Spasminal – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

spasminal-obat-apa-doktersehat

DokterSehat.Com – Spasminal obat apa? Spasminal adalah obat yang dapat mengatasi nyeri atau sakit melilit karena kolik (tegangnya otot polos). Kolik yang dapat diobati dengan obat spasminal adalah kolik yang terjadi pada saluran cerna dan saluran kemih. Obat spasminal termasuk obat keras sehingga memerlukan resep dokter.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang obat spasminal termasuk informasi tentang harga obat spasminal, bentuk sediaan spasminal, indikasi spasminal, kontraindikasi spasminal, manfaat spasminal, dosis spasminal, dan efek samping spasminal.

  • Nama: Spasminal
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antimuskarinik
  • Monografi Obat: Alkaloid Beladona kombinasi

Bentuk Sediaan Spasminal

Obat spasminal hanya tersedia dalam satu bentuk sediaan saja. Satu-satunya bentuk sediaan obat spasminal adalah berupa tablet. Sebaiknya, jangan menyimpan spasminal di tempat yang terpapar sinar matahari.

Anda harus menyimpan obat spasminal di tempat yang terlindung dari cahaya matahari. Hal ini bertujuan untuk mencegah perubahan kimia ada bahan aktif obat sehingga mengubah manfaatnya. Simpan spasminal pada suhu dibawah 30°C.

Kandungan Spasminal

Spasminal terdiri dari tiga jenis kandungan. Ketiga jenis kandungan spasminal di antaranya adalah metampiron, papaverin hidroklorida, dan beladonna. Setiap satu tablet obat spasminal mengandung 500 mg metampiron, 25 mg papaverin hidroklorida, dan 10 mg ekstrak beladona.

Harga Obat Spasminal

Satu dos spasminal berisi 10 strip dan setiap satu strip spasminal berisi 10 tablet. Jadi, satu dos terdiri dari 100 tablet obat spasminal. Harga setiap satu tablet spasminal adalah Rp700 hingga Rp1.000.

Jadi, harga satu strip obat spasminal berkisar Rp7000 sampai Rp10.000 dan setiap satu dos berkisar Rp70.000 hingga Rp100.000. Harga spasminal yang Anda temui mungkin berada kisaran tersebut. Anda dapat melakukan survei harga secara online lebih dulu.

Indikasi Spasminal

Penggunaan obat spasminal haruslah sesuai dengan indikasinya. Pemakaian obat spasminal tanpa memiliki indikasi tertentu malah bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan.

Jadi, pastikan Anda memiliki indikasi pemakaian obat spasminal. Anda bisa menggunakan obat spasminal jika Anda menderita kolik (otot polos tegang) di area saluran pencernaan (kolik abdomen) dan saluran kemih (kolik ureter).

Orang-orang yang menderita penyakit seperti radang usus buntu, radang pankreas, usus tersumbat, keracunan makanan, dan lainnya umumnya mengalami kolik abdomen. Dengan begitu, pasien yang mengalami penyakit tersebut dapat memakai spasminal.

Jika Anda mengalami kolik ureter maka ada kemungkinan Anda menderita batu ginjal. Hal ini dikarenakan batu ginjal dapat menimbulkan rasa sakit di bagian bawah perut. Selain itu, pasien juga bisa memakai obat spasminal jika merasakan nyeri akibat menstruasi.

Kontraindikasi Spasminal

Pasien yang mengalami kolik baik kolik abdomen maupun kolik ureter bisa saja malah tidak boleh menggunakan obat spasminal. Ini dikarenakan pasien tersebut memiliki kontraindikasi terhadap obat spasminal.

Jika Anda memiliki glaukoma sudut sempit maka Anda tidak dapat menggunakan spasminal. Kontraindikasi juga berlaku pada pasien yang menderita ileus paralitik, miastenia gravis, dan stenosis pilorik.

Orang-orang yang menderita gangguan fungsi hati dan tekanan darah rendah juga tidak bisa memakai obat spasminal. Ibu hamil dan ibu menyusui pun juga tidak boleh menggunakan obat spasminal demi kesehatan bayi dan jiwanya.

Spasminal juga tidak dapat digunakan apabila Anda ternyata memiliki hipersensitivitas atau riwayat alergi terhadap salah satu bahan aktif obat spasminal. Hal ini dikarenakan Anda akan mengalami reaksi alergi.

Perhatian

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat spasminal. Obat spasminal bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain. Oleh karena itu, Anda perlu memberi tahu semua obat yang sedang Anda jalani sebelum menggunakan obat spasminal.

Jangan memberikan obat spasminal untuk anak-anak dan lansia sebelum melakukan konsultasi dengan dokter. Pemberian spasminal kepada penderita Down’s syndrome, infark miokard akut, hipertiroid, pireksia, dan GERD juga harus dilakukan secara hati-hati.

Penting untuk menjadi perhatian bahwa obat spasminal tidak dapat mengobati nyeri otot pada penderita rematik, lumbago, bursitis, flu, dan sakit punggung. Pemakaian obat spasminal bisa berakibat fatal jika digunakan dalam jangka panjang.

Manfaat Spasminal

Obat spasminal memiliki manfaat berdasarkan bahan aktifnya. Kandungan metamporin di dalam obat spasminal dapat mengurangi nyeri atau rasa sakit pada otot. Ini dikarenakan metamporin termasuk bahan aktif dalam kelas terapi anagesik.

Kedua bahan aktif lainnya, yaitu papaverin hidroklorida dan beladona adalah kandungan yang masuk ke dalam kategori kelas terapi antimuskarinik atau antikolik. Manfaat kedua bahan ini di dalam spasminal adalah untuk mengurangi kolik.

Pengurangan kolik dilakukan dengan cara mengurangi motilitas usus. Otot-otot polos pada saluran cerna akan berelaksasi sehingga menjadi lebih kendur dan tidak tegang lagi. Jadi, manfaat spasminal bisa mengobati kolik dan mengurangi gejalanya.

Dosis Spasminal

Jika Anda ingin mendapatkan manfaat spasminal maka Anda harus menggunakan obat spasminal sesuai dengan dosisnya. Penggunaan obat spasminal sesuai dengan dosis yang dianjurkan juga dapat menghindari efek samping tertentu.

Maksimal dosis spasminal bagi orang dewasa adalah sekitar 4 tablet sehari dalam dosis terbagi. Anda bisa minum spasminal sebanyak 1 tablet ketika ada serangan kolik lalu diikuti satu tablet lagi setiap 6 hingga 8 jam kemudian. Anda bisa menghentikan dosis spasminal jika nyeri akibat kolik sudah hilang.

Efek Samping Spasminal

Obat spasminal yang tidak digunakan sesuai aturan dan dosis yang tepat bisa menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping spasminal yang muncul pada orang-orang yang alergi dengan kandungan spasminal adalah berupa reaksi alergi.

Selain itu, efek samping spasminal juga dapat menimbulkan sulit buang air besar dan sulit buang air kecil karena merupakan jenis obat golongan antimuskarinik. Efek samping lainnya adalah berupa palpitasi, aritmia, dan takikardia.

Pada lansia, efek samping yang mungkin muncul adalah kebingungan. Anda bisa saja mengalami pusing, mulut kering, dilatasi pupil, dan fotofobia meskipun jarang terjadi. Hentikan pemakaian spasminal jika Anda mengalami efek samping yang telah disebutkan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika merasakan efek samping tersebut.

 

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Spasminal. http://pionas.pom.go.id/obat/spasminal [diakses pada 5 Maret 2019]