Terbit: 4 Mei 2018
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sudah banyak penelitian mengungkapkan bahwa olahraga memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Salah satu olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan adalah aerobik. Sebuah penelitan mengungkapkan, bahwa aerobik dapat mencegah menurunnya kondisi otak seiring bertambahnya usia.

Olahraga Aerobik Cegah Penuaan Otak

Lewat sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal NeuroImage, para peneliti mengungkapkan bahwa olahraga aerobik memberikan efek positif pada hippocampus. Hippocampus adalah bagian dari otak depan, pada tepatnya di lobus temporal medial, yang memiliki sistim limbik. Bagian otak ini berperan aktif dalam kemampuan daya ingat, pembelajaran serta emosi

Sementara itu, hippocampus cenderung mengalami penurunan fungsi dan ukuran seiring bertambahnya usia dan penyusutan ini merupakan salah tanda awal munculnya penyakit Alzheimer.

Senada dengan hal ini, penelitan yang dilakukan periset di University of Texas Southwestern Medical Center juga menemukan hal yang sama. Olahraga aerobik terbukti dapat menjaga kesehatan dan fungsi otak serta mencegah demensia. Penelitian itu mengungkapkan, orang dengan gangguan kognitif ringan yang melakukan aerobik mengalami peningkatan daya ingat.

Olahraga Aerobik Tidak Selalu di Dalam Ruangan

Olahraga aerobik yang selama ini diketahui oleh sebagian besar orang adalah olahraga yang diadakan di dalam ruangan, melakukan gerakan-gerakan senam, atau pun menggunakan alat-alat olahraga. Namun sebenarnya olahraga aerobik diartikan sebagai olahraga yang memerlukan banyak oksigen dan melibatkan banyak otot-otot besar. Olahraga tipe ini dilakukan dalam intensitas yang rendah dan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Olahraga jenis ini baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan jantung. Oleh karena itu, olahraga aerobik sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang memiliki berat badan berlebih. Dengan melakukan olahraga aerobik, Anda juga dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh, menghindarkan Anda untuk mengalami stress, serta menurunkan berbagai risiko penyakit degeneratif.

Jenis olahraga aerobik adalah olahraga yang nyaman dilakukan, tanpa membuat Anda susah bernapas, seperti jalan santai, berenang, dansa, dan bersepeda. Masing-masing jenis olahraga aerobik memiliki durasi yang berbeda-beda.

Semakin banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan semakin sehat, dan olahraga aerobik bertujuan untuk meningkatkan aliran oksigen ke otot dan jantung. Saat itulah tubuh akan meresponnya dengan:

  • Pembuluh darah melebar dan tubuh lebih mudah untuk mengeluarkan gas buangan, seperti karbondioksida dan asam laktat.
  • Jantung akan berdetak lebih cepat sehingga mampu memompa darah ke otot dan kembali ke paru-paru dengan lebih baik.
  • Aeorobik membuat tubuh Anda melepaskan hormon endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami, membuat hati gembira dan meningkatkan mood.
  • Meningkatkan efisiensi sirkulasi darah serta mengurangi tekanan darah.
  • Meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh. Sel ini berperan dalam menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh serta membawa karbondioksida dari jaringan ke paru-paru.

Olahraga Aerobik dengan Tepat

Jika dilakukan secara teratur dalam jangka panjang, senam aerobik juga berperan mengurangi risiko kondisi-kondisi kronis tertentu. Kondisi penyakit jantung koroner bisa membaik jika melakukan senam aerobik secara teratur. Olahraga aerobik juga dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah dengan meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/ HDL) dan menekan kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein/ LDL).

Selain membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula dalam darah, senam aerobik juga menurunkan risiko Anda terkena berbagai penyakit, terutama obesitas, diabetes tipe 2, stroke, beberapa jenis kanker, dan osteoporosis.

Melakukan senam aerobik tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tapi juga untuk kesehatan mental. Senam aerobik selama 30 menit dan sebanyak tiga kali sepekan terbukti mengurangi penurunan kemampuan kognitif pada lansia. Selain mengurangi risiko depresi dan kecemasan dengan membuat pikiran lebih rileks, senam aerobik membuat pikiran tetap tajam meski usia bertambah. Bahkan, olahraga ini juga dipercaya membuat panjang umur dibanding mereka yang jarang berolahraga.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi