Terbit: 10 Januari 2020 | Diperbarui: 14 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Sulfadiazine adalah obat antibakteri untuk melawan bakteri yang menyebabkan beberapa infeksi tertentu. Ketahui sulfadiazine obat apa, manfaat obat, cara kerja, dosis, efek samping, dll.

Sulfadiazine-doktersehat

Sulfadiazine Obat Apa?

Sulfadiazine adalah obat untuk melawan bakteri yang menyebabkan beberapa jenis infeksi, seperti infeksi saluran kandung kemih, infeksi telinga, infeksi malaria, toxoplasmosis, dan infeksi lainnya.

Sulfadiazine terdapat dalam sediaan obat oral atau tablet. Obat ini termasuk dalam golongan obat antibiotik sulfa. Obat ini tidak dapat ditujukan untuk infeksi yang berasal dari virus seperti batuk, flu, atau pilek biasa.  Sementara obat silver sulfadiazine adalah jenis obat topikal atau salep untuk mengatasi luka bakar serius dengan cara mencegah infeksi luka di sekitar kulit.

Informasi Umum Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah informasi umum obat sulfa, yaitu:

Nama Obat Sulfadiazine
Kandungan Obat Sulfadiazine
Kategori Obat Obat resep
Manfaat Obat Mengatasi beberapa infeksi bakteri
Sediaan Obat Tablet/oral
Harga Obat Rp4.057/Tablet

Harga obat sulfadiazine mungkin berbeda di setiap apotik. Obat ini dijual dengan nama generik obat sulfadiazine. Sementara harga salep silver sulfadiazine adalah Rp76.676/salep. Harga salep silver sulfa mungkin berbeda di berbagai apotik.

Fungsi Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah fungsi obat sulfadiazine yaitu untuk mengobati sejumlah infeksi bakteri, seperti:

  • Infeksi saluran kandung kemih
  • Infeksi telinga
  • Meningitis
  • Malaria
  • Obat kombinasi toksoplasmosis
  • Demam rematik

Sementara fungsi salep silver sulfadiazine adalah untuk mengobati luka bakar serius. Fungsi obat ini mungkin ditujukan untuk pengobatan lain yang diresepkan khusus dari dokter.

Cara Kerja Obat Sulfadiazine

Cara kerja obat sulfadiazine adalah dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan organisme lain yang menyebabkan infeksi semakin menyebar.  Sementara cara kerja salep silver sulfadiazine adalah dengan menekan pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di luka bakar yang terbuka, yang dapat menjadi infeksi darah serius.

Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri?

Dosis Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah panduan umum dosis obat antibakteri ini, yaitu:

1. Mengatasi Bakteri

Dosis untuk mengatasi infeksi bakteri adalah:

  • Dewasa: Dosis awal 2-4 gram tablet. Umumnya, dosis akan ditambah 2-4 gram per hari yang dibagi dalam 3-6 kali dosis.
  • Anak: Dosis awal 0,075 g/kgBB tablet. Umumnya, dosis akan ditambah 0,150 g/kgBB per hari yang dibagi dalam 3-6 kali dosis.

Dosis maksimal adalah 6 gram per hari dengan pengobatan maksimal selama 7 hari.

2. Mengatasi Toksoplasma

Toksoplasma plasma adalah penyakit dari parasit yang menyebabkan penyakit infeksi yang menyerang otak, otot, jantung hingga gangguan kehamilan.

Dosis sulfadiazine sebagai obat kombinasi untuk mengatasi toksoplasma pada dewasa adalah 4-6 gram tablet yang dibagi dalam 4 kali dosis. Obat ini akan dikombinasikan dengan obat pirimetamin. Umumnya, dokter akan memberi dosis lanjutan sesuai kadar dan waktu yang ditentukan.

Perawatan dengan obat kombinasi dilakukan selama 6 minggu yang harus diikuti dengan terapi supresif kronis.

3. Mencegah Demam Rematik

Demam rematik adalah penyakit komplikasi peradangan yang disebabkan oleh radang tenggorokan. Dosis obat untuk mencegah demam rematik pada dewasa adalah 1 gram tablet per hari.

4. Dosis Salep Silver Sulfadiazine untuk Luka Bakar

Dosis silver sulfadiazine untuk mengatasi luka bakar adalah dengan mengolesi salep secara merata pada area luka sekitar 1-2 kali per hari atau seperlunya untuk memastikan luka bakar selalu dibalut dengan salep tersebut.

Baca Juga: Jenis Luka Bakar, Penanganan, dan Komplikasinya

Interaksi Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah beberapa daftar obat lain yang memiliki interaksi dengan obat sulfa tablet, yaitu:

  • Acetylsalicylic Acid (aspirin)
  • Adrenalin (epinephrine)
  • Daraprim (pyrimethamine)
  • Depakote (divalproex sodium)
  • Diflucan (fluconazole)
  • Fioricet (acetaminophen / butalbital / caffeine)
  • Levothyrox (levothyroxine)
  • lidocaine
  • lithium
  • Mucinex DM (dextromethorphan / guaifenesin)
  • Nasonex (mometasone nasal)
  • Paracetamol (acetaminophen)
  • pyrimethamine
  • Robaxin-750 (methocarbamol)
  • Stribild (cobicistat / elvitegravir / emtricitabine / tenofovir)
  • sulfadoxine
  • sulfasalazine
  • trimethoprim
  • Vitamin B Complex 100 (multivitamin)
  • Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  • Vitamin B6 (pyridoxine)
  • Vitamin C (ascorbic acid)
  • Vitamin K (phytonadione)
  • Vitamin K1 (phytonadione)
  • warfarin
  • Zofran (ondansetron)
  • Zoloft (sertraline)

Informasi ini mungkin tidak memuat semua interaksi obat. Harap ikuti anjuran dokter dalam mengkonsumsi obat ini untuk mengurangi interaksi dengan obat, vitamin, atau suplemen lainnya.

Baca Juga: 6 Tanda Luka di Tubuh Mengalami Infeksi yang Serius

Efek Samping Sulfadiazine

Berikut ini adalah efek samping yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Kegelisahan
  • Linglung
  • Gugup
  • Perubahan siklus menstruasi bagi wanita
  • Menurunnya kemampuan seksual pada pria
  • Pusing
  • Kulit kering dan bengkak
  • Kedinginan
  • Mual dan muntah
  • Keringat dingin
  • Wajah pucat
  • Lemah dan lesu
  • Penglihatan kabur
  • Detak jantung cepat
  • Kejang
  • Berat badan naik

Harap minum obat sesuai dosis dan anjuran dokter untuk mengurangi risiko efek samping. Bila Anda mengalami gejala efek samping tersebut, harap hentikan dosis dan segera hubungi dokter.

Peringatan Obat Sulfadiazine

Berikut ini adalah peringatan obat yang harus diperhatikan:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat sulfa lainnya
  • Hati-hati minum obat ini apabila Anda memiliki riwayat penyakit hati, ginjal, asma, alergi obat parah, dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase.
  • Penggunaan obat untuk ibu hamil, menyusui, atau apabila Anda sedang merencanakan kehamilan harus sesuai dengan saran dokter.
  • Interaksi obat ini sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari.
  • Hanya minum obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan dokter.

Petunjuk Penyimpanan Sulfadiazine

Menyimpan obat di tempat yang benar akan berpengaruh pada kinerja obat. Berikut ini panduan cara menyimpan obat dengan benar agar tidak rusak:

  • Paparan cahaya, panas, air dan kelembapan dapat merusak kandungan obat.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 30°C.
  • Anda dapat menyimpan obat di kotak obat khusus, kotak P3K, atau laci lemari.
  • Jauhi obat dari kompor, wastafel, dan semua peralatan panas.
  • Selalu simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Selalu simpan obat Anda di luar jangkauan dan di luar jangkauan anak-anak.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan spesifik.

Itulah informasi kesehatan tentang sulfadiazine obat apa, fungsi, dosis, cara kerja, interaksi, efek samping, dll. Informasi kesehatan ini mungkin tidak memuat semua informasi tentang obat sulfadiazine yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, karena itu selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda minum obat.

 

  1. Multum, Cerner. 2019. SulfadiazineDrug. https://www.drugs.com/mtm/sulfadiazinehtml. (Diakses pada 10 November 2019).
  2. Medline Plus. 2017. SulfadiazineDrug. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682130.html. (Diakses pada 10 November 2019).
  3. WebMD. 2019. Silver SulfadiazineCream. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13530/silver-sulfadiazinetopical/details. (Diakses pada 10 November 2019).
  4. WebMD. 2019. SulfadiazineCream. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12253/sulfadiazineoral/details. (Diakses pada 10 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi