Terbit: 20 September 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terazosin adalah obat dari golongan alpha-blocker. Obat ini digunakan untuk terapi hipertensi dan juga meningkatkan buang air kecil pada pria dengan hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH). Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari dosis, efek samping, dan informasi lainnya.

Terazosin: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

Rangkuman Informasi Obat Terazosin

Nama Obat  Terazosin
Kandungan Obat  Terazosin
Kelas Terapi Obat  Alpha-blocker
Kategori  Obat keras
Tingkat Keamanan Menurut FDA  Kategori C (hanya boleh digunakan apabila manfaatnya lebih besar dari potensi efek samping yang mungkin terjadi)
Fungsi Obat
  • Meredakan gejala BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) atau pembesaran prostat jinak
  • Mengatasi hipertensi
Dikonsumsi oleh  Dewasa
Kontraindikasi
  • Hipersensitif
  • Riwayat sinkop miksi dalam pengobatan BPH
Sediaan Obat  Tablet

 

Terazosin Obat Apa?

Terazosin adalah obat golongan alpha-blocker. Obat yang digunakan untuk memudahkan buang air kecil pada pria yang mengalami hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) dan untuk menurunkan tekanan darah.

Cara kerja obat ini adalah dengan melemaskan otot-otot di prostat dan leher kandung kemih sehingga memudahkan buang air kecil. Obat ini juga melemaskan arteri dan vena sehingga darah dapat lebih mudah melewati pembuluh darah tersebut.

Merek Dagang Terazosin

Terazosin dijual dengan merek dagang sebagai berikut:

  • Hytrin
  • Hytroz
  • Terazosin

Fungsi Obat Terazosin

Fungsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Melancarkan buang air kecil pada pasien dengan hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH)
  • Mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi)

Kontraindikasi Obat

Jangan konsumsi obat ini apabila Anda memiliki kondisi seperti:

  • Hipersensitif terhadap terazosin atau komponen lain yang terkandung dalam obat ini
  • Riwayat sinkop miksi dalam pengobatan BPH

Peringatan dan Perhatian Obat Terazosin

Obat ini masuk ke dalam golongan obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Gunakan obat ini secara hati-hati dan ikuti petunjuk dokter dengan seksama.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki penyakit hati atau ginjal, gangguan jantung, impotensi, dan edema paru akibat stenosis katup aorta atau mitral.
  • Obat ini dapat memengaruhi pupil sebelum operasi katarak. Beri tahu dokter bedah mata Anda apabila Anda mengonsumsi obat ini sebelum melakukan operasi katarak.
  • Tidak diketahui efek obat ini terhadap ibu hamil dan menyusui. Diskusikan dengan dokter tentang penggunaan obat ini apabila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Hindari berkendara atau mengoperasikan mesin berat selama 12 jam setelah penggunaan obat ini.

Interaksi Obat Terazosin

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat dapat menyebabkan peningkatan potensi efek samping atau menurunnya efektivitas obat.

Berikut adalah yang sebaiknya tidak digunakan bersama dengan terazosin:

  • Captopril
  • Enalapril
  • Hydrochlorothiazide
  • Furosemide
  • Verapamil
  • Sildenafil
  • Tadalafil
  • Metoprolol
  • Tamsulosin
  • Lisinopril
  • Atenolol

Daftar obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol atau makanan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi obat. Diskusikan dengan dokter tentang makanan atau minuman yang tidak boleh dikonsumsi ketika menggunakan obat ini.

Efek Samping Terazosin

Setiap jenis obat berpotensi untuk menyebabkan efek samping, begitu juga dengan obat ini.

Segera dapatkan bantuan medis atau hubungi dokter apabila mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi (gatal-gatal; sulit bernapas; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan)
  • Detak jantung cepat atau dada berdebar
  • Bengkak di tangan atau kaki
  • Ereksi penis yang menyakitkan atau berlangsung lebih dari 4 jam

Selain efek samping di atas, terdapat juga efek samping yang lebih umum namun tidak terlalu serius seperti:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Sakit kepala

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan atau saat tubuh telah menyesuaikan diri.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat interaksi obat, dosis berlebihan, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Terazosin

Obat ini hadir dalam sediaan kapsul, tablet, tablet salut selaput, dan tablet lepas lambat. Setiap bentuk yang berbeda, kemungkinan akan memiliki dosis yang juga berbeda. Gunakan obat sesuai dosis yang ada di kemasan obat atau sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Berikut adalah dosis terazosin yang umum diberikan:

  • Hiperplasia prostat jinak: Dosis awal 1 mg sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan bertahap dengan interval mingguan sesuai dengan respons pasien. Dosis pemeliharaan adalah antara 5-10 mg, diberikan satu kali sehari.
  • Hipertensi: Dosis awal 1 mg sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan bertahap dengan interval mingguan menyesuaikan respons pasien. Dosis pemeliharaan 2-10 mg, diberikan satu kali per hari. Dosis maksimalnya adalah 20 mg per hari, diberikan dalam 1 dosis atau dibagi 2 dosis.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumnya.

Petunjuk Penggunaan Terazosin

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah cara minum terazosin yang benar:

  • Obat ini dapat digunakan bersama atau tidak bersama dengan makanan.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter.
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya agar dosis tidak terlewat.
  • Jika dosis terlewat, segera konsumsi obat saat ingat. Namun jika lebih dekat dengan dosis selanjutnya, maka cukup konsumsi dosis selanjutnya saja.
  • Jika tidak sengaja mengonsumsi obat ini melebihi dosis yang disarankan, segera konsultasikan ke dokter.

Petunjuk Penyimpanan Terazosin

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu di bawah 25°C.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.
  • Jaga obat tetap dalam kemasannya sebelum digunakan.
  • Jika obat expired, tanyakan pada dokter atau apoteker tentang prosedur pembuangan obat. Membuang obat sembarangan dapat berpotensi merusak lingkungan.

 

 

  1. Anonim. 2019. Terazosin. https://www.drugs.com/terazosin.html. (Diakses 20 September 2020).
  2. Anonim. 2019. Terazosin Drug Interactions. https://www.drugs.com/drug-interactions/terazosin.html. (Diakses 20 September 2020).
  3. Anonim. Terazosin. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/terazosin?mtype=generic. (Diakses 20 September 2020).
  4. Anonim. Terazosin. https://www.mims.com/malaysia/drug/info/terazosin?mtype=generic. (Diakses 20 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi