Dokter Mengoperasi Caesar Saat Mabuk, Ibu dan Anak Tewas

DokterSehat.Com– Seorang dokter yang ada di wilayah Gujarat, India, bernama dr. PJ Lakhani ditangkap oleh pihak kepolisian setempat setelah pasien yang merupakan ibu yang melahirkan meninggal bersama dengan bayinya setelah menjalani operasi caesar. Operasi ini dijalankan oleh sang dokter.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dr. Lakhani memilih untuk menelepon pihak kepolisian dan menyerahkan diri karena takut pihak keluarga dari ibu dan bayi yang tewas ini marah dan menyerangnya. Tindakan menyerahkan diri ini bahkan dilakukan hanya beberapa saat setelah operasi caesar selesai dilakukan.

Pihak kepolisian langsung bertanya kepada dokter tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga pasien yang ditanganinya kehilangan nyawa. Sang dokter juga dites pernapasannya. Dari hasil tes inilah polisi yakin jika terjadi kesalahan fatal saat prosedur operasi caesar dilakukan akibat sang dokter berada dalam kondisi mabuk.

“Saat kami mengamankannya, kondisinya terlihat masih mabuk,” ungkap salah seorang petugas yang menangkap dr. Lakhani, HR Goswami sebagaimana dilansir dari BBC.

Meskipun begitu, pihak kepolisian juga tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kematian ibu dan bayi malang ini disebabkan oleh alasan medis atau kelalaian dokter. Pihak rumah sakit juga telah membentuk tim untuk membantu polisi melakukan penyelidikan terkait hal ini.

Dokter senior yang kaya pengalaman

Kasus ini sangat ironis karena dr. Lakhani ternyata termasuk dalam dokter senior yang kaya akan pengalaman sehingga kinerjanya sangat dipercaya, khususnya dalam hal melakukan prosedur operasi caesar. Sebagai informasi, dr. Lakhani telah bekerja di Sonavala Hospital sejak 15 tahun terakhir.

Sebagai informasi,  sang korban Kamini Chachi mengeluhkan gejala persalinan pada Senin, 26 November 2018 lalu. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyarankannya melakukan prosedur operasi caesar karena memang tidak memungkinkan untuk menjalani proses persalinan normal. Sayangnya, setelah melahirkan, ia mengalami perdarahan parah.

Chachi sempat dipindahkan ke rumah sakit swasta dengan peralatan yang lebih lengkap. Sayangnya, kondisinya sudah terlanjur sangat buruk dan akhirnya meninggal dunia.

Penyebab dokter menganjurkan prosedur operasi caesar

Dalam dunia medis, operasi caesar sangatlah wajar dilakukan pada ibu hamil yang mengalami beberapa kondisi tertentu yang membuatnya memang sulit atau berbahaya jika harus melakukan persalinan dengan normal.

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa dokter menganjurkan operasi caesar

  1. Kondisi panggul ibu

Salah satu syarat yang paling penting untuk menjalankan persalinan normal adalah dengan memiliki jalan lahir yang normal. Jika ibu hamil memiliki bentuk panggul yang sempit, maka bayi akan kesulitan untuk dilahirkan. Jika kondisi ini terjadi, maka dokter biasanya akan menyarankan prosedur operasi caesar.

  1. Ukuran bayi

Normalnya, bayi yang dilahirkan memiliki ukuran 2,5-4 kg. Jika ukuran bayi melebihi bobot ini, maka bayi dianggap terlalu besar dan dianggap berbahaya untuk dilahirkan dengan normal.

  1. Posisi ari-ari

Sumber nutrisi bagi bayi di dalam kandungan adalah ari-ari. Hanya saja, jika posisi ari-ari ini terlalu rendah atau bahkan berada di mulut rahim, maka jalan lahir akan tertutup sehingga membuat bayi tidka bisa lewat. Hal inilah yang membuat prosedur operasi caesar harus dilakukan.

  1. Penyebab lainnya

Ibu hamil dengan kondisi pre-eklampsia dan kondisi kesehatan lainnya biasanya tidak disarankan untuk menjalani prosedur persalinan normal demi mencegah datangnya masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Satu hal yang pasti, jika ibu hamil sudah diminta oleh dokter untuk menjalani prosedur operasi caesar, ada baiknya mereka tidak memaksakan diri untuk melahirkan dengan normal demi mencegah kematian pada ibu atau buah hatinya.