Terbit: 7 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Oligomenore adalah salah satu masalah pada siklus menstruasi wanita. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon atau dapat juga disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Ketahui selengkapnya tentang kondisi ini mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Oligomenore: Gejala, Pengebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Oligomenore?

Oligomenore adalah kondisi di mana wanita mengalami periode menstruasi lebih jarang dari periode normal. Seseorang dapat didiagnosis dengan oligomenore apabila secara teratur tidak mengalami menstruasi lebih dari 35 hari.

Setiap wanita memiliki siklus yang berbeda-beda, yaitu berkisar antara 21 hingga 35 hari. wanita yang mengalami kondisi ini biasanya akan melewatkan menstruasi hingga lebih dari 35 hari dan hanya mengalami menstruasi kurang dari 9 kali dalam setahun.

Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dipengaruhi banyak faktor mulai dari faktor alami (pubertas, menopause, dll) atau dapat juga karena kondisi medis tertentu.

Gejala Oligomenore

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala oligomenore yang perlu diwaspadai:

  • Tidak mengalami menstruasi hingga 35 hari
  • Menstruasi kurang dari sembilan kali dalam setahun
  • Memiliki siklus haid yang tidak teratur
  • Darah menstruasi keluar lebih sedikit dari biasanya

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB atau KB hormonal lainnya.

Apabila Anda tidak menggunakan KB dan merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk memastikan kondisi Anda.

Baca Juga: Amenore: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Penyebab Oligomenore

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi siklus menstruasi, kebanyakan faktor ini terkait dengan produksi hormon.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Setiap kondisi yang dapat memengaruhi produksi kedua hormon tersebut dapat berpotensi menjadi penyebab oligomenore.

Beberapa siklus hidup wanita yang biasanya memengaruhi keseimbangan hormon adalah seperti pubertas, menopause, persalinan, dan menyusui. Semua kondisi ini dapat menyebabkan siklus menstruasi berubah.

Perubahan hormonal ini juga umum terjadi ketika wanita baru mulai menggunakan kontrasepsi hormonal seperti IUD atau pil KB.

Kondisi lain yang juga dapat memengaruhi perubahan hormon pada wanita adalah seperti:

  • Obesitas
  • Penurunan berat badan ekstrem
  • Stres emosional
  • Gangguan makan (anoreksia atau bulimia)
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Melakukan Olahraga Berat

Oligomenore juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti:

  • Insufisiensi ovarium primer
  • Penyakit radang panggul
  • Polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik
  • Gangguan tiroid
  • Tumor yang mengeluarkan hormon
  • Hiperprolaktinemia (kadar prolaktin tinggi dalam darah)
  • Prolaktinoma (adenoma pada kelenjar hipofisis anterior)
  • Penyumbatan pada rahim, leher rahim, dan/atau vagina
  • Penyakit Graves
  • Sindrom Prader-Willi
  • Diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol

Diagnosis Oligomenore

Tidak semua kondisi yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi itu berbahaya. Jika dicurigai adanya kondisi yang serius, Anda kemungkinan akan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter obstetrician/gynecologist (OBGYN).

Berikut adalah beberapa tahapan dalam diagnosis oligomenore:

1. Anamnesis

Pertama-tama dokter akan bertanya pada Anda tentang siklus menstruasi Anda. Dokter juga kemungkinan akan menanyakan apakah terdapat anggota keluarga Anda yang memiliki kondisi serupa atau pernah didiagnosis dengan kanker atau kondisi kesehatan reproduksi tertentu.

Dokter OBGYN akan menanyakan pertanyaan yang lebih dalam seperti riwayat aktivitas seksual, kehamilan, hingga kelahiran. Dokter juga akan bertanya tentang obat-obatan dan suplemen yang Anda gunakan belakangan hingga riwayat tindakan medis seperti operasi yang mungkin Anda jalani.

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah bertanya tentang riwayat kesehatan Anda, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan rektovaginal mungkin dibutuhkan untuk mengetahui kondisi yang mungkin menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur ini. Dokter dapat memeriksa rektum dan vagina menggunakan jari atau dapat juga memeriksa vaginan menggunakan spekulum.

Sampel dari vagina mungkin akan diambil untuk diperiksa lebih lanjut apakah terdapat infeksi tertentu.

3. Tes Lainnya

Beberapa tes lainnya juga dapat dilakukan apabila penyebab kondisi ini belum diketahui dengan pasti. Tes biasanya dimulai dengan tes noninvasif dan dapat juga melibatkan tes invasif apabila memang diperlukan.

Berikut adalah beberapa tes yang mungkin dilakukan:

  • Tes darah. Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan yang menyebabkan perdarahan, kekurangan nutrisi, infeksi, penanda peradangan, dll.
  • Tes hormon dan fungsi tiroid.
  • Tes urine. Tes ini dapat mendeteksi kehamilan, infeksi, dan penyakit menular seksual.
  • Pap smear. Tes untuk mendeteksi kanker serviks.
  • Biopsi jaringan. Tes lain yang dapat dilakukan untuk mendeteksi sel kanker.
  • Tes pencitraan. Tes pencitraan dapat berupa USG, CT scan, atau MRI. Tes ini dapat membantu melihat kondisi organ reproduksi.
  • Pembedahan. Apabila penyebab kondisi ini tidak ditemukan dengan semua tes yang sudah dilakukan tersebut, dokter mungkin akan menyarankan pembedahan untuk melihat kondisi organ reproduksi.

Pengobatan Oligomenore

Perawatan untuk kondisi ini tentunya harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Perawatan dapat berupa perubahan gaya hidup hingga terapi medis.

1. Perubahan Gaya Hidup

Jika disebabkan oleh faktor seperti berat badan, olahraga, atau stres, maka dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai perawatan untuk kondisi ini.

Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan:

  • Jika kondisi disebabkan karena olahraga berat, maka mengubah jadwal latihan dengan memerhatikan kapasitas tubuh akan dapat membantu.
  • Jika kondisi disebabkan stres, lakukanlah kegiatan baru seperti traveling atau hobi lainnya yang dapat mengurangi stres.
  • Jika kondisi disebabkan masalah berat badan, Anda dapat menemukan diet yang tepat untuk menambah atau menurunkan berat badan.

2. KB Hormonal atau Terapi Hormon

KB hormonal termasuk pil, IUD, koyo KB, atau bahkan cincin KB dapat digunakan untuk membantu mengatur siklus menstruasi. Ini dapat digunakan baik pada individu yang aktif secara seksual maupun yang tidak.

Selain menggunakan kontrasepsi hormonal, terapi hormonal lainnya yang umum digunakan adalah seperti gonadotropin-releasing hormone (GnRH) agonists. Obat ini hanya dapat digunakan dengan resep dokter.

Perlu diketahui bahwa terapi hormon ini tidak dapat diterapkan untuk jangka panjang. Diskusikan tentang dokter tentang manfaat dan berbagai risiko dari perawatan ini.

3. Mengobati Kondisi yang Mendasarinya

Jika menstruasi tidak teratur disebabkan oleh kondisi medis tertentu, maka cara mengatasinya adalah tentu saja dengan mengobat kondisi medis tersebut.

Berikut adalah perawatan yang mungkin dilakukan:

  • Terapi obat antibiotik. Dilakukan jika kondisi disebabkan oleh penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri. Anda wajib untuk memberi tahu pasangan Anda apabila memiliki kondisi ini.
  • Obat untuk mengatasi tiroid. Obat ini akan diresepkan apabila penyebab menstruasi tidak teratur adalah gangguan tiroid.
  • Pembedahan. Pembedahan mungkin diperlukan apabila kondisi ini disebabkan oleh penyakit yang lebih serius seperti tumor.
  • Terapi radiasi dan kemoterapi. Pengobatan ini dibutuhkan apabila penyebab siklus menstruasi tidak teratur adalah kanker pada organ reproduksi.

Komplikasi Oligomenore

Tidak semua kondisi yang mendasari siklus haid tidak teratur berbahaya. Namun, jika penyebabnya adalah kondisi medis serius seperti PCOS atau kanker, oligomenore juga berpotensi menyebabkan komplikasi seperti infertilitas.

Pencegahan Oligomenore

Tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi ini. Menerapkan gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, olahraga rutin, kelola stres, dan menghindari aktivitas seksual berisiko mungkin dapat membantu Anda dari beberapa kondisi yang mungkin dapat memicu kondisi ini.

 

  1. Heitz, David. 2017. Oligomenorrhea. https://www.healthline.com/health/oligomenorrhea. (Diakses 7 September 2020).
  2. Norman, Abby. 2020. An Overview of Oligomenorrhea. https://www.verywellhealth.com/an-overview-of-oligomenorrhea-4584379#symptoms. (Diakses 7 September 2020).
  3. Welt, Corrine K. 2020. Patient education: Absent or irregular periods (Beyond the Basics). (Diakses 7 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi