Terbit: 23 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Oliguria adalah kondisi dimana urine yang Anda keluarkan lebih sedikit dari kondisi normal. Ketahui apa itu oliguria, penyebab, gejala, cara mengobati, pencegahan, dll.

Oliguria: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Oliguria?

Oliguria adalah kondisi medis dimana keluaran urine seseorang lebih sedikit atau mengalami penurunan dari kondisi normal. Urine yang dikeluarkan orang dewasa normalnya berkisar antara 400-2.000 mL atau sekitar 6-8 kali buang air kecil per hari.

Pengertian oliguria adalah saat urine yang Anda keluarkan kurang dari 400 mL per hari. Oliguria pada anak berdasarkan berat badan yaitu sekitar kurang dari 0,5 mL per kilogram untuk anak-anak. Kondisi urine Anda dapat menjadi tanda kesehatan Anda.

Penyebab Oliguria

Terdapat beberapa penyebab oliguria mulai dari kondisi kesehatan sementara hingga mengarah pada indikasi penyakit serius. Berikut ini penyebabnya, yaitu:

  • Dehidrasi

Penyebab yang paling umum adalah dehidrasi. Dehidrasi adalah kondisi tubuh yang kekurangan cairan dan produksi urine juga mengalami penurunan. Dehidrasi dapat terjadi karena berbagai kondisi kesehatan seperti diare dan muntah. Ketahui juga 4 Cara Mencegah Dehidrasi saat Diare untuk anak dan dewasa.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  • Luka Bakar dan Cedera Serius

Penyebab lainnya adalah luka bakar dan cedera serius lainnya yang mengakibatkan tubuh dehidrasi dan sulit buang air kecil. Kondisi lainnya seperti pendarahan, syok anafilaksis, infeksi, atau pasca operasi.

  • Menahan Buang Air Kecil

Kebiasaan menahan buang air kecil dapat menyebabkan urine menjadi macet dan sedikit. Urine yang seharusnya segera dikeluarkan tertahan di ginjal dan malah menyebabkan sedikit buang air kecil setelahnya. Ketahui juga penyebab rasa Sakit di Penis Saat Buang Air Kecil.

  • Obstruksi Saluran Kemih

Obstruksi atau penyumbatan saluran kemih adalah kondisi ketika urine tidak mau keluar dari ginjal lalu memengaruhi kondisi kedua ginjal hingga produksi urine yang seharusnya dikeluarkan menurun. Penyebab penyumbatan ginjal adalah pembengkakan, mual dan muntah, serta demam.

  • Efek Samping Obat-Obatan Tertentu

Beberapa obat mengalami interaksi di tubuh dan menyebabkan efek samping seperti penurunan jumlah keluaran urine, misalnya penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), antibiotik, obat kemoterapi, ACE inhibitor, dan obat khusus kandung kemih yang terlalu aktif.

  • Penyakit Ginjal

Penyebab urine sedikit selanjutnya adalah karena adanya penyakit ginjal, namun umumnya oliguria adalah gejala bahwa ginjal Anda bermasalah. Ketahui tentang Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal.

Itulah beberapa penyebab yang memicu produksi urine menurun atau tidak normal. Kondisi ini dapat memicu gejala penyakit yang tidak menyenanglan untuk penderitanya.

Gejala Oliguria

Gejala yang paling utama adalah saat Anda buang air kecil lebih sedikit dari kondisi normal. Kondisi ini akan mengganggu kondisi kesehatan lainnya karena penderita akan merasakan gejala kekurangan cairan, detak jantung cepat, dan kulit kering.

Gejala lainnya, meliputi:

  • Ruam kulit
  • Demam
  • Muntah
  • Pusing

Jika Anda merasa keluaran urine Anda tidak normal, segera konsultasi ke dokter sebelum gejala oliguria menjadi anuria yaitu kondisi medis dimana penderita tidak bisa mengeluarkan urine sama sekali. Apabila Anda tidak bisa mengeluarkan urine, maka kondisi tersebut akan memengaruhi organ tubuh lainnya terutama ginjal karena urine adalah racun yang harus dikeluarkan dari ginjal.

Diagnosis Oliguria

Dokter akan melakukan tes urine atau pengambilan contoh urine Anda untuk menganalisa kondisi kesehatan Anda dari warna, protein, dan tingkat asam urine. Dokter juga akan bertanya jumlah asupan cairan Anda per hari dan sudah berapa lama gejala tersebut Anda alami.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan lainnya untuk menentukan penyakit Anda. Tidak ada pengobatan yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mengatasi penurunan urine, Anda harus melakukan perawatan secara medis untuk mengidentifikasi penyebab dan pengobatan terbaik untuk menyembuhkannya.

Cara Mengobati Oliguria

Cara mengobatinya tergantung pada penyebab dan kondisi tubuh Anda. Jika produksi urine Anda sedikit karena dehidrasi, Anda akan direkomendasikan untuk minum cairan elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang. Anda mungkin dianjurkan untuk perawatan dengan infus untuk membantu tubuh Anda terhidrasi dengan baik.

Jika penyebab produksi urine Anda sedikit karena efek samping obat-obatan, maka Anda harus berhenti atau mengurangi dosis obat tersebut. Jika oliguria disebabkan oleh penyakit ginjal dan memiliki kecenderungan bertambah parah, Anda harus konsultasi ke spesialis ginjal.

Obat yang umumnya digunakan untuk penyembuhan kondisi ini, yaitu:

  • Furosemide: Obat untuk mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak garam dan agar dapat mengeluarkannya melalu urine.
  • Lasix: Mengandung Furosemide yang berfungsi untuk membantu tubuh Anda dalam menyerap garam dan air dengan cara menambah jumlah urine yang diproduksi tubuh.
  • Manitol: Obat diuretik untuk membantu produksi urine pada orang dengan gangguan ginjal.

Daftar obat di atas adalah rekomendasi obat yang biasa digunakan. Cara mengobati oliguria dengan obat-obatan harus sesuai dengan anjuran dokter.

Komplikasi Oliguria

Oliguria yang dibiarkan dalam waktu lama akan mengalami efek jangka panjang bagi tubuh Anda. Berikut ini komplikasi penyakit yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Hipertensi
  • Masalah pencernaan
  • Anemia
  • Kelainan pada trombosit
  • Gagal jantung
  • Anuria

Kondisi oliguria umumnya memerlukan perawatan medis yang intensif, jika dibiarkan mungkin akan terdapat komplikasi penyakit lain yang telah dijelaskan di atas. Segera hubungi dokter untuk konsultasi dan penanganan lebih lanjut.

Cara Mencegah Oliguria

Oliguria bisa jadi sebuah tanda kondisi kesehatan Anda. Tidak ada cara mencegah oliguria yang berhubungan dengan tanda kesehatan atau penyakit ginjal lain yang mungkin Anda alami. Jika penyebab utamanya adalah dehidrasi, maka Anda harus menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi.

Minum air putih yang cukup setiap hari minimal 2 liter per hari, jika dibutuhkan Anda perlu juga meminum cairan elektrolit tambahan. Terutama jika Anda sedang mengalami diare, demam, mual dan muntah dimana tubuh mudah dehidrasi.

Cara mencegah oliguria selanjutnya adalah dengan tidak membudayakan kebiasaan menahan buang air kecil, walaupun dalam keadaan mendesak segera buang air kecil setelah tubuh Anda memberi tanda. Menahan buang air kecil dapat mengganggu kesehatan organ tubuh Anda lainnya.

Semoga informasi kesehatan tentang pengertian oliguria, penyebab, gejala, dan cara mengobati penurunan jumlah urine dapat bermanfaat untuk Anda. Selalu jaga kesehatan Anda!

 

  1. Blake, Kati. 2019. What You Should Know About Decreased Urine Output. https://www.healthline.com/health/urine-output-decreased. (Diakses pada 23 September 2019).
  2. Drugs. 2019. Medications for Oliguria. https://www.drugs.com/condition/oliguria.html. (Diakses pada 23 September 2019).
  3. WebMD. 2019. What Is Oliguria?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/oliguria-facts#1. (Diakses pada 23 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi