Terbit: 3 Januari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Timolol adalah obat untuk mengatasi glaukoma, tekanan darah tinggi, migrain, dan mengurangi risiko serangan jantung kambuh. Ketahui timolol obat apa, dosis, fungsi, aturan pakai, dan pembahasan lengkap lainnya di sini.

Timolol: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dll

Rangkuman Informasi Obat Timolol 

 Nama Obat

 Timolol 

 Kandungan Obat

 Timolol 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

 Kelas Obat

 Sediaan Antiglaukoma/Beta-Blocker

 Kategori Obat

 Obat resep

 Manfaat Obat

  • Mengurangi tekanan di dalam bola mata (glaukoma).
  • Mengatasi hipertensi. 
  • Migrain. 
  • Mengurangi risiko serangan jantung kambuh. 

 Kontraindikasi Obat

  • Riwayat asma bronkial
  • PPOK berat
  • Bronkospasme alergi
  • Bradikardia sinus
  • Sindrom sakit sinus
  • Blok jantung derajat 2 dan 3
  • Gagal jantung nyata
  • Syok kardiogenik
  • Penyakit pembuluh darah perifer berat
  • Feokromositoma yang tidak diobati
  • Asidosis metabolik

 Sediaan Obat

 Obat tetes mata dan tablet 

 Harga Obat

 Harga Timolol-POS 0.5% 5 ml (tetes mata) Rp135.000

Timolol Obat Apa?

Timolol adalah obat tetes mata untuk mengatasi glaukoma. Glaukoma adalah masalah penglihatan yang ditandai dengan kerusakan saraf mata akibat tekanan terlalu kuat pada bola mata. Glaukoma yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius hingga risiko kebutaan. Maka dari itu, obat timolol tetes mata sangat dibutuhkan. 

Obat ini termasuk golongan obat beta blocker yang juga digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, mencegah migrain, serta mengurangi risiko kematian setelah serangan jantung (infark miokard) atau risiko terkena serangan jantung kedua kalinya. Obat ini mungkin juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Merek Dagang Timolol 

Timolol tetes mata adalah jenis obat generik. Obat dengan kandungan yang sama dipasarkan dalam beberapa merek dagang, termasuk: 

  • Azarga
  • Duotrav
  • Glaoplus
  • Isotic Adretor 0,25%
  • Isotic Adretor 0,5%
  • Timol
  • Tim-Ophtal
  • Xalacom
  • Ximex Opticom 0,5%

Obat ini mungkin dijual dengan merek dagang lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Fungsi Obat Timolol 

Fungsi Timolol tetes mata untuk mengatasi beberapa indikasi, termasuk: 

  • Glaukoma Sudut Terbuka: Tekanan bola mata yang meningkat secara bertahap dan merusak saraf optik. Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan. 
  • Hipertensi Okular: Kondisi di mana bola mata mengalami tekanan yang terlalu kuat akibat drainase aqueous humor (cairan di dalam mata) yang buruk. Hipertensi okular yang dibiarkan dapat menyebabkan glaukoma.

Obat timolol dalam bentuk tablet berfungsi untuk beberapa indikasi, termasuk: 

  • Mencegah migrain.
  • Kejang jantung (angina pectoris).
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Penanganan setelah infark miokard (serangan jantung).

Peringatan Obat Timolol 

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat beta blocker, sebagai berikut: 

  • Hanya minum obat ini berdasarkan dosis dan jadwal yang dokter anjurkan. 
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat beta blocker, serta obat atau kandungan lainnya.
  • Tidak boleh menggunakan obat ini bila memiliki riwayat penyakit asma dan gangguan pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sleep apnea, dan lainnya. 
  • Jangan menggunakan obat ini bila memiliki kondisi jantung yang serius seperti “AV block”, detak jantung sangat lambat, atau gagal jantung.
  • Tidak boleh untuk wanita hamil atau ibu menyusui.
  • Obat ini hanya boleh untuk pasien berusia lebih dari 18 tahun. 

Untuk memastikan obat beta blocker aman untuk Anda, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki:

  • Diabetes 
  • Tiroid terlalu aktif 
  • Penyakit arteri koroner
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit liver dan ginjal
  • Myasthenia gravis atau gangguan otot lainnya
  • Penyakit pembuluh darah perifer seperti sindrom Raynaud

Interaksi Obat Timolol 

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih dalam waktu yang bersama. Semua kandungan obat tersebut mungkin akan saling melemahkan atau meningkatkan salah satu kandungan. Hasilnya, efek samping mungkin terjadi. 

Berikut ini beberapa risiko interaksi obat timolol bila digunakan dengan obat lain: 

  • Menggunakan obat beta blocker dengan reserpin akan meningkatkan hipotensi dan bradikardia.
  • Meningkatkan efek aditif bila Anda menggunakannya dengan obat antihipertensi lain seperti hidralazin dan metildopa. 
  • Meningkatkan blokade beta-adrenergik bila Anda menggunakannya dengan obat kuinidin. 
  • Merubah efek hipotensi menjadi antagonis bila Anda menggunakannya dengan obat NSAID seperti indometasin dan ibuprofen. 
  • Tidak boleh menggunakan obat Timolol dengan obat untuk jantung atau tekanan darah (IV) seperti diltiazem, nicardipine, atau verapamil. 

Jadi, harap tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan resep dokter. Bila Anda menggunakan obat tetes mata, harap hanya gunakan satu obat tetes mata tersebut hingga gejalanya membaik. 

Efek Samping Timolol 

Berikut ini efek samping obat yang mungkin terjadi: 

  • Mual
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Nyeri dada
  • Hipoglikemia
  • Edema paru 
  • Sensasi mata perih

Segera hentikan penggunaan obat ini bila Anda mengalami gejala efek samping serius atau gejala overdosis berupa: 

  • Mata buram
  • Masalah pendengaran
  • Gugup 
  • Keringat dingin 
  • Mendengar suara aneh di telinga 

Dosis Obat Timolol 

Berikut ini dosis timolol untuk mengatasi beberapa indikasi secara umum: 

  • Glaukoma sudut terbuka dan hipertensi okular: 1 tetes larutan tetes 0,25% ke mata yang terkena. Konsentrasi larutan mungkin dinaikan menjadi 0,5% tergantung respon. 
  • Infark pasca-miokard: 5 mg dua kali lipat selama 2 hari, dimulai dalam 1-4 minggu setelah serangan jantung. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 10 mg dua kali lipat tergantung respon. 
  • Hipertensi: Dosis awal 10 mg/hari. Dosis ditingkatkan sesuai dengan respon setiap 7 hari perawatan. Dosis maksimal 60 mg per hari. 
  • Mencegah migrain: 10 mg sekali sehari atau dua kali sehari. Dosis maksimal 30 mg per hari dalam dosis terbagi. 

Setiap orang memiliki dosis berbeda tergantung pada faktor keparahan gejala penyakit. Informasi ini sama sekali tidak dapat menggantikan resep obat dari dokter. 

Cara Pakai Timolol 

Berikut ini panduan cara menggunakan obat ini: 

  • Minum obat sesuai dosis dokter dan baca label cara penggunaan obat yang tertera di balik kemasan. 
  • Bila menggunakan obat ini untuk mengatasi tekanan darah tinggi, tetap gunakan obat ini hingga tekanan darah normal. 
  • Membutuhkan waktu hingga 6-8 minggu bila Anda menggunakan obat ini untuk mencegah migrain.
  • Gunakan obat tetes mata sesuai dengan dosis. 
  • Jangan berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba. 

Petunjuk Penyimpanan Timolol 

Berikut ini petunjuk penyimpanan obat-obatan secara umum:

  • Simpan obat beta blocker pada tempat yang kering dan dalam suhu ruangan sekitar 20°C-25°C.
  • Letakan obat beta blocker dalam kotak P3K khusus atau wadah tertutup. 
  • Simpan obat beta blocker dalam kemasan asli agar Anda mudah mengecek tanggal kedaluwarsanya. 
  • Jangan membuang sampah obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan dan ada risiko penyalahgunaan limbah obat.

Itulah pembahasan tentang timolol tetes mata obat apa. Timolol adalah obat untuk mengatasi glaukoma. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. 

 

  1. MIMS. 2020. Timolol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/timolol?mtype=generic. (Diakses pada 31 Desember 2020).
  2. Cerner Multum. 2020. Timolol. https://www.drugs.com/mtm/timolol.html. (Diakses pada 31 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi