Terbit: 23 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Santa E obat apa? Santa E adalah suplemen vitamin yang mengandung vitamin E. Obat santa e bisa bermanfaat sebagai antioksidan karena vitamin E memiliki aktivitas antioksidan. Anda bisa membeli obat santa e di apotek atau di toko online.

Santa E – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Meskipun dapat dibeli bebas, penggunaan santa e tidak boleh sembarangan. Oleh karena itu, baca terus untuk mengetahui informasi penting terkait obat santa e seperti indikasi santa e, kontraindikasi santa e, manfaat santa e, dosis santa e, dan efek samping santa e.

  • Nama: Santa E
  • Kelas Terapi: Vitamin » Vitamin E
  • Monografi Obat: Alfa Tokoferol Asetat (Vitamin E)

Bentuk Sediaan Santa E

Obat santa e yang ada di pasaran memiliki bentuk sediaan berupa kaplet. Kaplet santa e dapat dikunyah karena tekstur dan rasa yang mendukung. Kandungan yang ada di dalam obat santa e adalah vitamin E atau alfa tokoferil asetat.

Jenis-Jenis Santa E

Ada tiga jenis santa e yang dijual kepada konsumen. Ketiga jenis obat santa e tersebut adalah santa e 100, santa e 200, dan santa e 400. Setiap kaplet santa e 100 mengandung 100 mg vitamin E.

Jenis santa e 200 mengandung 200 mg vitamin E untuk tiap kapletnya, sedangkan setiap kaplet santa e 400 mengandung vitamin E sebanyak 400 mg. Manfaat santa e untuk ketiganya sama, perbedaannya hanya terletak pada jumlah kandungan dan dosis saja.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Harga Santa E

Setiap jenis suplemen santa e memiliki harga jual yang berbeda. Kisaran harga santa e pada masing-masing jenis adalah sebagai berikut, santa e 100 Rp4.500/ strip, santa e 200 Rp10.000/ strip, dan santa e 400 dijual seharga Rp19500/ strip.

Harga jual tersebut bisa jadi lebih murah atau lebih mahal daripada harga di toko terdekat Anda. Hal tersebut tergantung pada ketentuan pihak penjualnya. Setiap satu strip obat santa e berisi 4 kaplet. Satu dus berisi 25 strip atau 100 kaplet santa e.

Indikasi Santa E

Penggunaan obat santa e bisa dilakukan pada orang yang memiliki masalah akibat kekurangan vitamin E. Kekurangan vitamin E biasanya terjadi jika seseorang mengalami malabsorpsi lemak, seperti pada penderita sistis fibrosis dan kolestasis.

Orang yang mengalami kelainan neuromuskular dapat menggunakan santa e. Kelainan muskulas memiliki gejala berupa pelemahan otot dan gangguan berjalan. Penderita ataksia juga memiliki indikasi penggunaan santa e.

Gejala ataksia ditunjukkan melalui kondisi di mana tangan dan kaki sulit digerakkan. Orang-orang yang mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi biasanya mengalami kekurangan vitamin E.

Namun, untuk memastikannya harus berkonsultasi dengan dokter. Obat santa e juga bisa diberikan kepada orang-orang yang memiliki masalah penglihatan, demensia, dan aritmia jantung. Kondisi-kondisi tersebut juga merupakan tanda kekurangan vitamin E.

Kontraindikasi Santa E

Pada dasarnya, penggunaan suplemen vitamin E tidak memiliki kontraindikasi yang kompleks. Orang-orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap kandungan alfa tokoferol asetat sebaiknya tidak menggunakan santa e.

Apabila Anda memiliki masalah gangguan pada organ hati dan ginjal, juga sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini bertujuan agar Anda tidak mendapat efek samping yang tidak diinginkan.

Manfaat Santa E

Obat santa memiliki manfaat yang fokus pada status kecukupan vitamin E. Manfaat santa e adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul akibat defisiensi vitamin E. Jika kecukupan vitamin E terpenuhi maka masalah tersebut akan teratasi.

Pada orang-orang dengan kelainan neuromuskular dan ataksia maka manfaat santa e dapat memperbaiki masalah keseimbangan koordinasi gerakan otot tubuh terutama pada kaki dan tangan.

Manfaat santa e juga bisa mengatasi masalah penglihatan. Orang-orang yang mengalami demensia juga dapat menerima manfaat santa e sehingga kemampuan fungsi otaknya berangsur membaik.

Dosis Santa E

Apabila Anda ingin mendapakan manfaat santa e secara optimal maka pakailah obat santa e sesuai aturan pakai dan dosis yang dianjurkan. Dosis santa e tergantung pada kekuatan dosis atau jumlah monografi obat.

Pada santa e 100, dosis untuk orang dewasa adalah sebanyak 1 hingga 3 kaplet dalam sehari. Obat santa e 200 dan santa e 400 memiliki dosis yang sama. Dosis keduanya adalah 1 kaplet sehari.

Obat santa e sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Hal ini bertujuan agar lambung Anda terhindari dari ketidaknyamanan. Konsumsi obat santa e dalam kondisi perut kosong bisa mengakibatkan iritasi lambung.

Obat santa e bisa dikonsumsi dengan beberapa cara. Anda bisa mengunyahnya, menghisap hingga semua kaplet santa e larut di mulut, atau langsung menelannya. Rasa dan tekstur obat santa e sudah diformulasikan sehingga cocok dikonsumsi dengan cara-cara tersebut.

Efek Samping Santa E

Penggunaan obat santa e yang sesuai dengan dosis dan aturan pakai umumnya tidak menimbulkan efek samping tertentu. Namun, jika Anda tidak memerhatikan indikasi, kontraindikasi, dosisnya maka akan timbul beberapa efek samping tertentu.

Efek samping santa e yang mungkin muncul pada orang-orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap alfa tokoferol asetat (vitamin E) dapat memicu reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut ditandai dengan beberapa kondisi.

Beberapa tanda reaksi alergi tersebut di antaranya adalah sakit kepala atau pusing, mual, muntah, sakit perut, sulit bernapas, gatal-gatal, dan ruam kulit. Jika Anda mengalami reaksi alergi tersebut maka hentikanlah pemakaian obat santa e.

Segeralah mencari bantuan medis terdekat agar Anda segera mendapatkan penanganan secara tepat oleh tenaga medis profesional. Itu dapat mencegah efek samping yang lebih luas lagi.

Efek samping santa e juga dapat mengakibatkan buang-buang air atau diare. Anda dapat mengalami efek samping tersebut jika memakain obat santa e dengan dosis berlebih yaitu lebih dari 1 gram per hari.

 

Sumber:

  1. PIONAS-BPOM: Alfa Tokoferol Asetat (Vitamin E). http://pionas.pom.go.id/monografi/alfa-tokoferol-asetat-vitamin-e


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi