Terbit: 15 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obstetri dan ginekologi yaitu dua istilah yang sering dianggap sama oleh orang awam, padahal keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Simak penjelasan lengkap mengenai perbedaan di antara keduanya.

Mengenali Perbedaan Obstetri dan Ginekologi: Fungsi, Subspesialisasi, dll

Memahami Obstetri dan Ginekologi

Meski keduanya memiliki perbedaan, dua cabang ilmu obstetri dan ginekologi tergabung dalam satu spesialisasi. Dokter spesialis ini diberi gelar Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) atau SpOG. Selain itu, kedua cabang ilmu kedokteran ini juga memiliki istilah OBGYN , yaitu akronim dari obstetri dan ginekologi.

OBGYN mencakup dua spesialisasi yaitu obstetri dan ginekologi, sementara ginekolog mengkhususkan diri pada ginekologi saja. Meski begitu, seorang dokter dapat memiliki kedua spesialisasi medis tersebut.

Apa Itu Obstetri?

Ahli obstetri adalah seseorang yang mengkhususkan diri dalam kebidanan, yang berarti menangani semua aspek kehamilan, dari perawatan prenatal hingga perawatan pasca persalinan. Selain itu, ahli obstetri juga dapat memberikan terapi untuk untuk membantu Anda merencanakan kehamilan, seperti perawatan kesuburan.

Seorang dokter kandungan akan memastikan Anda memiliki kehamilan sehat dan juga melahirkan bayi yang sehat, baik dilahirkan melalui vagina (operasi kelahiran normal) atau melalui operasi caesar yang direncanakan/darurat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Selain itu, ahli obstetri juga dilatih untuk menangani komplikasi kehamilan, seperti:

  • Kehamilan ektopik, di mana janin tumbuh di luar rahim.
  • Tanda-tanda gawat janin, yaitu janin kurang sehat karena berbagai alasan.
  • Masalah plasenta.
  • Preeklamsia.
  • Persalinan melalui operasi caesar.

Bahkan, seorang dokter kandungan juga dapat membantu masalah setelah melahirkan seperti depresi pasca-persalinan. Setelah melahirkan, ahli obstetri dan ginekologi akan berfokus pada kesehatan ibu dan anak, serta memastikan keduanya melakukan transisi ke kehidupan sehari-hari tanpa komplikasi.

Apa Itu Ginekologi?

Seorang ginekolog mengkhususkan diri dalam merawat kesehatan reproduksi seorang wanita. Setiap kondisi yang memengaruhi sistem reproduksi  didiagnosis dan dirawat oleh ahli ginekologi.

Ginekolog juga melakukan pemeriksaan yang direkomendasikan seperti pemeriksaan payudara, Pap smear, dan pemeriksaan panggul. Bahkan, mereka bisa melakukan histerektomi dan ligasi tuba. Seorang ginekolog juga dapat memberikan suntikan human papillomavirus (HPV) untuk melindungi tubuh pasien dari kanker.

Ginekolog juga dapat memberikan nasihat tentang masalah seksual, seperti praktik seksual yang bertanggung jawab, penggunaan alat kontrasepsi, dan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Seorang ginekolog dapat mendiagnosis dan menangani masalah kewanitaan, seperti:

  • Haid tidak teratur.
  • Infeksi vagina.
  • Kondisi yang menyebabkan nyeri saat berhubungan seks.
  • Kanker sistem reproduksi.
  • Prolaps organ panggul.
  • Endometriosis.
  • Polip serviks dan vagina.
  • Kista ovarium.
  • Fibroid rahim.

Meskipun sebagian besar ginekolog juga merupakan ahli obstetri, bidang ginekologi berfokus pada semua aspek kesehatan reproduksi wanita dari awal pubertas, menopause, hingga masalah organ reproduksi lainnya.

Prosedur Operasi Ginekologi

Selain itu, ginekologi mencakup prosedur pembedahan khusus yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita. Prosedur yang paling umum adalah:

  • Ligasi tuba, bentuk kontrasepsi permanen.
  • Histerektomi, pengangkatan rahim.
  • Ooforektomi, pengangkatan ovarium.
  • Salpingektomi, pengangkatan tuba falopi.
  • Biopsi kerucut atau cone biopsy, menghilangkan sel prakanker di serviks yang diidentifikasi selama Pap smear.

Subspesialisasi Obstetri dan Ginekologi

Dokter OBGYN dapat memilih berbagai spesialisasi. Beberapa memilih untuk mengkhususkan diri hanya pada kebidanan dan perawatan untuk wanita hamil. Sementara yang lain hanya khusus pada ginekologi dan tidak mempelajari persalinan.

Berdasarkan luasnya ilmu kedokteran ini, bidang ini terbagi menjadi beberapa subspesialisasi, seperti:

  • Maternal-Fetal Medicine Specialist

Subspesialis ini menangani kehamilan berisiko tinggi. Dokter akan mengawasi persalinan yang rumit atau berisiko tinggi, seperti persalinan pervaginam dalam posisi sungsang.

  • Reproductive Endocrinologist

Dokter spesialis ini akan mendiagnosis masalah ketidaksuburan, mengembangkan rencana pengobatan, atau membantu prosedur in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.

  • Gynecologic Oncologists

Ini adalah istilah medis untuk dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker pada organ reproduksi, seperti kanker ovarium dan serviks.

  • Female Pelvic Specialists

Spesialis ini fokus pada cedera dan gangguan pada dasar panggul dan struktur yang terkait. Dokter dapat memberikan terapi fisik atau melakukan operasi untuk memperbaiki organ panggul yang mengalami prolaps.

Baca Juga: 8 Tips Kehamilan Sehat untuk Ibu dan Janin

Kapan Anda Harus Memeriksakan Diri ke Dokter OBGYN?

Wanita yang sehat dan tidak mengalami masalah kesehatan reproduksi harus mendapatkan pemeriksaan pencegahan setahun sekali.

Selama pemeriksaan, dokter mungkin melakukan evaluasi, vaksinasi, atau tes laboratorium untuk penyakit tertentu. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan panggul. Tergantung pada usia dan kesehatan, dokter mungkin meminta tes atau pemeriksaan tambahan.

Selain pemeriksaan tahunan, Anda harus mengunjungi dokter OBGYN ketika terjadi perubahan dalam siklus reproduksi. Perubahan tersebut meliputi:

  • Siklus menstruasi pertama.
  • Kehamilan.
  • Perimenopause.
  • Menopause.

Perubahan lain yang terlihat tidak normal atau tidak biasa, termasuk:

  • Perubahan volume atau frekuensi perdarahan menstruasi.
  • Kram yang tidak biasa.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan.

Sementara itu, jika Anda aktif secara seksual, kunjungan ke dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi diperlukan untuk:

  • Pengendalian kelahiran, kontrasepsi, atau sterilisasi.
  • Informasi mengenai seks yang aman.
  • Informasi tentang pencegahan atau mengobati infeksi menular seksual atau HIV.
  • Mendapatkan vaksin HPV.
  • Pengobatan dan pencegahan nyeri saat berhubungan seks.
  • Mengatasi keputihan abnormal.
  • Infeksi saluran kemih.

Jika Anda sedang atau ingin hamil, kunjungan ke dokter diperlukan untuk:

  • Membantu merencanakan kehamilan.
  • Perawatan prenatal.
  • Pengobatan infertilitas.
  • Panduan diet.
  • Menentukan pilihan persalinan.
  • Pengujian dan skrining genetik.
  • Nasihat tentang menyusui.
  • Depresi pasca persalinan.

Jika Anda mengalami rasa sakit atau kesulitan sebelum/selama menstruasi, Anda dapat mengunjungi dokter dengan pertanyaan tentang:

  • Meredakan kram.
  • Perdarahan tidak teratur atau abnormal.
  • Perubahan suasana hati.
  • Informasi tentang sindrom pramenstruasi.
  • Kista dan fibroid.
  • Masalah penyangga panggul.

Jika Anda telah mengalami menopause, Anda dapat mengunjungi dokter untuk membahas:

  • Rendahnya libido.
  • Vagina kering.
  • Hot flashes.
  • Keropos tulang.
  • Inkontinensia urine.
  • Terapi penggantian hormon.

Pada akhirnya, pemeriksaan obstetri dan ginekologi bermanfaat bagi kesehatan ibu dan anak. Dokter dapat membantu menurunkan angka kesakitan, kematian, hingga meningkatkan kesehatan reproduksi.

 

  1. Anonim. 2020. What is the difference between OB/GYN and gynecology?. https://www.woosterhospital.org/what-is-the-difference-between-ob-gyn-and-gynecology/#:~:text=An%20obstetrician%20specializes%20in%20obstetrics,pregnant%2C%20such%20as%20fertility%20treatments. (Diakses pada 15 Maret 2021).
  2. Anonim. 2016. What Is Obsterics And Gynecology?. https://www.virginiabeachobgyn.com/blog/what-is-the-difference-between-obstetrics-and-gynecology/. (Diakses pada 15 Maret 2021).
  3. Villines, Zawn. 2019. What is an OB-GYN?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324292#what-procedures-can-they-perform. (Diakses pada 15 Maret 2021).
  4. Walsh, Kellie. 2016. Faces of Healthcare: What’s an OB-GYN?. https://www.healthline.com/find-care/articles/obgyns/what-is-an-obgyn#education. (Diakses pada 15 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi