Terbit: 17 Februari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ada beberapa wanita yang memilih operasi caesar sejak awal kehamilan. Ada juga wanita yang tidak berniat melahirkan caesar, tetapi harus melahirkan dengan cara ini karena kondisi medis tertentu. ketahui lebih lanjut mengenai penyebab, efek samping, pemulihan, hingga biaya operasi!

Operasi Caesar: Alasan, Manfaat, Risiko, Proses, Pemulihan, Biaya, dll

Apa Itu Operasi Caesar?

Operasi caesar adalah cara melahirkan bayi yang dilakukan dengan menjalani prosedur pembedahan melalui sayatan tepat di perut bawah dan rahim. Setelah sayatan sudah sempurna, dokter akan mengangkat bayi Anda ke luar. Melahirkan caesar bisa dilakukan karena perencanaan dan di luar perencanaan.

Apakah Operasi Caesar Aman?

Cara melahirkan ini cenderung aman jika dilakukan oleh tim medis ahli dan sesuai dengan prosedur. Akan tetapi, jangan diremehkan karena termasuk operasi besar yang memiliki risiko tertentu.

Penyebab Operasi Caesar Dilakukan

Sebelum tindakan operasi dilakukan, tentunya ada beberapa alasan yang mendasarinya. Alasan operasi caesar tergantung pada kondisinya, apakah direncanakan atau tidak direncanakan (kasus darurat).

1. Alasan Melahirkan Caesar yang Direncanakan

Operasi yang direncanakan sudah dapat diputuskan sebelum HPL (hari perkiraan lahir), bahkan rencana ini juga bisa dilakukan pada awal-awal kehamilan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Berikut ini adalah beberapa alasan malehirkan caesar terencana dilakukan:

  1. Kondisi medis ibu – seperti diabetes, penyakit jantung, hipertensi, peyakit ginjal, mata silinder dan minus tinggi, dan lainnya
  2. Penyakit infeksi – ibu hamil terdeteksi menderita infeksi HIV+, infeksi herpes genital aktif, dan lainnya
  3. Komplikasi kehamilan – seperti preeklampsia, eklampsia, dan lainnya
  4. Masalah plasenta – seperti plasenta previa, solusio plasenta, dan lainnya
  5. Posisi janin – posisi janin sungsang berisiko jika dilahirkan secara normal
  6. Kondisi bawaan bayi – bayi terdeteksi memiliki kondisi bawaan lahir yang susah dilahirkan secara normal
  7. Bayi kembar – mengandung bayi kembar lebih dari 1 sering kali dilahirkan secara caesar
  8. Ukuran bayi – ukuran bayi yang terlalu besar bisa berdampak negatif pada liang vagina ibu
  9. Berat ibu overweight – ibu yang memiliki berat badan berlebih biasanya sulit melahirkan secara normal
  10. Usia ibu – ibu dengan usia yang lebih tua sering kali melahirkan dengan cara operasi karena kondisi fisiologis seiring pertambahan usia

2. Alasan Melahirkan Caesar yang Tidak Direncanakan

Operasi  yang dilakukan karena kondisi darurat juga memiliki beberapa alasan tertentu, pada umumnya karena kondisi medis tertentu.

Berikut ini adalah beberapa alasan operasi yang tidak direncanakan:

  1. Masalah kontraksi – lambat atau tidak adanya kontraksi setelah pembukaan persalinan menjadi alasan bagi seorang wanita untuk menjalani operasi
  2. Kelelahan mengejan – tidak semua ibu bisa mampu mengejan dengan baik pada saat proses persalinan normal. Ada pula yang mengalami keletihan berat untuk mengejan
  3. Terlilit tali pusar – kondisi bayi yang terlilit tali pusar terkadang baru diketahui saat proses persalinan berlangsung. Apabila kondisi lilitan tali pusar membahayakan bayi, maka dokter akan mengambil tindakan operasi
  4. Rahim pecah – kondisi rahim wanita tidak sama. Ada kondisi yang mengakibatkan rahim pecah, sehingga operasi perlu dilakukan

Baca Juga: 15 Penyebab Dokter Menyarankan Operasi Caesar Saat Persalinan

Manfaat Operasi Caesar

Anda akan mendapatkan beberapa manfaat tersebut bila mematuhi prosedur yang dianjurkan.

Berikut ini beberapa manfaat melahirkan caesar bagi ibu:

  • Mengurangi risiko cedera vagina
  • Mengurangi risiko pendarahan hebat
  • Menurunkan risiko kehilangan kemampuan mengontrol kandung kemih
  • Bisa menyaksikan kelahiran bayi dengan tenang
  • Otot-otot vagina tetap kencang
  • Tidak mengalami episiotomi (gunting vagina)
  • Tidak harus mengejan dan mengalami kelelahan
  • Tidak sakit terlalu sakit saat melakukan hubungan seksual

Risiko Operasi Caesar

Para wanita yang sedang hamil perlu tahu bahwa caesar memiliki beberapa risiko karena merupakan operasi besar. Risiko melahirkan caesar bisa berdampak pada Anda dan bayi.

1. Risiko operasi caesar bagi ibu melahirkan

Berikut ini adalah beberapa risiko caesar bagi ibu:

  1. Terkena infeksi – ibu yang melahirkan dengan operasi sesar memiliki risiko terkena infeksi selaput rahim (endometritis)
  2. Pendarahan – walaupun tidak terlalu berisiko mengalami pendarahan hebat, risiko caesar juga bisa menyebabkan pendarahan hebat pasca melahirkan pada kasus tertentu
  3. Iritasi kemih – pemasangan kateter pada saluran kemih bisa mengakibatkan saluran kemih teriritasi
  4. Reaksi anestesi – tidak semua ibu memberikan reaksi yang positif terhadap obat bius yang diberikan. Ada pula yang memberikan reaksi negatif terhadap obat bius
  5. Penggumpalan darah – darah yang ada di dalam pembuluh bisa saja menggumpal pasca c-section
  6. Cedera operasi – caesar terkadang menyebabkan cedera pada kandung kemih atau usus. Akan tetapi, ini jarang terjadi.
  7. Risiko komplikasi – ibu yang menjalani operasi memiliki kemungkinan untuk mengalami berbagai komplikasi untuk kehamilan selanjutnya

2. Risiko operasi caesar bagi bayi

Berikut ini adalah beberapa risiko caesar bagi bayi:

  1. Masalah pernapasan – bayi yang dilahirkan dengan operasi bisa memiliki pernapasan yang tidak normal di hari-hari pertama kelahiran
  2. Cedera operasi – walaupun jarang terjadi, caesar memiliki risiko cedera goresn pada kulit bayi
  3. Infeksi – risiko caesar bagi bayi juga bisa mengakibatkan infeksi yang biasanya terjadi di saluran pencernaan dan pernapasan

Mitos Operasi Caesar

Tidak sedikit para perempuan yang keliru menyimpulkan caesar, ada yang menakutkan dan ada yang berakibat pada pengabaian.

Inilah beberapa mitos melahirkan caesar yang banyak berkembang dan dipercaya masyarakat:

  • Caesar hanya bisa dilakukan 3x
  • Ibu yang melahirkan caesar tidak bisa melahirkan normal
  • Caesar tidak menimbulkan rasa sakit
  • ASI ibu akan kering jika operasi caesar
  • Proses persalinan caesar tidak bisa dalam kondsi sadarkan diri
  • Pemulihan pasca operasi lebih cepat daripada melahirkan
  • Setelah caesar, tidak bisa melakukan kontak kulit dengan bayi
  • Ibu yang melahirkan caesar tidak bisa menyusui bayinya
  • Tidak boleh berbaring telentang
  • Aktivitas terbatas pasca caesar
  • Bekas caesar akan terlihat jelas dan tidak bisa pudar

Janganlah meyakini mitos-mitos tersebut karena belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kebenarannya.

Biaya Operasi Caesar

Berapakah biaya yang harus dikeluarkan jika melahirkan caesar? Sebenarnya, harga operasi caesar tidak sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi biaya ini, yakni lokasi, rumah sakit yang dipilih, pilihan kelas pelayanan, dan lainnya.

Ibu yang melahirkan di rumah sakit yang ada di kota besar dengan pilihan kelas VVIP tentunya akan lebih mahal daripada ibu yang melahirkan caesar di rumah sakit yang ada di kota berkembang dengan pilihan kelas III.

Pada umumnya, biaya operasi caesar berkisar antara Rp8.000.000 – Rp40.000.000. Kisaran tersebut memang tidak pasti karena ada kemungkinan rumah sakit dengan kelas pelayanan di bawah atau di atas kisaran harga tersebut.

Apabila Anda memiliki anggaran biaya yang terbatas, sebaiknya ketahuilah lebih dulu kisaran biaya operasi caesar di rumah sakit yang Anda pilih. Anda bisa mencari tahu informasi tersebut dengan bertanya langsung ke pihak rumah sakit atau melakukan pencarian secara online.

Persiapan Operasi Caesar

Biasanya, operasi caesar berlangsung selama 10-30 menit. Akan tetapi, ada pula tindakan operasi  yang memakan waktu lebih lama. Kondisi yang tidak terduga bisa memperlambat proses tindakan.

Persiapan caesar perlu dipenuhi sebelum hari H bagi para ibu yang telah merencanakannya. Operasi yang tidak direncakan tidak memerlukan persiapan lebih jauh karena bersifat darurat yang perlu segera dilakukan.

Perempuan yang telah merencakan operasi caesar perlu mengetahui beberapa persiapan yang harus dilakukan. Janganlah mengira persiapan caesar rumit dan menyulitkan. Namun, bukan berarti Anda meremehkan persiapan yang harus dilakukan sebelum tindakan operasi besar ini.

Inilah beberapa persiapan operasi caesar yang sebaiknya dilakukan:

  • Mengikuti penjelasan tim medis tentang komplikasi C-section yang mungkin terjadi
  • Mengetahui prosedur ketika proses caesar berlangsung
  • Menjalani tes darah tertentu, seperti golongan darah, hemoglobin, tes darah lengkap
  • Mempersiapkan kebutuhan pasca melahirkan dan kebutuhann bayi baru lahir
  • Mempersiapkan bantuan terlebih dahulu untuk masa setelah melahirkan
  • Berkonsultasi tentang metode KB terutama jika Anda tidak berencana melahirkan lagi

Proses Operasi Caesar

1. Proses sebelum operasi caesar

Pada saat hari proses persalinan tiba, ada beberapa tindakan sebelum operasi caesar berlangsung. Anda perlu mengetahui informasi ini, sehingga memiliki gambaran terkait langkah-langkah sebelum operasi.

Mungkin, proses sebelum operasi sedikit tidak sama untuk semua rumah sakit, tetapi inilah prosedur sebelum operasi caesae yang umum dilakukan:

  1. Mandi dengan sabun antiseptik satu malah sebelum hari H dan di pagi saat hari H
  2. Tidak mencukur rambut kemaluan menjelang operasi
  3. Perut Anda akan dibersihkan
  4. Pemasangan kateter di kandung kemih untuk memudahkan buang air kecil
  5. Pemasangan infus di pembuluh darah yang ada di lengan
  6. Pemberian obat-obatan melalui infus
  7. Menjalani tindakan anestesi (pembiusan) regional atau total, umum atau epidural

2. Proses pada saat operasi caesar berlangsung

Setelah semua prosedur sebelum operasi caesar telah dipenuhi, maka Anda akan dipersiapkan di tempat tindakan operasi. Dokter pun akan mulai menyayat perut dan rahim Anda secara bertahap selapis demi selapis.

Selama proses caesar berlangsung, Anda bisa melihatnya tanpa merasakan sakit karena sayatan. Jenis sayatan bisa horizontal atau lainnya. Hal tersebut tergantung pada posisi janin dan masalah plasenta yang Anda miliki.

Apabila semua sayatan telah lengkap, maka dokter siap mengangkat janin yang ada di rahim Anda. Dokter akan membersihkan mulut dan hidung dari cairan rahim. Selanjutnya, dilakukan penjepitan dan pemotongan tali pusar.

Plasenta harus segera dikeluarkan dari rahim. Tim perawat akan segera memberikan perawatan pada bayi baru lahir dan dokter pun mulai menjahit sayatan di perut dan rahim Anda agar kembali tertutup.

3. Proses setelah operasi caesar

Setelah sayatan selesai dijahit, tim medis akan membawa Anda dan bayi Anda ke kamar perawatan. Biasanya, Anda akan diminta untuk tinggal di rumah sakit selama 2-3 hari pasca operasi.

Perawatan di Ruang Rawat

Selama berada di ruang perawatan Anda akan mendapatkan perawatan pasca operasi caesar. Ini bertujuan untuk memastikan Anda benar-benar pulih sebelum pulang ke rumah.

Inilah beberapa tindakan pemulihan pasca caesar di dalam kamar perawatan:

  • Anda akan diberikan obat penghilang rasa sakit setelah operasi
  • Perawatan di tempat tidur hingga obat bius benar-benar hilang
  • Pemeriksaan rutin terhadap efek anestesi
  • Pemantauan sayatan dan jahitan pasca caesar guna melihat tanda-tanda infeksi
  • Pemantauan jumlah urin 12 jam setelah operasi
  • Pemeriksaan rutin sistem pernapasan
  • Pemeriksaan jumlah pendarahan vagina
  • Pemberian cairan parenteral hingga Anda cukup makan dan minum secara oral

Kecepatan pemulihan pasca operasi bisa berbeda antar wanita. Hal ini tergantung pada jenis operasi caesar, jenis anestesi, dan komplikasi yang dimiliki. Selama Anda masih belum bisa beranjak dari tempat tidur, tekanlah tombol yang tersedia jika Anda membutuhkan bantuan perawat.

Efek Samping Operasi Caesar

Inilah beberapa efek setelah operasi caesar:

  • Rasa sakit tidak hilang bahkan semakin parah
  • Peningkatan pendarahan vagina
  • Bekas operasi menjadi kemerahan
  • Sayatan terbuka dan terasa nyeri
  • Sayatan berbau busuk
  • Nyeri payudara disertai demam
  • Keputihan patologis
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri kaki bawah
  • Buang air kecil secara tidak sadar
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sesak napas
  • Gatal dan ruam kulit
  • Pusing-pusing
  • Cemas, depresi, dan gejala lain dari postpartum atau babyblues

Segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan jika Anda mengalami beberapa efek di atas. Konsultasi yang dilakukan segera bisa mencegah efek operasi caesar berkembang menjadi komplikasi yang serius.

Kapan Bisa Pulang?

Anda baru diizinkan pulang setelah tim medis memastikan bahwa kondisi Anda sudah pulih dan tidak bermasalah jika hanya mendapatkan perawatan rumahan. Biasanya, Anda bisa pulang 2-4 hari setelah caesar. Akan tetapi, ini tidak sama tergantung kondisi medis Anda.

Pantangan Pasca Operasi Caesar

Ada beberapa pantangan yang harus dihindari pasca operasi ceasar. Jangan melakukan hal-hal tersebut karena bisa memperburuk kondisi Anda.

Berikut ini adalah beberapa pantangan pasca operasi caesar yang harus dihindari:

  • Mengangkat beban yang lebih berat dari bayi Anda
  • Menggunakan pembalut tipe tampon sebelum mendapat izin dokter
  • Melakukan douching atau cuci vagina tanpa izin dokter
  • Melakukan aktivitas atau olahraga berat dan sering
  • Berhubungan intin tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Naik turun tangga secara sering
  • Berenang sebelum mendapatkan izin dokter
  • Melakukan diet menurunkan berat badan secara ketat tanpa rekomendasi dokter
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang tidak aman
  • Tidur tengkurap

Baca Juga: Setelah Operasi, Pasien Harus Menghindari Pantangan Ini

Posisi Tidur Setelah Operasi Caesar

Wanita yang telah menjalani caesar sebaiknya tidak tidur dengan sembarang posisi. Posisi tidur pasca operasi caesar yang cukup aman dan nyaman adalah tidur telentang dan tidur menyamping.

Kapan Boleh Berhubungan Intim Setelah Operasi Caesar?

Bayi yang telah Anda lahirkan memang bisa mengalihkan fokus kedua orang tuanya. Akan tetapi, kebutuhan biologis juga tidak bisa diabaikan terutama bagi suami Anda. Banyak wanita yang bingung kapan bisa berhubungan intim setelah operasi caesar.

Tidak ada waktu yang tepat terhadap hal ini. Selain itu, ini juga dipengaruhi oleh kondisi ibu pasca melahirkan. Pada umumnya, aktivitas seksual bisa dilakukan 6-8 minggu pasca operasi caesar. Sebaiknya Anda melakukan hubungan intim setelah berkonsultasi dengan dokter.

Menyusui Pasca Operasi Caesar

Wanita yang melahirkan caesar bisa memberikan ASI untuk bayinya. Selama Anda di ruang rawat, mintalah bantuan dan tanyalah bagaimana cara menyusui bayi yang benar. Selain itu, carilah informasi cara memerah ASI yang bisa bermanfaat untuk pasokan ASI.

Baca Juga: Tips Menyusui Setelah Operasi Caesar

Tips Pemulihan Pasca Melahirkan Caesar

Berikut beberapa tips yang bisa membantu pemulihan di rumah pasca C-section:

  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Istirahat yang cukup (minta anggota keluarga untuk bergantian merawat bayi)
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Menghindari makanan yang menimbulkan gas seperti kol
  • Merawat dan menjaga kebersihan sayatan bekas operasi
  • Menggunakan obat pereda nyeri yang diberikan dokter dan patuhi aturan pakai serta dosisnya
  • Memerah ASI agar Anda bisa memiliki pasokan ASI
  • Melakukan senam nifas (lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu)

 

  1. MayoClinic: C-section. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/c-section/about/pac-20393655 [diakses pada 3 Juli 2019]
  2. Tommy’sOrg: C-sections – everything you need to know. https://www.tommys.org/pregnancy-information/labour-birth/c-sections-everything-you-need-know [diakses pada 3 Juli 2019]
  3. MedicalNewsToday: What is a C-section? Lori Smith. 2018. https://www.medicalnewstoday.com/articles/299502.php [diakses pada 3 Juli 2019]
  4. Whattoexpect: Having a C-Section (Cesarean Section). https://www.whattoexpect.com/pregnancy/c-section/ [diakses pada 3 Juli 2019]
  5. Parents: All About C-Sections: Before, During, and After. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/cesarean/all-about-c-sections-before-during-and-after/ [diakses pada 3 Juli 2019]
  6. IntermpuntainHealthCare: The Do’s and Don’ts of Healing from a C-Section. https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/intermountain-moms/2018/03/the-dos-and-donts-of-healing-from-a-csection/ [diakses pada 3 Juli 2019]
  7. MomJunction: 4 Best Sleeping Positions After A C-Section Delivery. Rebecca Malachi. 2019. https://www.momjunction.com/articles/sleeping-position-after-c-section_00469199/#gref [diakses pada 3 Juli 2019]
  8. MedicalNewsToday: Sex after a C-section: Everything you need to know. Jennifer Huizen. 2018. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322715.php [diakses pada 3 Juli 2019]
  9. Healthline: How to Enjoy Sex After a C-Section. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sex-after-c-section [diakses pada 3 Juli 2019]


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi