Terbit: 14 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Obesophobia adalah rasa takut tidak rasional terhadap kenaikan berat badan. Ketahui apa itu obesophobia, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Obesophobia (Fobia Berat Badan Naik): Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Obesophobia

Obesophobia adalah fobia atau ketakutan akan bertambahnya berat badan yang kemudian berpengaruh pada pola makan dan pola hidup. Sebagian besar orang mungkin takut berat badannya naik, namun penderita obesophobia memiliki ketakutan yang lebih ekstrim dan tidak rasional bila berat badannya naik sedikit saja. 

Obesophobia atau pocrescophobia umumnya terjadi pada remaja wanita, namun pria juga bisa mengalaminya. Akibat kecemasan akan kenaikan berat badan, seseorang bisa menjalani diet ekstrim dan mengembangkan masalah kesehatan mental terkait gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia. 

Gejala Obesophobia

Orang dengan pocrescophobia akan sengaja menghindari makanan tertentu atau membatasi porsi makan tersebut agar berat badan tidak naik. Mereka juga akan menunjukan emosi negatif dan ketakutan tidak biasa terhadap makanan dan pola makan, termasuk:

  • Menjalani diet ekstrim. 
  • Tidak mau makan atau memilih makanan dengan detail. 
  • Menghitung kalori setiap makanan secara obsesif. 
  • Tidak mau makan makanan yang dimasak oleh orang lain. 
  • Melakukan olahraga secara ekstrim. 
  • Tetap ingin diet padahal berat badannya sudah ideal atau cenderung di bawah rata-rata. 
  • Memiliki obsesi pada penampilan dan bentuk tubuh. 
  • Tidak nyaman untuk makan di luar.
  • Memuntahkan makanan.
  • Makan sangat sedikit hingga memiliki gejala kekurangan nutrisi. 

Penderita pocrescophobia juga akan menunjukkan gejala psikologis saat berpikir tentang kenaikan berat badan. Gejala psikologis tersebut termasuk dalam serangan panik, termasuk: 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Merasa takut.
  • Hilang kendali atas dirinya sendiri. 
  • Merasa bersalah atau menyalahkan dirinya sendiri. 
  • Merasa malu, sedih, dan putus asa. 
  • Marah dan emosi negatif. 
  • Menarik diri dari orang lain.

Saat membayangkan dirinya akan mengalami kenaikan berat badan, penderita pocrescophobia juga akan menunjukkan gejala fisik seperti: 

  • Berkeringat
  • Gemetaran 
  • Menggigil 
  • Pusing 
  • Lemah 
  • Gugup 
  • Tertekan
  • Tekanan darah tinggi 
  • Gelisah 
  • Detak jantung cepat 
  • Napas pendek dan cepat
  • Sesak napas 

Berbeda dengan kebanyakan orang yang menginginkan memiliki tubuh langsing, penderita pocrescophobia merasa sangat ketakutan, gelisah, dan panik bahkan hanya untuk membayangkan berat badannya naik. Orang tersebut akan melakukan berbagai cara agar berat badan tidak naik dan tubuh tetap langsing ideal.

Baca Juga: Daftar Menu Diet Sehat Seminggu untuk Menurunkan Berat Badan

Kapan Harus ke Dokter? 

Penderita pocrescophobia mungkin tidak menyadari bahwa dirinya memiliki ketakutan tidak rasional terhadap kenaikan berat badan yang akan memengaruhi kesehatan fisiknya juga, sehingga orang-orang di sekitarnya harus peduli untuk mengingatkannya. Segera cari pertolongan medis bila mengalami kondisi sebagai berikut: 

Memiliki kecemasan berlebihan akan kenaikan berat badan bahkan saat hanya makan sedikit.

  • Obsesi untuk menurunkan berat badan lagi.
  • Menjalani diet ekstrim berkepanjangan. 
  • Menghindari acara sosial terkait dengan makan-makan. 
  • Memuntahkan makanan.
  • Mengalami masalah kesehatan karena kurang makan. 

Pocrescophobia juga sering berujung dengan gangguan makan, jadi harus segera konsultasi ke dokter bila mengalaminya. Bila orang terdekat Anda memiliki ciri-ciri gangguan makan, mohon segera hubungi dokter. 

Penyebab Obesophobia

Penyebab pasti seseorang mengalami fobia kenaikan berat badan tidak diketahui. Beberapa faktor lingkungan dan psikologi memengaruhi, termasuk:

1. Gangguan Kegelisahan 

Anxiety disorder atau gangguan kegelisahan dapat membuat seseorang takut ditolak secara sosial sehingga mereka akan melakukan segala cara agar diterima secara sosial. Salah satunya mungkin dengan cara memiliki penampilan yang bagus dan tubuh yang langsing sesuai standar kecantikan dalam lingkungan tersebut.

2. Pengalaman Traumatis 

Seseorang yang mungkin pernah dirunduung (bully) akibat memiliki tubuh gemuk di masa lalu cenderung akan melakukan diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Orang tersebut mungkin akan takut bila tubuhnya akan gemuk lagi dan lama-kelamaan mengembangkan gejala pocrescophobia

3. Lingkungan Sosial 

Seseorang mungkin hidup di lingkungan sosial dengan stigma berat badan atau penampilan. Mereka mungkin akan mengalami diskriminasi bila memiliki tubuh gemuk. 

4. Perfeksionis

Seseorang yang sangat perfeksionis terhadap penampilan mungkin ingin selalu terlihat cantik dengan bentuk tubuh ideal sebagai indikatornya. Mereka akan cenderung melakukan apapun untuk terlihat sempurna secara fisik. 

Umumnya, pemikiran “langsing itu cantik” terjadi pada lingkungan sosial para remaja wanita atau mungkin wanita dewasa, sehingga tidak jarang mereka menjalani program diet ekstrim hingga memicu fobia kenaikan berat badan. 

Baca Juga: Ombrophobia (Fobia Hujan): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Diagnosis Obesophobia

Tidak ada pemeriksaan formal untuk diagnosis obesophobia, namun dokter akan mencoba menganalisisnya berdasarkan evaluasi psikologis. Dokter akan bertanya seputar gejala, kebiasaan pola makan, riwayat medis, dan keadaan psikologis Anda selama ini. Bila dokter mencurigai tanda-tanda pocrescophobia dan tanda gangguan makan, maka mereka akan merekomendasikan perawatan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Obesophobia

Penderita obesophobia membutuhkan perawatan dari tenaga medis profesional kesehatan mental. Umumnya, dokter akan menyarankan psikoterapi atau terapi serupa lainnya termasuk:

1. Psikoterapi

Tujuan psikoterapi untuk mengelola ketakutan dan kecemasan pasien terhadap sesuatu hal spesifik atau situasi yang mengganggu pikirannya. Dokter akan mengajari Anda berbagai latihan mental, manajemen rasa takut, dan cara mengatasi kegelisahan dari penampilan Anda.

Contoh psikoterapi adalah terapi eksposur dan terapi keterampilan perilaku kognitif. Jenis psikoterapi akan mengajarkan Anda tentang kebiasaan baru yang lebih positif, cara pikir baru tentang bentuk tubuh, dan mengubah sudut pandang Anda menjadi lebih cerah dan baik. 

2. Perubahan Pola Makan 

Orang dengan pocrescophobia cenderung akan mengembangkan komplikasi berupa gangguan makanan seperti anorexia dan bulimia. Maka dari itu, pasien tersebut harus konsultasi dengan ahli gizi untuk mengatur kembali menu makan dan jadwal makan yang sehat dan seimbang. Terutama bila pasien sampai mengalami gejala kekurangan nutrisi yang berisiko fatal.

3. Obat-obatan 

Kebanyakan jenis fobia tidak membutuhkan perawatan dengan obat-obatan, namun berbeda dengan cara mengatasi obesophobia. Apabila obesophobia terkait dengan gangguan kecemasan yang serius, dokter mungkin akan memberi resep obat antidepresan, antipsikotik, dan obat penyeimbang suasana hati.

Komplikasi Obesophobia

Obsesi tidak sehat tentang berat badan akan membuat seseorang mengalami gangguan makan (eating disorder). Orang dengan obesophobia bisa mengalami komplikasi berupa gangguan makan seperti: 

  • Anorexia Nervosa. Rasa takut untuk mengalami kenaikan berat badan sehingga mereka melakukan apa pun agar tidak gendut, seperti memuntahkan makanan, tidak cukup makan, menggunakan obat pencahar, dan olahraga ekstrim.
  • Bulimia Nervosa. Episode makan secara maraton, makan banyak dalam waktu yang cepat lalu melakukan berbagai hal agar makanan tersebut keluar. Mereka mungkin akan berpuasa setelahnya, menggunakan obat pencahar, atau sengaja memuntahkan kembali makanan.

Penderita pocrescophobia bisa mengalami komplikasi lainnya. Pelajari tentang jenis gangguan makan lainnya di sini

Cara Mencegah Obesophobia

Sebagian besar orang mengalami obesophobia akibat faktor psikologi dan lingkungan. Cara mencegahnya adalah dengan memahami arti bahwa memiliki tubuh langsing bukanlah indikator kecantikan atau kesempurnaan satu-satunya. Setiap orang harus tetap menjaga berat badan ideal, namun perhatikan juga nutrisi harian agar tetap sehat.

 

  1. Fearof.org. 2020. Obesophobia. https://fearof.org/obesophobia. (Diakses pada 14 Januari 2020). 
  2. Malik, Vani. 2019. Obesophobia: Fear Of Gaining Weight Can Also Be A Reason Of Obesity. Know Symptoms And Prevention. https://www.onlymyhealth.com/obesophobia-fear-of-gaining-weight-can-also-be-a-reason-of-obesity-know-symptoms-and-prevention-1569322118. (Diakses pada 14 Januari 2020). 
  3. Nunez, Kirsten. 2020. Obesophobia: Fear of Gaining Weight. https://www.healthline.com/health/obesophobia. (Diakses pada 14 Januari 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi