Terbit: 23 September 2018
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Tremenza obat apa? Tremenza adalah obat dengan kandungan dua bahan aktif yaitu Pseudoefedrin HCl dan juga Triprolidin HCl. Kedua bahan ini dikombinasikan dan menghasilan obat yang mampu untuk mengatasi berbagai masalah seperti rinitis alergi, infeksi saluran pernapasan atas, dan juga flu.

Tremenza: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Pseudoefedrin merupakan golongan obat simpatomimetik yang bekerja sebagai nasal dokongeskan. Ketika mengalami peradangan, saluran napas akan mengalami inflamasi yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Hal ini lah yang menyebabkan adanya masalah hidung tersumbat. Pseudoefedrin bekerja untuk mengatasi pembengkakan pada saluran napas tersebut.

Sedangkan Triprolidin masuk ke dalam golongan obat antihistamin. Cara kerja obat ini adalah dengan mencegah pelepasan senyawa histamin yang menjadi penyebab munculnya gejala alerti seperti gatal, ruam merah, mata berair, hingga bersin-bersin.

Manfaat Tremenza

Berdasarkan cara kerja bahan aktif yang terkandung di dalamnya, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa diatasi dengan Tremeza:

  • Rinitis alergi
  • Rinitis vasomotor
  • Enfiksi saluran penrapasan atasan
  • Flu
  • Otitis media yang menyebabkan pembengkakan saluran eustachius.

Kontraindikasi

Tidak semua gejala yang mirip dengan kondisi di atas bisa diselesaikan dengan obat ini. Tidak semua kondisi juga bisa menerima pemberiaan obat dengan kandungan Pseudoefedrin HCl dan juga Triprolidin HCl ini. Berikut adalah beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk menggunakan obat ini:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  • Pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap zat-zat yang menyusun obat ini.
  • Pasien yang sedang atau pernah mengalami penyakit hipertensi
  • Pasien yang sedang atau pernah mengalami penyakit glaukoma
  • Pasien yang sedang atau pernah mengalami penyakit diabetes
  • Pasien yang sedang atau pernah mengalami penyakit jantung
  • Obat ini tidak untuk menyembuhkan asma akibat alergi
  • Obat ini tidak untuk mengobati masalah gangguang infeksi saluran pernapasan bagian bawah
  • Obat ini tidak untuk digunakan oleh pasien yang mendapatkan terapi dengan obat monioamin oksidase inhibitor.

Dosis Tremenza

Tremenza tersedia dalam bentuk tablet dan juga sirup. Tremenza tablet mengandung 60 mg Psedoefedrin dan 2,5 mg Triprolidin untuk setiap tabletnya. Sedangkan untuk Tremenza sirup kandungannya adalah 30 mg Pseudoefedrin dan juga 1,25 mg Triprolidin dalam setiap satu sendok takar atau 5 ml. Dosis Tremenza diberikan sesuai dengan usia, berikut adalah dosis Tremenza yang disarankan:

  • Dewasa: 1 tablet diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali dalam sehari.
  • Anak-anak usia di atas 12 tahun: 1 tablet atau 2 sendok takar sirup diberikan sebanya 3 hingga 4 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: setengah tablet atau 1 sendok takar diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2-6 tahun: setengah sendok takar atau 2,5 ml diberikan sebanyak 3 hingga 4 kali sehari.

Dosis bisa berganti bergantung pada kondisi dan juga kebutuhan pasien. Jangan mengganti dosis tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter dan apoteker. Tidak ditemuakan dosis untuk anak-anak usia di bawah 2 tahun, sehingga kemungkinan obat ini tidak boleh digunakan pada bayu atau di bawah usia 2 tahun.

Efek Samping

Sama seperti obat-obatan lain pada umumnya, Tremenza juga bisa menyebabkan berbagai macam efek samping. Berikut adalah beberapa jenis efek samping Tremenza yang pernah muncul:

  • Mulut, hidung, tenggorokan terasa kering
  • Menyababkan kantuk
  • Sakit kepala
  • Tremor
  • Gangguan kecemasan, gelisah, halusinasi

Jika Anda mengalami salah satu dari efek samping di atas, segera hetikan penggunaan obat dan konsultasikan ke dokter.

Perhatian dan Peringatan

Sebelum Anda menggunakan obat ini, berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan:

  • Penggunaan pada wanita hamil dan ibu menyusui harus dengan hati-hati dan harus di bawah pengawasan dokter.
  • Obat ini menyebabkan kantuk sehingga tidak boleh digunakan sebelum Anda melakukan aktivitas tertentu seperti menyetir.
  • Jangan gunakan obat ini pada anak usia di bawah 2 tahun, kecuali atas pertimbangan medis dari dokter.
  • Penggunaan obat ini bersama dengan obat Furazolidin dan obat MOA inhibitor bisa menyababkan krisis hipertensi.
  • Penggunaan obat ini bersama dengan obat herbal, obat resep, dan obat non-resep bisa berpotensi menyebabkan interaksi obat. Selau konsultasikan dengan dokter tentang penyakit atau pengobatan yang sedang Anda jalani untuk dapat menghindari terjadinya interaksi obat yang dapat menurunkan kinerja obat atau menimbulkan efek samping.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi