Terbit: 9 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ombrophobia adalah fobia atau ketakutan tidak rasional terhadap hujan, gerimis, atau suasana langit mendung. Ketahui apa itu fobia hujan, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Ombrophobia (Fobia Hujan): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Ombrophobia?

Ombrophobia adalah fobia pada hujan, termasuk suasana mendung dan gerimis. Penderitanya memiliki ketakutan dan kegelisahan tidak tidak rasional akibat hujan walaupun hujan tersebut tidak deras dan sebenarnya tidak membahayakan.

Ombrophobia disebut juga dengan pluviophobia. Sebagian orang mungkin menyukai suasana tenang saat hujan, namun penderita pluviophobia menganggap hujan adalah ancaman. Orang dengan pluviophobia biasanya juga memiliki ketakutan akan angin kencang, petir, guntur, kilat, dan aquaphobia (ketakutan akan tenggelam).

Jenis fobia ini bisa terjadi pada siapa saja mulai dari anak-anak dan orang dewasa, namun lebih rentan dialami oleh anak-anak. Anak mungkin bereaksi berlebihan dan ketakutan akan gerimis kecil.

Gejala Ombrophobia

Gejala pluviophobia ditandai dengan rasa takut, panik, dan gelisah yang tidak terkontrol saat hujan. Berikut ini gejala fobia hujan:

  • Ketakutan ekstrim saat hujan atau bahkan saat langit hanya mendung dan hujan belum turun.
  • Merasa gelisah, stres, dan panik tidak terkendali saat hujan turun.
  • Memiliki pikiran negatif bahwa dirinya akan kebanjiran atau tenggelam.
  • Menghindari berada di luar ruangan saat hujan, bahkan menjauhi jendela agar tidak melihat hujan turun. 
  • Mengalami gejala mual, muntah, mulut kering, dan nyeri dada.
  • Merasa gemetar, sulit bernapas, otot tegang, dan detak jantung cepat saat hujan.
  • Menangis dan menjerit selama hujan.
  • Memiliki bayangan irasional bahwa akan bencana saat hujan.

Orang dengan pluviophobia menyadari bahwa ada ketakutan berlebihan pada hujan dan situasi terkait hujan namun tidak dapat mengatasinya. Bila hujan semakin deras dengan petir, pengidap Pluviophobia akan merasa semakin takut. 

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap orang mungkin memiliki satu fobia dalam hidupnya, namun biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Apabila fobio yang Anda miliki sudah mengganggu kehidupan Anda, membuat Anda sulit menjalani aktivitas sehari-hari, serta mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau kegiatan akademik, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter atau psikiater.

Penyebab Ombrophobia

Seperti kebanyakan fobia, penyebabnya adalah kejadian traumatis masa lalu yang kemudian menjadi manifestasi ketakutan. Pada orang dengan pluviophobia, berikut ini beberapa penyebabnya: 

  • Insiden Traumatis. Seseorang mungkin mengalami insiden traumatis terkait hujan, misalnya, mengalami kebanjiran parah hingga mereka kehilangan harta atau surat-surat berharga. 
  • Kesedihan Mendalam. Kehilangan seseorang yang sangat dicintai saat hujan dapat meninggalkan memori atau trauma tertentu. Saat hujan turun, orang tersebut akan mengingat peristiwa kehilangan itu lagi. 
  • Gangguan Kesehatan Mental. Depresi diasosiasikan dengan mendung atau hujan sehingga efek depresi saat hujan akan semakin naik. Orang dengan riwayat depresi akan merasa gangguan pada keseimbangan mental saat cuaca gelap.
  • Bencana Alam. Trauma dari bencana alam seperti hujan badai, tanah longsor akibat hujan, tsunami, atau bencana alam lainnya terkait air akan memicu trauma pada hujan. 

Fobia akan terjadi apabila ketakutan terhadap hujan tidak ditangani sejak awal. Akhirnya, rasa ketakutan akan semakin besar dan gejalanya mungkin semakin parah.

Baca Juga: Nomofobia (Takut Hidup Tanpa Ponsel): Gejala, Pengobatan, dll

Diagnosis Ombrophobia

Diagnosis dan penanganan fobia berada di bawah tugas psikiater. Psikiater akan bertanya seputar tingkat keparahan gejala yang Anda alami untuk mengidentifikasikan ketakutan tersebut. Bila termasuk dalam fobia spesifik, diagnosis akan dilakukan berdasarkan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR).

Cara Mengatasi Ombrophobia

Setiap pengidap fobia hujan membutuhkan perawatan dan pengobatan berbeda, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan pemicunya. Secara umum, pluviophobia dapat dikendalikan dengan psikoterapi atau obat-obatan.

Berikut ini cara mengatasi fobia hujan:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif adalah salah satu jenis psikoterapi untuk membantu Anda mengenali penyebab fobia dan bagaimana cara mengatasinya. 

Terapis akan memberi Anda pelajaran untuk mengubah pola pikir terhadap rasa takut Anda menjadi pikiran positif. Terapis juga akan membantu membangun pandangan baru bahwa hujan tidak berbahaya dan Anda dapat berdamai dengan situasi tersebut.

2. Terapi Paparan dengan Relaksasi

Exposure therapy atau terapi paparan adalah metode terapi di mana Anda akan dihadapkan pada benda atau situasi yang memicu fobia Anda. Paparan rasa takut secara perlahan akan mengajarkan Anda untuk mengatasi rasa takut. 

Anda harus mengontrol rasa takut saat menonton video hujan, mendengar suara hujan, atau melihat hal-hal lain terkait suasana hujan. Saat Anda mulai bisa mengontrol rasa takut dan panik akibat hujan, Anda akan dihadapkan pada hujan sungguhan untuk membuktikan rasa takut terhadap hujan bisa Anda taklukan. Psikiater Anda juga akan mengajarkan Anda metode relaksasi termasuk latihan pernapasan, relaksasi otot, dan kemampuan koping. 

Bila Anda merasa fobia yang Anda alami mengganggu keseimbangan hidup, segera hubungi dokter. Psikiater akan memberi metode perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

3. Obat-obatan 

Bila seseorang memiliki gejala kecemasan dan ketakutan yang sangat parah, obat antidepresan mungkin juga diperlukan. Obat-obatan antidepresan digunakan untuk menyeimbangan zat kimia di otak yang mengatur kesehatan mental.

Baca Juga: Fobia Gelap (Nyctophobia): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Komplikasi Ombrophobia

Seseorang dengan pluviophobia parah akan mengalami kesulitan untuk menjalani aktivitas normal pada musim hujan, terutama bila mereka tinggal di area dengan musim hujan lebih panjang dalam setahun. Orang tersebut juga cenderung mengembangkan fobia lainnya seperti fobia akan tenggelam, depresi, dan gangguan kecemasan. 

Cara Mencegah Ombrophobia

Dalam beberapa kasus, fobia mungkin sulit dicegah karena terjadi akibat peristiwa traumatis yang tidak disangka. Walaupun demikian, tingkat keparahan sebuah fobia dapat dikontrol dengan pemeriksaan kondisi psikologi dan kesehatan mental sejak awal.

Itulah pembahasan tentang apa itu ombrophobia. Bila Anda menyadari memiliki suatu ketakutan yang berlebihan, segera periksakan diri sebelum kecemasan tersebut bermanifestasi menjadi ketakutan yang lebih ekstrim.

 

  1. All About Counseling. 2020. Ombrophobia. https://www.allaboutcounseling.com/library/ombrophobia/. (Diakses pada 09 November 2020).
  2. Healthtopia. 2020. Ombrophobia. https://www.healthtopia.net/disease/mental-health/phobia/ombrophobia-fear-rain. (Diakses pada 09 November 2020).
  3. Wood, Ryan. 2020. Everything You Should Know About Ombrophobia: Fear of Rain Phobia. https://typesofphobia.com/ombrophobia-fear-of-rain-phobia/. (Diakses pada 09 November 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi