DoktetSehat.Com – Zolpidem obat apa? Zolpidem adalah obat yang termasuk ke dalam golongan hipnotik atau sedatif (obat penenang) . Obat ini digunakan sebagai pengobatan jangka pendek untuk insomnia.

obat-zolpidem-doktersehat

Ketahui selengkapnya tentang Zolpidem mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya melalui artikel ini!

Rangkuman Informasi Obat Zolpidem

Nama Obat Zolpidem
Kelas Terapi Obat Hipnosis (obat penenang)
Kategori Obat resep
Manfaat Obat Pengobatan jangka pendek insomnia
Kontraindikasi Hipersensitivitas dan digunakan jangka panjang
Sediaan Obat Tablet
Merek Dagang Obat Slepzol, Stilnox, Zolmia, Zolta

Cara Kerja dan Kandungan Obat Zolpidem

Zolpidem adalah obat dari golongan sedatif (penenang) atau yang disebut juga obat hipnotik. Obat ini dapat menginduksi tidur dengan cara memengaruhi senyawa yang ada di otak.

Zolpidem meningkatkan aktivitas GABA, senyawa kimia di otak yang menyebabkan rasa kantuk. Meningkatkan aktivitas GABA dapat membantu seseorang tertidur.

Zolpidem memiliki struktur yang berbeda dari Benzodiazepin, meskipun keduanya merupakan obat penenang yang dapat meningkatkan aktivitas GABA.

Manfaat Zolpidem

Secara umum manfaat obat Zolpidem adalah untuk mengatasi insomnia. Namun obat ini tidak boleh digunakan untuk jangka panjang, penggunaannya maksimal dilakukan selama 4 minggu.

Dosis Zolpidem

Zolpidem hadir dalam sediaan tablet salut selaput. Dosis Zolpidem bersifat individual, sehingga dosis dapat berbeda-beda untuk setiap orang. Berikut adalah dosis Zolpidem yang disarankan:

  • Dewasa: 10 mg, dikonsumsi sesaat sebelum tidur. Dosis tidak boleh melebihi 10 mg.

Dosis di atas adalah dosis yang disarankan. Dosis umumnya diturunkan pada lansia atau pasien yang memiliki gangguan kesehatan tertentu, seperti gangguan hati. Dosis juga mungkin dikurangi apabila Zolpidem diberikan bersama dengan obat antidepresan.

Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Zolpidem

Penggunaan obat Zolpidem sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Zolpidem:

  • Obat Zolpidem disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
  • Konsumsi obat ini saat Anda sudah bersiap untuk tidur, karena obat ini bekerja dengan sangat cepat.
  • Obat langsung ditelan bersamaan dengan air. Jangan membelah, menghancurkan, atau mengunyah obat.
  • Jika tidak sengaja menggunakan obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan dengan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Zolpidem

Simpan obat Zolpidem sesuai dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Zolpidem yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Zolpidem pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat Zolpidem di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.
  • Hindari obat Zolpidem dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat Zolpidem dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Efek Samping Zolpidem

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Zolpidem.

Efek samping Zolpidem yang kurang umum meliputi:

  • Sakit dada
  • Kebingungan
  • Keputusasaan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Merasa sedih atau kosong
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan
  • Sifat lekas marah
  • Nafsu makan menurun
  • Pusing
  • Hilang minat atau kesenangan
  • Goyah atau berjalan tidak stabil
  • Kelelahan berlebihan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gemetar

Efek samping Zolpidem yang lebih jarang meliputi:

  • Gelisah
  • Tinja hitam
  • Sakit kandung kemih
  • Urine berdarah atau keruh
  • Kesemutan dan mati rasa
  • Perubahan keseimbangan
  • Panas dingin
  • Keringat dingin
  • Batuk
  • Menangis
  • Penurunan kesadaran atau daya tanggap
  • Napas cepat
  • Delusi
  • Kesulitan berkemih
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit tenggorokan
  • Kelenjar bengkak
  • Muntah
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa
  • Mata atau kulit kuning

Efek samping yang terjadi pada setiap orang mungkin berbeda-beda. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari pasien.

Jika Anda merasakan gejala efek samping serius atau reaksi alergi, segera hentikan penggunaan obat Zolpidem dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan hentikan penggunaan obat.

Interaksi Obat Zolpidem

Interaksi obat dapat terjadi ketika Zolpidem digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan Zolpidem:

  • Imipramine
  • Chlorpromazine
  • Clarithromycin
  • Erythromycin
  • Ketoconazole
  • Itraconazole
  • Voriconazole
  • Ritonavir
  • Atazanavir
  • Rifampin
  • Rifabutin
  • Rifapentine
  • Carbamazepine
  • Phenobarbital
  • Phenytoin

Daftar di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Penggunaan obat-obatan di atas bersamaan dengan Zolpidem masih mungkin dilakukan jika memang dibutuhkan. Dokter akan menyesuaikan penggunaan dan dosis untuk menurunkan risiko dari interaksi obat.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, Anda tidak boleh mengonsumsi alkohol di malam yang sama ketika mengonsumsi obat ini.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Zolpidem untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Zolpidem

Zolpidem termasuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Zolpidem:

  • Jangan gunakan obat ini pada pasien yang hipersensitif terhadap obat Zolpidem dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Jangan gunakan obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti obstructive sleep apnea, depresi pernapasan akut, miastenia gravis, gangguan fungsi hati, atau gangguan psikosis.
  • Obat ini tidak untuk digunakan oleh wanita yang sedang hamil dan menyusui.
  • Jangan konsumsi obat ini apabila Anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur sekitar 7-8 jam. Apabila Anda bangun sebelum 7-8 jam maka efek obat kemungkinan belum hilang. Anda dapat merasa mengantuk atau mengalami gangguan memori.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  1. Drugs.com. 2018. Zolpidem. https://www.drugs.com/zolpidem.html. (Diakses 4 Desember).
  2. Mayo Clinic. 2019. Zolpidem (Oral Route). https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/zolpidem-oral-route/proper-use/drg-20061195. (Diakses 4 Desember 2019).
  3. PIONAS BPOM. ZOLPIDEM TARTRAT. http://pionas.pom.go.id/monografi/zolpidem-tartrat. (Diakses 4 Desember 2019).2019).
  4. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. 2018. Zolpidem, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/zolpidem-oral-tablet#dosage. (Diakses 4 Desember 2019).