Terbit: 27 Maret 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Vectrine obat apa? Vectrine adalah obat dengan kandungan bahan aktif Erdosteine. Berdasarkan terapinya, Erdosteine masuk ke dalam kelas obat mukolitik, yaitu obat yang digunakan untuk mengencerkan mukus atau dahak.

Vectrine: Manfaat, Dosis, Efek Samping, Peringatan

Ketahui Vectrine obat apa mulai dari manfaat, dosis, petunjuk penggunaan, efek samping, dan lainnya tentang Vectrine berikut ini.

Cara Kerja Obat Vectrine

Vectrine adalah obat dari golongan mukolitik, artinya obat ini bekerja untuk mengencerkan dahak sehingga lebih mudah untuk ekspektorasi. Eksperktorasi adalah proses mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan.

Manfaat Vectrine

Manfaat Vectrine adalah sebagai agen pengencer dahak yang dihasilkan dari infeksi saluran pernapasan akut maupun kronis. Beberapa kondisi yang menyebabkan adanya dahak dalam saluran pernapasan meliputi:

  • Bronkitis akut
  • Bronkitis kronis
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronis)

Selain untuk mengatasi beberapa kondisi di atas. Obat ini juga dapat digunakan untuk kondisi pernapasan laun yang menghasilkan lendir kental dalam paru dan sulit untuk dikeluarkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Dosis Vectrine

Vectrin tersedia dalam bentuk kapsul, granul atau serbuk, dan sirup kering. Vectrine kapsul tersedia dalam dosis `150 mg dan 300 mg. Vectrine granul tersedia dalam dosis Erdosteine  175 mg dan 225 mg. Sedangkan Vectrine sirup kering tersedia dalam dosis 175 mg untuk setiap 5 ml atau satu sendok takar.

Berikut adalah dosis Vectrine berdasarkan sediaannya:

1. Dosis Vectrine kapsul

  • Vectrine kapsul 150 untuk dewasa: 1-2 kapsul, diberikan 2-3 kali per hari.
  • Vectrine kapsul 300 untuk dewasa: 1 kapsul, diberikan 2-3 kali per hari.

2. Dosis Vectrine granul

Vectrine sediaan granul atau bubuk dapat digunakan oleh anak-anak.

  • Dosis Vectrine granul 175 untuk anak dengan berat 15-19 kg: 1 sachet, 2 kali per hari.
  • Dosis Vectrine granul 175 untuk anak dengan berat 20-30 kg: 1 sachet, 3 kali per hari.
  • Dosis Vectrine granul 175 untuk anak dengan berat di atas 30 kg dan dewasa: 2 sachet, 2 kali per hari.
  • Dosis Vectrine granul 225: 1 sachet, 2-3 kali per hari.

3.Dosis Vectrine syrup

  • Dosis Vectrine sirup kering untuk anak dengan berat 15-19 kg: 1 sendok takar, 2 kali per hari.
  • Dosis Vectrine sirup kering untuk anak dengan berat 20-30 kg: 1 sendok takar, 3 kali per hari.
  • Dosis Vectrine sirup kering untuk anak dengan berat di atas 30 kg dan dewasa: 2 sendok takar, 2 kali per hari.

Dosis Vectrine di atas adalah dosis yang disarankan. Jangan mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter maupun apoteker.

Petunjuk Penggunaan Vectrine

Penggunaan obat Vectrine sebaiknya digunakan sesuai dengan aturannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Vectrine:

  • Vectrine dapat digunakan bersama ataupun tanpa makanan.
  • Gunakan obat Vectrine sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • Gunakan obat Vectrine pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Beri tahu dokter jika efek obat terlalu lemah atau terlalu kuat pada Anda.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat Vectrine melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.
  • Penggunaan Vectrine syrup harus dicampurkan dengan air dulu sebelumnya hingga membentuk suspensi 60 ml.

Petunjuk Penyimpanan Vectrine

Berikut adalah petunjuk penyimpanan Vectrine yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat Vectrine pada suhu di bawah 30°C.
  • Simpan obat Vectrine di tempat kering dan tidak lembap.
  • Hindari obat Vectrine dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Simpan obat pada kemasan aslinya dan hanya keluarkan sesaat sebelum menggunakannya.
  • Hindari obat Vectrine dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Vectrine

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Vectrine. Beberapa efek samping yang mungkin timbul dari obat Vectrine yang mengandung Erdosteine  adalah sebagai berikut:

  • Nyeri ulu hati
  • Angiodema
  • Perubahan pada di lidah
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pilek
  • Kesulitan bernapas
  • Reaksi alergi pada kulit

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat dari penggunaan obat ini, segera diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat Vectrine

Interaksi obat dapat terjadi ketika Vectrine digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Hingga kini belum ditemukan jenis obat yang berinteraksi dengan Vectrine. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari.

Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Vectrine untuk menghindari interaksi obat.

Peringatan dan Perhatian Vectrine

Vectrine termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Vectrine:

  • Jangan gunakan obat Vectrine pada pasien yang hipersensitif pada Erdosteine dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.
  • Jangan gunakan obat ini pada penderita sirosis hati, defisiensi enzim sistationin-sintetase, gagal ginjal berat, dan fenilketonuria.
  • Sediaan granul obat ini memiliki kandungan sukrosa, hati-hati penggunaan pada pasien diabetes dan pasien dengan diet rendah gula lainnya.
  • Penggunaan pada ibu hamil, wanita yang sedang merencanakan kehamilan dan ibu menyusui sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan dikonsultasikan dengan dokter lebih dulu sebelumnya.
  • Terapi dengan obat Erdosteine sebaiknya tidak dilakukan lebih dari 5 hari. Jika sakit berlanjut, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi