Penderita Obesitas Tidak Boleh Minum Susu?

susu-sapi-doktersehat

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia percaya bahwa susu bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan lemak di dalamnya. Akibat anggapan ini, banyak orang yang menderita obesitas atau kelebihan berat badan yang akhirnya memilih untuk tidak minum susu. Meskipun sehat dan kaya nutrisi, mereka berpikir susu bisa membuat berat badannya bisa semakin membengkak. Sebenarnya, apakah susu memang bisa memberikan manfaat kesehatan ini?

Dampak yang muncul jika orang obesitas minum susu

Penderita obesitas yang ingin kembali mendapatkan berat badan ideal memang biasanya akan lebih cermat dalam memilih makanan. Sayangnya, mereka juga cenderung memilih untuk tidak minum susu karena takut hal ini akan membuat proses penurunan berat badan terganggu. Padahal, menurut pakar kesehatan, susu tetap boleh dikonsumsi oleh orang dengan kondisi obesitas.

Susu termasuk dalam daftar makanan yang bisa mendukung pola makan dengan kadar gizi yang seimbang. Alih-alih menghilangkan susu yang kaya akan nutrisi sehat, penderita obesitas justru sebaiknya menghindari makanan lainnya yang tinggi kalori atau lemak seperti makanan cepat saji, makanan manis, camilan tidak sehat, dan lain-lain.

Di dalam susu juga terdapat kandungan lemak yang justru membantu penderita obesitas untuk menurunkan berat badan. Selain itu, jika penderita obesitas memilih untuk mengonsumsi susu rendah atau bahkan bebas lemak, mereka juga tidak perlu merasa khawatir untuk mengalami masalah berat badan.

Kebiasaan harian yang bisa membantu menurunkan berat badan

Mengingat obesitas bisa berlanjut menjadi masalah kesehatan yang serius seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, kanker, dan berbagai penyakit lainnya, sebaiknya penderitanya berusaha untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat demi menurunkan berat badan.

Berikut adalah beberapa kebiasaan harian yang bisa membantu menurunkannya.

  1. Menjaga pola makan

Cobalah untuk makan secara teratur di waktu yang sama setiap hari. Selain itu, pastikan untuk tidak sembarangan mengonsumsi camilan yang tidak sehat di sela-sela waktu makan sehingga kita bisa menjaga asupan kalori agar tidak berlebihan.

  1. Mengonsumsi lemak sehat

Alih-alih mengonsumsi lemak tidak sehat dari gorengan, makanan cepat saji, dan lain-lain, kita sebaiknya mengubah asupan lemak menjadi lebih sehat seperti dari kacang-kacangan, avokad, atau minyak ikan.

  1. Lebih sering berjalan kaki

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk berjalan kaki setidaknya 10 ribu langkah setiap harinya. Kita bisa melakukannya dengan cara berjalan kaki ke tempat kerja atau ke tempat-tempat yang tidak terlalu jauh alih-alih menggunakan kendaraan pribadi. Menggunakan sarana transportasi umum juga akan membantu kita berjalan lebih jauh. Selain itu, kita juga bisa mencoba menggunakan tangga saat naik gedung bertingkat alih-alih memakai lift atau eskalator.

  1. Mengonsumsi camilan sehat

Alih-alih mengonsumsi camilan tidak sehat seperti keripik, biskuit, atau permen, kita sebaiknya mengonsumsi buah-buahan yang tentu akan jauh lebih sehat dan membantu menurunkan berat badan.

  1. Memperbanyak asupan sayur

Sudah menjadi rahasia umum jika memperbanyak asupan sayur dan buah bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini disebabkan oleh tingginya serat dari dua bahan makanan sehat ini. Kandungan ini akan membuat kita kenyang dalam waktu yang lebih lama sehingga membuat kita tidak akan tertarik untuk mengonsumsi makanan dengan berlebihan atau camilan yang tidak sehat.

  1. Tidak sembarangan memilih minuman

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperbanyak asupan air putih dan menghindari minuman-minuman manis, khususnya minuman botolan atau minuman bersoda. Bahkan, kita juga sebaiknya tidak memberikan gula pada teh dan kopi yang biasa kita konsumsi.