Mana yang Lebih Baik untuk Pria, Kardio atau Angkat Beban?

doktersehat olahraga kardio dan angkat beban untuk pria

DokterSehat.Com – Dalam dunia angkat beban, ada satu pertanyaan yang terus menjadi polemik hingga sekarang. Pertanyaan itu adalah: mana yang lebih baik untuk pria, kardio atau angkat beban? Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya bisa bias dan tergantung siapa yang menjawab dan kebutuhan dari pria itu sendiri.

Saat melakukan olahraga, tujuan pria ada tiga, pertama menurunkan berat badan karena tubuh mengalami obesitas, mempertahankan berat badan, dan membentuk otot agar tubuh lebih berisi. Masing-masing kebutuhan ini memiliki komposisi latihan yang berbeda-beda, bahkan dietnya pun berbeda.

Jadi, mana yang lebih baik? Coba simak beberapa ulasan di bawah ini.

Kardio baik untuk menguras kalori dengan cepat

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, kebutuhan olahraga disesuaikan dengan tujuan. Kalau pria mengalami obesitas, mungkin bisa mencoba dahulu melakukan kardio. Mengapa harus kardio dahulu? Karena cara ini bisa membakar kalori lebih banyak dari jenis angkat beban. Dengan durasi yang sama, kardio membakar kalori lebih banyak.

Pria disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya 150 menit selama satu minggu. Dengan durasi ini, pembakaran kalori di dalam tubuh akan berjalan dengan lancar. Dalam waktu beberapa bulan saja, pria bisa melihat perubahan besar pada tubuhnya kalau dilakukan dengan sangat rutin.

Oh ya, meski kardio membakar kalori lebih banyak, ada baiknya olahraga tetap disesuaikan dengan kondisi badan. Kalau pria mengalami obesitas yang cukup tinggi, langsung lari beberapa kilometer tentu tidak akan kuat. Mulai dari yang ringan dahulu lalu perlahan menambah kuantitasnya.

Angkat beban baik untuk pembentukan otot

Angkat beban lebih mudah dilakukan karena jenisnya cukup banyak dan tidak membuat pria jadi ngos-ngosan. Meski kalori yang dibakar lebih kecil, olahraga jenis ini ternyata memiliki banyak sekali kelebihan. Pertama, cocok untuk pria yang sedang membangun tubuhnya menjadi lebih berisi dan berotot.

Kedua, efek dari angkat beban ini cukup banyak meski pria tidak melakukan olahraga. Setelah angkat beban, tubuh akan tetap membakar lemak sehingga kalori bisa dihabiskan dengan mudah dan lemak adalah sasarannya. Meski hari ini pria olahraga dan besok tidak, pembakaran lemak akan terus terjadi.

Sebelum melakukan angkat beban, ada baiknya Anda mengetahui fungsi dari semua alat. Anda disarankan melatih otot besar seperti otot dada, otot kaki, dan otot punggung. Tiga otot ini akan menyumbang proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Kombinasi angkat beban dan kardio

Kalau Anda ingin mendapatkan efek dari dua olahraga ini, coba lakukan keduanya dengan durasi yang sesuai. Misal setelah angkat beban dilanjutkan dengan kardio selama beberapa menit. Kalau Anda kuat melakukan setiap hari bisa membagi satu hari angkat beban dan esoknya kardio, saat minggu semua dihentikan untuk istirahat.

Diet tidak boleh dilewatkan

Sekuat apa pun olahraga yang Anda lakukan, jangan sekali-kali melupakan diet. Kalau Anda melupakan diet, semua proses yang telah dilakukan akan berjalan terhambat, bahkan kemungkinan gagal bisa terjadi dengan mudah.

Sembari menjalankan olahraga dengan rutin, sesuaikan kebiasaan makan dengan kebutuhan tubuh. Misal saat mengalami obesitas, konsumsi nasi dan minyak harus dihindari. Memperbanyak buah, sayur, dan protein bisa menunjang penurunan berat badan dengan signifikan. Jadi, sebisa mungkin memasak sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Nah, sudah tahu kan mana yang baik dan mana yang lebih baik? Sesuaikan olahraga dengan kebutuhan tubuh. Kalau sudah sesuai, itulah yang paling baik. Bukan jenisnya harus kardio atau angkat beban. Semoga bermanfaat untuk Anda!