Obesitas dan Efeknya pada Kualitas Sperma Pria

obesitas-pria-doktersehat

DokterSehat.Com – Obesitas bisa menyebabkan banyak masalah pada pria dan wanita. Kandungan lemak yang berlebihan pada wanita bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormon. Wanita akan mengalami gangguan menstruasi setiap bulan dan kemungkinan terjadi gangguan pada sel telur akan besar. Wanita dengan kondisi ini akan susah mendapatkan pembuahan.

Efek Obesitas pada Kesuburan Pria

Sejalan dengan apa yang dialami wanita. Kegemukan pada pria juga menyebabkan banyak sekali masalah seperti penurunan kadar testosteron yang signifikan, penurunan kerja otot, dan adanya penurunan kualitas dari sperma. Benarkah kegemukan menyebabkan sperma mengalami penurunan kualitas termasuk penurunan jumlahnya?

Kegemukan secara instan akan menyebabkan penurunan testosteron di dalam tubuh. Penurunan ini secara tidak langsung membuat sperma yang dihasilkan tidak akan banyak. Dari beberapa penelitian yang dilakukan didapatkan fakta kalau jumlah atau konsentrasi sperma di setiap mililiter air mani. Normalnya sperma yang ada pada air mani berjumlah 15 juta per militer air mani. Kurang dari ini, kualitas sperma akan rendah.

Selain menyebabkan jumlah sperma mengalami penurunan, ada kemungkinan sperma mengalami gangguan saat bergerak. Motilitas atau kecepatan sperma bergerak akan mengalami penurunan. Kalau kondisi ini terjadi pada banyak sel, kemungkinan sperma bergerak sampai ke serviks lalu berlanjut ke rahim dan tuba falopi.

Lebih lanjut, sperma yang keluar dari pria yang alami obesitas juga akan mengalami gangguan saat membuahi. Dampaknya, sel telur yang dibuahi tidak akan bisa berkembang dengan maksimal sehingga saat implantasi akan terganggu. Peluang janin keguguran juga semakin tinggi jika spermanya tidak berkualitas.

Semakin parah obesitas yang dialami oleh pria, semakin parah pula kondisi kesuburannya. Kalau sampai hal ini terus dibiarkan, kemungkinan besar pria tidak bisa melakukan pembuahan dengan sempurna.

Fungsi Seksual Pria Saat Mengalami Obesitas

Kegemukan yang terjadi pada pria bisa menyebabkan penurunan fungsi seksual. Penurunan fungsi seksual ini secara tidak langsung juga menyebabkan penurunan pembuahan sperma terhadap sel telur. Berikut beberapa efek kegemukan pada fungsi seksual pria.

  1. Gangguan Ereksi

Pria yang mengalami kegemukan akan sering mengalami disfungsi ereksi. Susahnya mendapatkan ereksi ini membuat pria mengalami kesulitan untuk melakukan penetrasi. Beberapa pria mungkin bisa mengalami ereksi, tapi tidak akan maksimal dan mudah sekali mengalami penurunan kekerasan akibat gangguan aliran darah.

Gangguan ereksi akibat kegemukan ini biasanya tidak permanen dan akan membaik kalau seseorang menurunkan lemak di tubuhnya. Sayangnya tidak semua pria mau menurunkan berat badan di tubuh secara bertahap dan ingin sesuatu yang instan.

  1. Mengalami Ejakulasi Dini

Seorang pria bisa mengalami gangguan fungsi seksual berupa ejakulasi dini. Gangguan ini bisa terjadi karena kegemukan mengganggu fungsi di pelvis. Otot pelvis yang mengatur ejakulasi pada pria mengalami gangguan sehingga kenikmatan yang didapatkan akan menurun. Selain itu, kemungkinan wanita tidak puas secara seksual juga tinggi.

Ejakulasi bisa diatasi dengan mencegah penis jadi sangat sensitif. Pria bisa menggunakan kondom kalau ingin penetrasinya berjalan lebih lama. Selain itu pria juga bisa melakukan kegel untuk menjaga kekuatan otot di pelvis.

  1. Gangguan Prostat

Pria yang mengalami obesitas akan memiliki tumpukan lemak di area bokong dan perut. Penumpukan ini bisa menekan area prostat sehingga pria bisa mengalami iritasi yang cukup mengganggu. Gangguan pada prostat bisa menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi terjadi.

Kalau sampai prostat mengalami gangguan, masalah yang besar bisa saja muncul. Misal prostat yang membengkak hingga inflamasi berlebihan yang ada di sana. Selain itu masalah kanker juga sangat rawan terjadi di sini.

  1. Penurunan Level Libido

Kegemukan memengaruhi kadar hormon testosteron di dalam tubuh. Penurunan akan terjadi dan menyebabkan libido dari pria juga ikut menurun. Libido yang menurun pada pria bisa menyebabkan kuantitas dan kualitas seks pasangan ikut anjlok.

Penurunan libido akan membaik dengan sendirinya kalau Anda bisa mengatur pola makan sehingga kondisi obesitas menurun. Selain itu beberapa jenis makanan juga mampu menaikkan libido dengan cepat.

Meningkatkan Kesuburan Pria

Kesuburan pria bisa dikembalikan lagi dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Rutin melakukan olahraga setiap hari. Olahraga yang sangat direkomendasikan adalah angkat beban dan beberapa jenis kardio seperti lari cepat atau lari interval. Sesuaikan jenis olahraga dengan kemampuan tubuh. Jangan melakukan olahraga secara berlebihan kalau tubuh jadi cedera.
  • Mengatur pola makan agar ada defisit setiap harinya. Mengatur pola makan akan menurunkan kadar lemak. Usahakan untuk tidak mengalami surplus kalori sehingga kebutuhan tubuh jadi pas. Kalau Anda obesitas melakukan defisit akan lebih baik.
  • Menjaga sanitasi dari penis. Jangan sampai organ ini mengalami kotor dan akhirnya mengundang cukup banyak bakteri untuk mendekat dan menginfeksi.
  • Menggunakan celana dalam dan luar yang nyaman dan tidak menyebabkan kenaikan suhu. Jangan memakai yang terlalu ketat dan menyebabkan suhu selangkangan terus naik.

Inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang kesuburan pria, kegemukan, dan banyaknya sperma yang dimiliki. Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan yang bermanfaat. Jaga kondisi tubuh agar tidak mengalami obesitas.

 

 

Sumber:

  1. Katib, Atif. 2015. Mechanisms linking obesity to male infertility. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408383/. (Diakses pada 8 November 2019)
  2. Du Plessis, Stefan S, dkk. 2010. The effect of obesity on sperm disorders and male infertility. https://www.nature.com/articles/nrurol.2010.6. (Diakses pada 8 November 2019)
  3. Web MD. 2004. Obesity Takes Toll on Sperm and Fertility. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/news/20041022/obesity-takes-toll-on-sperm-fertility#1. (Diakses pada 8 November 2019)
  4. Rowan, Karen. 2013. Obese Men at Greater Risk for Infertility. https://www.livescience.com/36196-obese-men-greater-risk-infertility.html. (Diakses pada 8 November 2019)