Terbit: 4 April 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Guna mengatasi flu, ada sejumlah obat-obatan yang bisa Anda gunakan yang salah satunya adalah Zanamivir (Relenza). Ketahui lebih lanjut mengenai obat ini lebih lanjut mulai dari fungsi, efek samping, dosis, hingga petunjuk pemakaian dan penyimpanannya.

Zanamivir (Relenza): Fungsi, Dosis, Efek Samping, Cara Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Zanamivir (Relenza)

Nama obat Zanamivir
Merek dagang Relenza
Golongan obat Antivirus
Kategori obat Obat resep
Tingkat keamanan obat untuk ibu hamil dan menyusui menurut FDA C
Manfaat obat Menghentikan aktivitas virus flu (influenza)
Kontraindikasi obat Penggunaan obat tidak disarankan apabila mengalami:

  • Hipersensitivitas
  • Asma
  • Bronkitis
  • Emfisema
  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis
Dosis obat Influenza A danB

  • Dewasa: 10 mg per hari, dibagi menjadi 2 dosis dengan interval antar dosis minimal 2 jam.
  • Anak-anak (>7 tahun): 10 mg per hari, dibagi menjadi 2 dosis dengan interval antar dosis minimal 2 jam.

Profilaksis Influenza A dan B

  • Dewasa: 10 mg per hari (1 kali dosis) selama 10 hari, dimulai 36 jam pasca terinfeksi.
  • Anak-anak (>12 tahun): 10 mg per hari (1 kali dosis) selama 10 hari, dimulai 36 jam pasca terinfeksi.
Sediaan obat Bubuk hirup (untuk digunakan bersama alat inhaler)

Zanamivir (Relenza) Obat Apa?

Zanamivir (Relenza) adalah obat yang masuk ke dalam golongan antivirus. Obat ini diformulasikan untuk mengatasi penyakit flu (influenza). Sebagaimana diketahui, flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.

Obat Zanamivir (Relenza) bekerja dengan cara menghambat aktivitas tumbuh kembang virus flu di dalam tubuh, termasuk mencegah virus dari menyerang sel-sel lainnya yang masih sehat.

Fungsi Obat Zanamivir (Relenza)

Fungsi obat Zanamivir (Relenza) adalah untuk mengatasi infeksi virus pada kasus flu. Selain flu biasa, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi jenis flu lainnya yakni flu babi.

Selain itu, Zanamivir (Relenza) juga bisa digunakan untuk mencegah seseorang dari tertular flu apabila orang tersebut memiliki kontak langsung dengan orang lain yang tengah mengalami penyakit tersebut.

Peringatan dan Perhatian Obat Zanamivir (Relenza)

Dalam menggunakan obat ini, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Kontraindikasi Obat Zanamivir (Relenza)

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan sejumlah kondisi. Pasalnya, hal ini dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh.

Kondisi-kondisi yang dimaksud meliputi:

  • Hipersensitivitas
  • Asma
  • Bronkitis
  • Emfisema
  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis

Sampaikan pada dokter sebelum menggunakan obat Zanamivir (Relenza) apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk digunakan.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Zanamivir (Relenza) Lainnya

Peringatan dan perhatian lainnya yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Hentikan penggunaan obat jika dirasa mengalami sejumlah efek samping seperti sakit kepala, kepala pusing, muncul ruam pada kulit, dan gejala efek samping lainnya yang mungkin muncul pasca mengonsumsinya.
  • Jika gejala efek samping tak kunjung mereda dalam waktu yang cukup lama, segera periksakan diri ke dokter.
  • Beritahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Zanamivir (Relenza) Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Zanamivir (Relenza) masuk ke dalam kategori C dalam hal tingkat keamanan bagi ibu hamil dan menyusui berdasarkan klasifikasi dari United States Food and Drugs Administration (USFDA).

Kategori C diberikan pada jenis obat yang berdasarkan penelitian—dengan objek hewan—menunjukkan adanya dampak negatif pada janin, tetapi belum dapat dipastikan apakah efek yang sama juga terjadi pada manusia.

Atas dasar hal tersebut, obat dengan kategori C dapat diberikan pada ibu hamil dan menyusui HANYA jika manfaat yang diberikan lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan.

Interaksi Obat Zanamivir (Relenza)

Obat ini akan berinteraksi jika digunakan bersamaan dengan sejumlah jenis obat-obatan tertentu. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh.

Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Insulin (Inhalasi)
  • Vaksin antivirus H1N1
  • Vaksin antivirus trivalent

Sampaikan pada dokter apabila Anda juga pernah menggunakan obat-obatan tersebut (maupun obat-obatan lainnya) agar dokter bisa mencarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Efek Samping Obat Zanamivir (Relenza)

Penggunaan obat kemungkinan akan menimbulkan gejala efek samping. Gejala efek samping yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kepala pusing
  • Gangguan irama jantung
  • Nyeri sendi
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Ruam pada kulit
  • Kejang

Selain itu, ada juga gejala efek samping yang, meskipun jarang terjadi, tetap memiliki potensi untuk terjadi. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Batuk
  • Sakit telinga
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Demam

Gejala efek samping di atas merupakan suatu hal yang wajar dan biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Kendati demikian, Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Zanamivir (Relenza)

Melihat dari peruntukannya, Zanamivir (Relenza) masuk ke dalam kategori obat resep. Itu artinya, penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter beserta resep yang diberikan.

Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Ini Tersedia?

Zanamivir (Relenza) tersedia dalam bentuk bubuk hirup yang digunakan bersama dengan alat hirup (inhaler). Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek maupun toko obat terdekat setelah mendapat rekomendasi dari dokter.

2. Dosis Obat Zanamivir (Relenza)

Informasi dosis ini tidak bisa dijadikan acuan karena dosis yang diresepkan oleh dokter Anda mungkin saja berbeda. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan aturan dari dokter guna menghindari kelebihan pemakaian (overdosis) yang mungkin saja bisa berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Berikut aturan dosis umum untuk obat ini:

Influenza A danB

  • Dewasa: 10 mg per hari, dibagi menjadi 2 dosis dengan interval antar dosis minimal 2 jam.
  • Anak-anak (>7 tahun): 10 mg per hari, dibagi menjadi 2 dosis dengan interval antar dosis minimal 2 jam.

Profilaksis Influenza A dan B

  • Dewasa: 10 mg per hari (1 kali dosis) selama 10 hari, dimulai 36 jam pasca terinfeksi.
  • Anak-anak (>12 tahun): 10 mg per hari (1 kali dosis) selama 10 hari, dimulai 36 jam pasca terinfeksi.

Cara Pakai Obat Zanamivir (Relenza)

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (overdosis, dsb.).

Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Empagliflozin yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan untuk menggunakan obat ini setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang menangani Anda.
  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat.
  • Minumlah obat ini sesuai arahan dari dokter.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas, atau sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni di rentang waktu yang sama setiap harinya yakni setiap 24 jam sekali (untuk dosis 1 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat pada jadwal yang sudah ditentukan, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 12 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak, istirahat yang cukup, dan aktivitas-aktivitas lainnya sesuai arahan dokter Anda.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan oleh dokter) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Zanamivir (Relenza)

Obat ini harus disimpan di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat di tempat bersuhu 20 – 25 derajat Celcius.
  • Hindari menyimpan obat di tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/malaysia/viewer/html/pregdef.htm (Diakses pada 4 April 2020)
  2. Relenza. https://www.drugs.com/relenza.html (Diakses pada 4 April 2020)
  3. Relenza Blister, With Inhalation Device. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-17483/relenza-diskhaler-inhalation/details (Diakses pada 4 April 2020)
  4. Zanamivir. http://www.mims.com/philippines/drug/info/zanamivir?mtype=generic (Diakses pada 4 April 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi