berlangsung, fasilitas perawatan yang dipilih, BPJS, asuransi dan lain sebagainya.

Mungkin yang perlu menjadi catatan di sini adalah operasi hernia tergolong operasi yang besar, mengingat tingkat kesulitan dan resiko kematian mengancam jiwa yang dapat terjadi apabila tidak segera dilakukan pembedahan.

 

 

Sumber:

  1. Do I Need Surgery for Hernia? – https://www.webmd.com/digestive-disorders/need-surgery-hernia#2 diakses 7 Agustus 2019
  2. All you need to know about hernia repair – https://www.medicalnewstoday.com/articles/319753.php diakses 7 Agustus 2019
  3. Open Inguinal Hernia Repair Technique – https://emedicine.medscape.com/article/1534281-technique diakses 7 Agustus 2019