Terbit: 17 Oktober 2020 | Diperbarui: 18 Oktober 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sincronik adalah satu dari sekian banyak obat-obatan pereda rasa nyeri. Ketahui lebih lanjut mengenai obat Sincronik mulai dari mekanisme kerja, efek samping, dosis, dan lainnya berikut ini!

Sincronik: Fungsi, Efek Samping, Dosis, dll

Rangkuman Informasi Obat Sincronik

 Nama obat

 Sincronik

 Diproduksi oleh

 Kalbe Farma

 Golongan obat

 Analgesik, antipiretik

 Kategori obat

 Obat bebas

 Tingkat keamanan obat bagi ibu hamil dan menyusui menurut FDA

 B

 Fungsi obat

  • Meredakan nyeri
  • Menurunkan demam

 Kontraindikasi obat

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)

 Dosis obat

  • Dewasa & anak >18 tahun: 1-2 kaplet setiap 4-6 jam sekali.

 Sediaan obat

 Kaplet

 

Sincronik Obat Apa?

Sincronik adalah obat dengan kandungan bahan aktif paracetamol (acetaminophen) dan tramadol. Obat ini masuk ke dalam golongan analgesik dan antipiretik.

Cara kerja obat produksi Kalbe Farma ini yaitu menghambat produksi prostaglandin pada hipotalamus otak. Prostaglandin adalah senyawa kimia yang menghasilkan sensasi nyeri pada tubuh.

Fungsi Obat Sincronik

Sincronik adalah obat dengan kandungan paracetamol dan tramadol yang memiliki fungsi untuk meredakan rasa nyeri seperti:

  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri akibat cedera

Obat ini juga berfungsi untuk membantu menurunkan demam. Pastikan untuk menggunakan obat sesuai dengan fungsinya. Penggunaan obat yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas obat atau bahkan berujung pada reaksi tubuh yang bisa saja berbahaya.

Peringatan dan Perhatian Obat Sincronik

Dalam menggunakan obat Sincronik, ada sejumlah hal penting yang perlu Anda ketahui dan pahami.

1. Kontraindikasi Obat Sincronik

Penggunaan obat tidak disarankan pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Pasalnya, hal ini dapat akan menurunkan efektivitas obat atau bahkan menimbulkan reaksi-reaksi yang bisa saja membahayakan tubuh. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

  • Hipersensitivitas kandungan obat
  • Intoksikasi akut
  • Penggunaan alkohol, obat hipnotik, narkotik, psikotropika

Sementara itu, penggunaan obat harus dengan perhatian khusus apabila mengalami kondisi-kondisi seperti:

  • Riwayat kejang
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Hamil dan menyusui
  • Lanjut usia
  • Sedang mengonsumsi obat antidepresan

Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu pada apoteker maupun dokter sebelum menggunakan obat ini apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi-kondisi di atas.

2. Peringatan dan Perhatian Obat Sincronik Lainnya

Sementara itu, peringatan dan perhatian lainnya sebelum mengonsumsi obat ini adalah sebagai berikut:

  • Jangan mengonsumsi obat apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan yang berinteraksi dengan obat ini.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki alergi obat, atau memiliki riwayat suatu penyakit.

Apakah Obat Sincronik Aman bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Menurut Unites States Food and Drug Administration (USFDA), obat ini masuk ke dalam kategori B untuk tingkat keamanan penggunaan bagi wanita hamil dan menyusui. Kategori B merujuk pada jenis obat-obatan yang setelah melalui uji coba dengan objek hewan, tidak menimbulkan efek negatif.

Akan tetapi, belum ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan apakah hal ini juga berlaku untuk manusia. Oleh sebab itu, penggunaan obat pada wanita hamil dan menyusui sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter.

Interaksi Obat Sincronik

Obat ini akan berinteraksi dengan sejumlah jenis obat-obatan. Interaksi yang terjadi berdampak pada menurunnya efektivitas kinerja obat maupun menimbulkan reaksi-reaksi tertentu pada tubuh. Obat-obatan yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • MAOI
  • SSRI
  • Karbamazepin
  • Fluoksetin
  • Paroksetin
  • Amitriptilin

Selain obat-obatan tersebut, mungkin masih ada jenis obat lainnya yang akan berinteraksi dengan obat ini apabila digunakan secara bersamaan. Sampaikan pada apoteker atau dokter apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut maupun obat-obatan lainnya agar bisa dicarikan alternatif obat pengganti yang lebih aman.

Efek Samping Obat Sincronik

Obat Sincronik dapat menimbulkan efek samping walaupun jarang terjadi. Efek samping obat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Kantuk
  • Mual
  • Muntah

Gejala efek samping biasanya akan mereda setelah beberapa saat. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila gejala yang dirasakan tak kunjung mereda setelah beberapa lama guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dokter akan menentukan apakah kemunculan gejala tersebut terkait dengan penggunaan obat atau bukan. Jika ya, dokter bisa menyarankan Anda untuk menghentikan penggunaan obat dan mencarikan obat alternatif yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Dosis Obat Sincronik

Sincronik masuk ke dalam kategori obat bebas. Penggunaan obat bisa tanpa resep dokter. Berikut ini adalah informasi mengenai aturan dosis obat yang perlu Anda ketahui.

1. Dalam Bentuk Apa Obat Sincronik Tersedia?

Sincronik tersedia dalam bentuk tablet oral dengan kandungan paracetamol dan tramadol. Obat ini dapat diperoleh di apotek maupun toko obat terdekat. Pastikan Anda menggunakan obat secara benar sesuai dengan kebutuhan.

2. Dosis Obat Sincronik

Berikut aturan dosis umum untuk obat Sincronik:

  • Dewasa & anak >18 tahun: 1-2 kaplet setiap 4-6 jam sekali.

Cara Pemakaian Obat Sincronik

Obat ini harus digunakan dengan benar agar efektivitasnya terasa, pun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti overdosis. Berikut ini adalah petunjuk atau cara pakai obat Sincronik yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Pastikan obat dalam keadaan baik dari segi kemasan maupun fisik obat itu sendiri.
  • Minumlah obat sesuai dengan dosis yang tadi sudah disebutkan di atas.
  • Gunakan obat ini secara teratur, yakni pada rentang waktu yang sama setiap harinya. Contoh, setiap 6 jam sekali (untuk dosis 4 kali sehari). Tentukan jadwal penggunaan obat dan lakukan setiap hari secara konsisten.
  • Apabila lupa menggunakan obat sesuai jadwal, segera gunakan ketika ingat (berlaku jika jarak dengan jadwal pemakaian obat selanjutnya masih jauh, misalnya 4 jam lagi). Hindari pemakaian obat melampaui dosis sebagai pengganti jadwal yang terlewat.
  • Imbangi penggunaan obat dengan minum air putih yang banyak dan istirahat yang cukup.
  • Jika dalam kurun waktu beberapa minggu (penggunaan maksimal yang disarankan) kondisi Anda tidak juga membaik, segera periksakan diri Anda ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari tahu penyebab serta langkah medis apa yang selanjutnya harus diambil.

Petunjuk Penyimpanan Obat Sincronik

Simpan obat ini di tempat yang benar untuk agar kualitas obat tetap terjaga. Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat yang perlu Anda terapkan:

  • Simpan obat pada tempat bersuhu 15 – 30 derajat celcius.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat lembap.
  • Hindari menyimpan obat pada tempat yang terpapar sinar matahari langsung.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Obat ini memiliki masa kedaluwarsa. Segera buang obat apabila sudah memasuki masa kedaluwarsa.

 

  1. Sincronik. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sincronik?type=brief&lang=id (accessed on 17 October 2020)
  2. Sincronik. https://kalbemed.com/product/159 (accessed on 17 October 2020)
  3. Pregnancy Safety Guide. https://www.mims.com/indonesia/viewer/html/pregdef.htm (accessed on 17 October 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi