DokterSehat.Com– Secara tradisional, wanita menghindari olahraga saat hamil karena takut melahirkan lebih awal. Namun, studi baru menunjukkan bahwa olahraga sebenarnya adalah cara yang bagus bagi ibu dan bayi untuk tetap sehat dan menjaga kehamilannya senyaman mungkin.

doktersehat-senam-hamil-olahraga

Sebelumnya, para dokter khawatir bahwa berolahraga bisa melepaskan norepinephrine, zat kimia yang bisa membuat rahim berkontraksi dan dengan demikian menciptakan persalinan prematur. Tapi studi baru ini menunjukkan bahwa olahraga selama kehamilan benar-benar tidak membawa risiko persalinan prematur.

Dokter mulai menjauh dari teori norepinephrine pada 1985, dan merekomendasikan agar wanita hamil berolahraga dengan sedikit atau sedang, karena latihan yang lebih berat masih dianggap merugikan kehamilan.

Penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Obstetrics & Gynecology, meninjau percobaan acak 2.059 wanita hamil. Sekitar setengah dari peserta melakukan latihan aerobik selama 30-90 menit tiga kali seminggu, sementara separuh lainnya, yang bertindak sebagai kelompok kontrol, benar-benar berolahraga. Penelitian dilakukan selama 10 minggu, atau dalam beberapa kasus sampai bayi lahir.

Dalam kelompok latihan, tidak hanya olahraga ringan yang tidak terkait dengan persalinan prematur, namun juga dikaitkan dengan risiko diabetes gestasional yang lebih rendah.

Wanita yang berolahraga memiliki risiko 2,4 persen, sedangkan wanita yang tidak mewakili risiko 5,1 persen. Kelompok kontrol wanita yang tidak duduk selama kehamilan memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi daripada wanita yang berolahraga, dengan risiko 5,1 persen dibandingkan dengan 1,9 persen risiko pada kelompok latihan.

Seperti melansir Natural Society, wanita yang berolahraga selama kehamilan juga lebih cenderung melahirkan secara vaginal tanpa komplikasi berlebih. Sekitar 73,6 persen wanita yang ikut serta dalam program latihan melahirkan bayi mereka secara vaginal dibandingkan dengan 67,5 persen orang yang tidak berolahraga.

Berkat penelitian ini, dokter sekarang merekomendasikan agar wanita hamil berpartisipasi dalam latihan ringan 150 menit per minggu untuk memfasilitasi kehamilan yang lebih sehat. Intensitas latihan seharusnya tidak terlalu berat, karena Anda harus berkeringat, tapi terus berbicara dengan normal selama latihan Anda.

Dokter mungkin memiliki saran yang berbeda untuk wanita yang membawa kelipatan, jadi penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang rencana latihan jika Anda membawa lebih dari satu janin.

Jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil, seperti mengutip WebMD, di antaranya berenang, yoga, sepeda statis kardio, latihan beban, jalan cepat, olahraga intensitas tinggi, latihan perut, kegel, bergerak, dan peregangan, serta tingkatkan mood Anda.