Terbit: 21 November 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

DokterSehat.Com– Beberapa hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam kehamilan kembar adalah olahraga, skrining, dan diagnostik cacat lahir.

Kehamilan Kembar – Olahraga, Skrining dan Diagnostik Cacat Lahir

Olahraga
Olahraga teratur penting dalam setiap kehamilan. Saat Anda hamil dengan banyak bayi, sebagian besar penyedia layanan kesehatan merekomendasikan beberapa kehati-hatian. Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan Anda untuk menghindari aktivitas berat dan olahraga dengan dampak tinggi, seperti aerobik dan berlari. Pilihan yang lebih baik agar Anda tetap aktif selama kehamilan adalah olahraga yang berdampak lebih rendah, seperti berenang, yoga prenatal, dan berjalan kaki.

Skrining dan diagnosis genetik prenatal
Memiliki kehamilan multipel berarti ada pertimbangan khusus untuk skrining rutin dan diagnosis kecacatan lahir. Karena setiap bayi berisiko mengalami cacat lahir, kemungkinan cacat lahir pada satu atau lebih bayi meningkat. Risiko cacat lahir terjadi karena lebih tinggi pada kehamilan multipel. Tes skrining standar untuk kelainan kromosom, seperti sindrom Down, melibatkan pengambilan sampel darah Anda dan mengukur kadar zat tertentu. Jika hasil tes skrining menunjukkan bahwa ada kemungkinan kelainan, dan tidak mungkin untuk mengetahui dari hasil tes berapa banyak bayi yang terkena.

Indeks Massa Tubuh Sebelum Kehamilan Kagetori Rekomendasi Penambahan Berat Badan untuk Kehamilan Kembar (dalam Pon)
Kurang dari 18,5 Berat badan kurang/ underweight Tidak diketahui
18,5 – 24,9 Berat badan normal/ normal weight 37 pon (16,8 kg) – 54 pon (25 kg)
25,0 – 29,9 Berat badan berlebih/ overweight 31 pon (14 kg) – 50 pon (22,7 kg)
30,0 dan lebih Obesitas 25 pon (11,3 kg) – 42 pon (19 kg)

Tabel 2. Rekomendasi penambahan berat badan untuk kehamilan kembar

Jenis tes skrining lainnya menggunakan DNA bebas sel yang beredar dalam darah ibu. Tes ini digunakan untuk menyaring beberapa gangguan kromosom. Namun, diperlukan lebih banyak informasi tentang penggunaan tes ini pada wanita dengan kehamilan multipel. Karena peningkatan risiko cacat lahir dan keterbatasan tes skrining pada kehamilan multipel, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan pengujian diagnostik untuk cacat lahir. Tes ini meliputi pengambilan sampel villi chorionic dan amniosentesis. Tes ini bersifat invasif, yang berarti bahwa sejumlah kecil cairan amnion atau sepotong plasenta perlu diambil. Sebelum melakukan salah satu tes ini, Anda harus mengetahui bahwa:

  • Sampel biasanya perlu diambil dari masing-masing bayi
  • Resiko prosedur meningkat dengan lebih dari satu bayi
  • Hasil mungkin menunjukkan bahwa satu bayi normal dan bayi lainnya mengalami kecacatan

Selain itu, tes ini secara teknis lebih sulit dilakukan pada kehamilan multipel. Untuk mengurangi risiko komplikasi, disarankan agar hanya penyedia layanan kesehatan berpengalaman yang melakukan tes ini jika Anda mengandung lebih dari satu bayi.

Kehamilan Kembar – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi